Perbandingan Coretax Dengan Sistem Pajak Digital Di Negara Asean : Studi Kebijakan dan Implementasi
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6654Keywords:
CoreTax, Sistem Pajak Digital, ASEAN, Kepatuhan Pajak, Integrasi EkonomiAbstract
Implementasi sistem pajak digital di ASEAN menghadapi berbagai tantangan yang menghambat efektivitas dan integrasi ekonomi kawasan. Variasi tarif dan mekanisme penerapan pajak digital antarnegara menciptakan ketidakselarasan kebijakan yang berpotensi menghambat harmonisasi regional. Penelitian ini membandingkan sistem pajak digital CoreTax di Indonesia dengan sistem pajak digital di sepuluh negara anggota ASEAN. Seiring pesatnya perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara, adopsi sistem pajak digital menjadi krusial untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, transparansi, dan penerimaan negara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan studi kasus dengan memanfaatkan data sekunder dari buku, artikel jurnal, laporan kebijakan, dan dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi tarif pajak digital di ASEAN yang berkisar antara 8% hingga 12%, termasuk PPN 11% di Indonesia dan 8% di Malaysia, mencerminkan ketidakharmonisan kebijakan. Temuan juga mengonfirmasi teori Digital Governance yang menekankan bahwa keberhasilan digitalisasi layanan publik bergantung pada infrastruktur, kapabilitas birokrasi, dan partisipasi masyarakat. Selain itu, penelitian ini membantah asumsi bahwa digitalisasi pajak secara otomatis meningkatkan penerimaan negara. Implikasi teoretis penelitian ini menekankan perlunya reorientasi model digitalisasi pajak di ASEAN melalui harmonisasi kebijakan, penguatan infrastruktur, dan peningkatan literasi digital, khususnya bagi UMKM. Penelitian ini juga mengakui keterbatasan metodologis karena ketergantungan pada data sekunder yang berpotensi bias terhadap negara dengan literatur lebih banyak. Meskipun CoreTax memiliki potensi besar, tantangan struktural dan kebijakan masih menjadi hambatan utama implementasinya di kawasan.
Downloads
References
"ASEAN Progress Towards Sustainable Development Goals and The Role of the IMF" (2018). Mf Policy Paper, 18(054), 1. https://doi.org/10.5089/9781498310208.007
(Data tax ratio Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam)
Adhisti, M. (2018). Free movement of skilled labor within the ASEAN economic community. Economics Development Analysis Journal, 6(2), 192-208. https://doi.org/10.15294/edaj.v6i2.22217
Alfirdaus, N. and Anas, S. (2024). Analisis efektivitas Coretax sebagai strategi dalam peningkatan penerimaan pajak daerah DKI Jakarta. Jurnal Ekonomika Dan Bisnis (Jebs), 4(4), 646-655. https://doi.org/10.47233/jebs.v4i4.1934
An, Y. and Kim, M. (2022). The current state of territorial development of ASEAN countries and strategic types for balanced development. Sustainability, 14(19), 12707. https://doi.org/10.3390/su141912707
ASEAN Briefing. (2023). Digital Taxation in ASEAN: Comparing VAT/GST on E-Services. ASEAN Business News. (Perbandingan kebijakan pajak digital di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam)
ASEAN Briefing. (2024). Vietnam's New E-Commerce Tax Decree: What Digital Platforms Need to Know. Retrieved from ASEAN Briefing.
ASEAN. (2018). ASEAN Progress Towards Sustainable Development Goals and The Role of the IMF. ASEAN Secretariat.
Bae, K. (2018). Seeing ASEAN as a platform for spreading liberalism. International Journal Canada S Journal of Global Policy Analysis, 73(1), 33-48. https://doi.org/10.1177/0020702018754594
Bird, R. M., & Zolt, E. M. (2008). The Taxation of Digital Transactions: Comparative Perspectives. Comparative Tax Policy.
