Implementasi Digital Storytelling Rumah Adat di Benteng Somba Opu sebagai Media Edukasi dan Promosi Budaya
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9496Keywords:
Benteng Somba Opu, Rumah adat, Digital Strorytelling, Model ADDIE, Promosi BudayaAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya media informasi mengenai Benteng Somba Opu dan rumah adat yang ada di dalamnya dalam satu platform digital terpadu. Minimnya akses terhadap informasi budaya tersebut menjadikan potensi wisata dan edukasi kawasan ini belum termanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang media informasi berbasis storytelling berupa website dan video animasi tentang rumah adat di kawasan Benteng Somba Opu sebagai media edukasi dan promosi budaya yang inovatif dan interaktif. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pendekatan ini dipilih karena sistematis dan terstruktur dalam menghasilkan produk media yang berkualitas. Pada tahap analisis, dilakukan identifikasi kebutuhan pengguna dan potensi konten budaya yang akan dikembangkan. Tahap desain dan pengembangan menghasilkan produk berupa website informatif serta video animasi yang menampilkan ragam rumah adat secara visual dan naratif.Evaluasi media digital storytelling dilakukan menggunakan kuesioner terhadap 85 responden dan menghasilkan skor rata-rata 84%, menunjukkan bahwa video animasi dinilai menarik dan mudah dipahami oleh pengguna. Sementara itu, hasil evaluasi efektivitas media digital storytelling sebagai sarana edukasi dan promosi memperoleh skor 84,5% yang masuk dalam kategori "Sangat Layak". Hasil ini membuktikan bahwa media yang dikembangkan mampu menjadi solusi efektif dalam melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya Benteng Somba Opu kepada masyarakat luas.
Downloads
References
Annisa, Andi, A. (2014). Karakteristik Asitektur Rumah Adat Wajo di Kompleks Miniatur Budaya Sulawesi Selatan Benteng Sombaopu Makasar. Teknosains, 8(1), 227–240.
Bernard Robin. (2001). A review of australian neoseiulus hughes and typhlodromips de leon. Invertebrate Taxonomy, 15(1), 73–158.
Muhaeminah. (2014). Benteng Somba Opu Perspektif Sejarah Berdasarkan Batu Bata. Jurnal Arkeologi Papua, 6(1), 57–67. https://doi.org/10.24832/papua.v6i1.43
Sudarwani, M. M., Eni, S. P., & Sir, M. M. (2020). Kajian Revitalisasi Kawasan Benteng Somba Opu Sebagai Kawasan Bersejarah. Arsitektura, 18(2), 185. https://doi.org/10.20961/arst.v18i2.42223
Suharyanto, A., & Wiflihani, W. (2024). Preserving Local Culture in the Era of Globalization: Balancing Modernity and Cultural Identity. Path of Science, 10(3), 5001–5005. https://doi.org/10.22178/pos.102-16
Robin, B. R. (2016). The power of digital storytelling to support teaching and learning. Digital Education Review, 30, 17–29.
Mossberg, L. (2008). Extraordinary experiences through storytelling. Scandinavian Journal of Hospitality and Tourism, 8(3), 195–210. https://doi.org/10.1080/15022250802532443
Siliutina, I., Tytar, O., Barbash, M., Petrenko, N., & Yepyk, L. (2024). Cultural preservation and digital heritage: challenges and opportunities. Revista Amazonia Investiga, 14(75), 262–273. https://doi.org/10.34069/ai/2024.75.03.22
Branch, RM (2009). Desain Instruksional: Pendekatan ADDIE. New York, NY: Springer.
https://doi.org/10.1007/978-0-387-09506-6
Bangor, A., Kortum, P. T., & Miller, J. T. (2009). Determining what individual SUS scores mean: Adding an adjective rating scale. Journal of Usability Studies, 4(3), 114-123.
Kim, H.-J., Park, S.-Y., & Park, H.-Y. (2018). A Study on the Effect of Storytelling Marketing on Brand Image and Brand Attitude. International Convergence Management Association, 6(4), 1–16. https://doi.org/10.20482/jemm.2018.6.4.1
Kaul, V. (2020). The Digital Communications Revolution. Online Journal of Communication and Media Technologies, 2(3), 113–130. https://doi.org/10.29333/ojcmt/2392
Huertas, A., Moreno, A., & Pascual, J. (2021). Place branding for smart cities and smart tourism destinations: Do they communicate their smartness? Sustainability (Switzerland), 13(19), 1–18. https://doi.org/10.3390/su131910953
Fanea-Ivanovici, M., & Pana, M. C. (2020). From Culture to Smart Culture. How Digital Transformations Enhance Citizens’ Well-Being through Better Cultural Accessibility and Inclusion. IEEE Access, 8, 37988–38000. https://doi.org/10.1109/ACCESS.2020.2975542
Makkelo, I. D. (2020). Sejarah Makassar dan Tradisi Literasi. Lembaran Sejarah, 15(1), 30. https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.59523
Anholt, S. (2008). Place branding: Is it marketing, or isn’t it? Place Branding and Public Diplomacy, 4(1), 1–6. https://doi.org/10.1057/palgrave.pb.6000088
Jumardi, J. (2022). Sejarah Lokal dan Public history (Sejarah Bagi Masyarakat). Chronologia, 3(3), 100–107. https://doi.org/10.22236/jhe.v3i3.8921
Hayati, R. (2014). Pemanfaatan Bangunan Bersejarah Sebagai Wisata Warisan Budaya Di Kota Makassar. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 01, 1–42. https://doi.org/10.24843/jumpa.2014.v01.i01.p01
Yuliansa, B. H., Satria, D., Kartika, Y., Sugiyanto, E., Isnaeni, S., Rianto, A., & Sakhi, T. E. (2023). Pengembangan Website Desa Sebagai Sarana Sistem Informasi Potensi Wisata Desa. Journal of Community Service (JCOS), 1(3), 127–136. https://doi.org/10.56855/jcos.v1i3.460
Bangor, A., Kortum, P. T., & Miller, J. T. (2009). Determining what individual SUS scores mean: Adding an adjective rating scale. Journal of Usability Studies, 4(3), 114-123.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muh. Abdullah Asyraf, Syamsu Alam, Muhammad Jamil

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















