Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Konteks Kesehatan Digital: Sebuah Tinjauan Literatur tentang Digitalisasi Staffing, Kompetensi Digital, dan Retensi untuk Kinerja Layanan Optimal

Authors

  • Ayu Nangsih Universitas Karya Persada Muna
  • Eliyanti Agus Mokodompit Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4343

Keywords:

Manajemen Sumber Daya Manusia, Kesehatan Digital, Digitalisasi Staffing, Kompetensi Digital, Retensi, Kinerja Layanan

Abstract

Transformasi digital yang masif di sektor kesehatan telah merekonfigurasi paradigma layanan, menuntut pendekatan strategis dalam pengelolaan SDM untuk mencapai kinerja optimal dan berkelanjutan. Kajian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen SDM dalam konteks kesehatan digital, dengan fokus pada digitalisasi staffing, pengembangan kompetensi digital, dan strategi retensi tenaga kesehatan. Menggunakan metode scoping review yang mengikuti kerangka PRISMA-ScR, pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan ProQuest untuk publikasi tahun 2019–2024. Sintesis dari 78 artikel terkualifikasi menunjukkan interdependensi ketiga pilar strategi ini, yang hanya berdampak signifikan bila diimplementasikan secara terintegrasi. Digitalisasi staffing telah berevolusi menjadi ekosistem analitik prediktif yang efektivitasnya ditentukan oleh kualitas data dan penerimaan pengguna akhir melalui pendekatan partisipatif. Sementara itu, pengembangan kompetensi digital perlu bergeser dari fokus keterampilan teknis operasional menuju kapabilitas holistik yang mencakup literasi data, keamanan siber, pemecahan masalah berbasis data, serta penguatan mindset adaptif dan etika digital. Strategi retensi yang sukses bergantung pada kemampuan organisasi mengelola paradoks digital dengan mengubah teknologi dari sumber tuntutan menjadi sumber daya pemberdayaan, melalui dukungan psikososial, kepemimpinan empatik, dan prinsip human-centered design. Sinergi ketiga strategi ini membentuk siklus virtu yang mendorong peningkatan kualitas, keamanan, efisiensi, dan responsivitas layanan kesehatan. Kajian ini menegaskan urgensi menyeimbangkan investasi teknologi dengan investasi pengembangan kapabilitas SDM, budaya organisasi yang suportif, dan kesejahteraan tenaga kesehatan sebagai fondasi keberhasilan transformasi digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

J. Barney, “Firm resources and sustained competitive advantage,” Journal of Management, vol. 17, no. 1, pp. 99–120, Mar. 1991. https://doi.org/10.1177/014920639101700108

J. E. Delery and D. H. Doty, “Modes of theorizing in strategic human resource management: Tests of universalistic, contingency, and configurational performance predictions,” Academy of Management Journal, vol. 39, no. 4, pp. 802–835, Aug. 1996. https://doi.org/10.2307/256713

E. Appelbaum, T. Bailey, P. Berg, and A. L. Kalleberg, Manufacturing advantage: Why high-performance work systems pay off. Ithaca, NY: Cornell University Press, 2000.

P. M. Blau, Exchange and power in social life. New York, NY: John Wiley & Sons, 1964.

A. B. Bakker and E. Demerouti, “The Job Demands-Resources model: State of the art,” Journal of Managerial Psychology, vol. 22, no. 3, pp. 309–328, 2007. https://doi.org/10.1108/02683940710733115

W. A. Kahn, “Psychological conditions of personal engagement and disengagement at work,” Academy of Management Journal, vol. 33, no. 4, pp. 692–724, Dec. 1990. https://doi.org/10.2307/256287

E. M. Rogers, Diffusion of innovations, 5th ed. New York, NY: Free Press, 2003.

World Health Organization (WHO), *Global strategy on digital health 2020-2025*. Geneva: World Health Organization, 2021.

J. Buchanan, D. M. D. G. Neville, N. R. Smith, J. L. Beks, and M. J. Versace, “The digital health workforce: A critical determinant of the future of health systems,” Journal of Medical Internet Research, vol. 22, no. 10, p. e23314, Oct. 2020. https://doi.org/10.2196/23314

M. Fatchurrahman, R. A. S. Putra, and S. H. Wijaya, “Digital competency gaps among healthcare professionals in Southeast Asia: A scoping review,” BMC Medical Education, vol. 23, no. 1, p. 45, Jan. 2023. https://doi.org/10.1186/s12909-022-03999-z

D. Haryanto and K. Kurniawati, “Tantangan penerapan workforce analytics dalam manajemen SDM kesehatan di era digital: Studi kasus di rumah sakit swasta Indonesia,” Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, vol. 25, no. 2, pp. 78–85, Dec. 2022. https://doi.org/10.24198/jmph.v25i2.41235

J. G. Kosteniuk, C. D. Morgan, and N. J. D'Arcy, “The relationship between digital health competency and burnout among registered nurses: A cross-sectional survey,” Journal of Nursing Management, vol. 29, no. 7, pp. 2208–2219, Oct. 2021. https://doi.org/10.1111/jonm.13400

L. Shinners, G. Aggar, and S. Grace, “Exploring digital health professionals' intent to leave: A qualitative study,” Journal of Healthcare Leadership, vol. 12, pp. 75–84, Oct. 2020. https://doi.org/10.2147/JHL.S266441

M. J. Page et al., “The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews,” BMJ, vol. 372, p. n71, Mar. 2021. https://doi.org/10.1136/bmj.n71

H. Arksey and L. O’Malley, “Scoping studies: Towards a methodological framework,” International Journal of Social Research Methodology, vol. 8, no. 1, pp. 19–32, Feb. 2005. https://doi.org/10.1080/1364557032000119616

Downloads

Published

22-12-2025

How to Cite

[1]
A. Nangsih and E. A. Mokodompit, “Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Konteks Kesehatan Digital: Sebuah Tinjauan Literatur tentang Digitalisasi Staffing, Kompetensi Digital, dan Retensi untuk Kinerja Layanan Optimal”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 6273–6280, Dec. 2025.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>