Catubig, S., Dangat, W., Inventado, C., Ortonio, A., Villapando, J., & Dotong, E. (2024). From pixels to taxes: a comparative study of digital economy tax policies in the Philippines to selected ASEAN member states. European Journal of Theoretical and Applied Sciences, 2(2), 240-253. https://doi.org/10.59324/ejtas.2024.2(2).21
Cimphony AI. (2023). Digital Services Tax in ASEAN: Policy Comparison. Policy Research Institute. (Analisis kebijakan pajak digital di Filipina dan Kamboja)
Cimphony. (2024). Digital Services Tax in ASEAN: Country Comparison 2024. Retrieved from Cimphony Insights.
Dunleavy, P., et al. (2006). Digital Governance: A Comparative Analysis. Journal of Public Administration.
Fajrina, R., & Setiawan, I. (2023). The Impact of Digital Taxation on SMEs in Southeast Asia. Journal of Digital Economy and Taxation.
General Department of Taxation Vietnam. (2022). Regulation on VAT and CIT for Foreign Digital Platforms.(Kebijakan pajak 10% VAT + CIT untuk perusahaan digital asing di Vietnam)
IntechOpen. (2023). Challenges of Digital Tax Transformation in Developing Countries. (Studi kasus hambatan implementasi sistem pajak digital di ASEAN)
IRAS (Inland Revenue Authority of Singapore). (2023). GST on Imported Digital Services: Implementation Guide. (Kebijakan GST 9% dan rencana kenaikan tarif di Singapura)
Jannah, U. and Rifai, A. (2025). Transformation of DGT tax intelligence in Coretax. Ilomata International Journal of Tax and Accounting, 5(3), 867-884. https://doi.org/10.61194/ijtc.v5i3.1644
Kementerian Keuangan RI. (2024). Buku Panduan CoreTax Administration System (CtAS). Direktorat Jenderal Pajak. (Sumber kebijakan CoreTax, tarif PPN, dan integrasi teknologi di Indonesia)
Kompasiana. (2024). Tantangan Implementasi CoreTax: Analisis Infrastruktur dan Resistensi Wajib Pajak. (Tantangan teknis dan sosialisasi CoreTax di Indonesia)
LHDN Malaysia. (2023). Service Tax on Digital Services (SToDS): Compliance Guidelines. (Kebijakan SST 6-10% dan pajak digital 8% di Malaysia)
Lu, Y. (2024). A comparative analysis of policy responses to development gaps in ASEAN: examining the effectiveness of macroeconomic and regional integration strategies. Lecture Notes in Education Psychology and Public Media, 70(1), 1-7. https://doi.org/10.54254/2753-7048/70/20240988
Lucas-Mas, C. Ó., & Junquera-Varela, R. F. (2021). Tax Theory Applied to the Digital Economy: A Proposal for a Digital Data Tax and a Global Internet Tax Agency. World Bank. ISBN: 9781464816550.
Nurlis, D. and Rustandi, E. (2019). Comparative study of tax services in ASEAN countries. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 9(7). https://doi.org/10.6007/ijarbss/v9-i7/6140
OECD. (2022). Revenue Statistics in Asia and the Pacific. OECD Publishing. Retrieved from OECD.
Panjaitan, M. and Yuna, Y. (2024). Pengaruh Coretax terhadap transparansi dan akuntabilitas sistem perpajakan. JURA-ITB, 2(4), 51-60. https://doi.org/10.54066/jura-itb.v2i4.2560
Partner in Growth. (2025). CoreTax System Technical Issues Trouble Indonesian Firms. Retrieved from Seven Stones Indonesia.
Philippine Department of Finance. (2024). Proposed Digital Services Tax (Bill 4122): Fiscal Impact Analysis. (Rancangan VAT 12% untuk layanan digital di Filipina)
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tax Foundation. (2024). Digital Taxation: Global Challenges and Opportunities. Retrieved from Tax Foundation.
World Bank. (2024). Revenue Statistics in ASEAN 2024: Tax-to-GDP Ratios. World Bank Group.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Gazian Hazazi Nubli, Rinto Rahmad. M, Nisa Alqorni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















