Pengaruh Penambahan Pasir Pantai terhadap Tanah Ekspansif Menggunakan (Dynamic Cone Penetrometer) Studi Kasus Simpang Empat Nakau
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7768Keywords:
Tanah Ekspansif, DCP, CBRAbstract
Tanah mengembang merupakan jenis tanah yang memiliki sifat perubahan volume yang signifikan akibat fluktuasi kadar air, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan serius terhadap stabilitas konstruksi di atasnya. Kondisi ini menyebabkan tanah menjadi mengembang saat basah dan menyusut ketika kering, yang dapat mengakibatkan retak pada struktur bangunan maupun perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan pasir laut terhadap karakteristik fisik serta peningkatan daya dukung tanah mengembang. Sampel tanah diambil dari daerah Simpang Empat Nakau, Bengkulu, dan diuji di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H. Variasi campuran pasir laut yang digunakan meliputi 0%, 5%, 10%, dan 15% dari berat tanah. Metode pengujian yang dilakukan mencakup kadar air, massa jenis, batas Atterberg, analisis distribusi butiran, uji pemadatan Proctor, uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP), serta pengujian California Bearing Ratio (CBR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pasir laut sebesar 5% memberikan peningkatan nilai CBR yang paling optimal, yaitu mencapai 33,86%, dibandingkan dengan tanah asli tanpa campuran sebesar 25,09%. Namun, penambahan pasir laut dengan persentase lebih tinggi, yaitu 10% dan 15%, justru menyebabkan penurunan nilai CBR secara signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa proporsi campuran yang berlebihan dapat mengurangi kohesi tanah. Dengan demikian, komposisi optimum penggunaan pasir laut adalah sebesar 5% untuk meningkatkan daya dukung tanah mengembang secara efektif.
Downloads
References
Simanjuntak, M. R. A., Lubis, K., & Rangkuti, N. M. (2017). "Stabilisasi Tanah Lempung dengan Campuran Pasir Pantai terhadap Nilai CBR." Journal of Civil Engineering, Building and Transportation, 1(2), 87-95.
Sudjianto, A. T. (2006). "Studi Potensi dan Tekanan Pengembangan pada Tanah Lempung Ekspansif pada Variasi Kadar Air." Laporan Penelitian Hibah Dikti Depdiknas Skim PDM, Fakultas Teknik Universitas Widyagama Malang.
Preadinata, O. (2006). "Pengaruh Penambahan Limbah Batubara terhadap Stabilisasi Tanah Lempung." Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat.
Simanjuntak, M. R., Lubis, K., & Rangkuti, N. M. (2017). "Stabilisasi Tanah Lempung dengan Campuran Pasir Pantai terhadap Nilai CBR." Journal of Civil Engineering, Building and Transportation, 1(2), 96-104.
Waruwu, A., Rano, D., & Panjaitan, T. (2021). "Kajian Nilai California Bearing Ratio (CBR) pada Tanah Lempung Lunak dengan Variasi Tebal Stabilisasi Menggunakan Abu Vulkanik." Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-UNAND), 17, 116-130.
Bishop, A. W., & Henkel, D. J. "The Triaxial Test." Edward Arnold, London.
Das, B. M. (1998). "Mekanika Tanah Jilid 1." Jakarta: Penerbit Erlangga.
Das, B. M. (1998). "Mekanika Tanah Jilid 2." Jakarta: Penerbit Erlangga.
Bowles, J. E. (1993). "Sifat-Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah (Mekanika Tanah)." Edisi ke II, Jakarta: Penerbit Erlangga.
Craig, F. R. (1998). "Mekanika Tanah Edisi 4." Jakarta: Penerbit Erlangga.
Agus, F. dan I. G. M. Subiksa. 2008. Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian Dan Aspek Lingkungan. Balai Penelitian Tanah Dan World Agroforestry Centre (ICRAF). Bogor. Indonesia. 36 hal.
American Society for Testing and Materials. Standard Test Method for Standard Classification of Peat Samples by Laboratory Testing. ASTM designation: D-4427. 1992. Philadelphia. PA.
Anggara, R., Hendri, O., & Sarie, F. (2021). Daya Dukung Tanah Gambut Di Stabilisasi Dengan Campuran Garam, Gypsum, Dan Serbuk Bata
Bowles, J.E. 1989. Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah. Erlangga. Jakarta.
Cakrawisnu, D., Dwina, D. O., Nurdin, A., & Alfernando, O. (2022). Pengaruh Campuran Palm Oil Fuel Ash (POFA) terhadap Stabilisasi Tanah Gambut Ditinjau dari Nilai CBR Tanah. Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang, 9(1), 1-7.
Dunn, dkk, 1980, Dasar-dasar AnaUsis Geoteknik, IKIP Semarang Press, Semarang
Gazali, A., & Adawiyah, R. (2018). Pengaruh Variasi Waktu Pemeraman Terhadap Daya Dukung Tanah Lunak Gambut Kalimantan Selatan Distabilisasi Menggunakan Semen Portland: Effect Of Variation Of Curing Time On The Soft Carrying Capacity Of South Kalimantan Peat Stabilized Using Portland Cement. Media Ilmiah Teknik Sipil, 7(1), 9-17.
Hardiyatmo, H. C. 2010. Mekanika Tanah I. Edisi Kelima. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
Hardiyatmo, H.C.2002.Mekanika Tanah I, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Hendri, O., & Sarie, F. (2022). PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR DAN ABU SERBUK GEREGAJI KAYU SENGON TERHADAP KUAT GESER DAN DAYA DUKUNG TANAH GAMBUT. Density (Development Engineering of University) Journal, 4(2), 46-49.
Hikmatullah, Suparto, C Tafakresnanto, Sukarman, Suratman dan K Nugroho 2014. Petunjuk Teknis Survei dan Pemetaan Sumberdaya Tanah Tingkat Semi Detail Skala 1:50.000. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor. 34 hal.
Ilyas, T., Rahayu, W., dan Arifin D.S. 2008. Studi Perilaku Kekuatan Tanah Gambut Kalimantan yang distabilisasi dengan Semen Portland. Jurnal Teknologi. Edisi No. 1 Tahun XXI, Maret 2008. 1-8 ISSN 0215-1685.
Kealey, D. dan Haines, P.J. 2002. Instant Notes: Analytical Chemistry. BIOS Scientific Publisher Limited. New York.
Kustantrika, I. W. (2017, September). Stabilisasi Tanah Rawa Menggunakan Limbah Gergaji Kayu dan Serbuk Limbah Botol Kaca terhadap Peningkatan Nilai CBR. In Forum Mekanika (Vol. 6, No. 1, pp. 28-32).
L.D.Wesley (1977), Mekanika Tanah, cetakan VI, Badan Penerbit Pekerjaan Umum.
Ma'ruf, M. A., & Syauqiah, I. (2017). Efek Waktu Pemeraman Terhadap Karakteristik Sifat Fisik Tanah Gambut dengan Bahan Stabilisasi Serbuk Kayu. INFO-TEKNIK, 333-344.
Masganti. et al. 2017. Potensi dan pemanfaatan lahan gambut dangkal untuk pertanian. Journal Sumberdaya Lahan
Merah. Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, 5(1), 82-89.
Noor, M. 2001. Pertanian Lahan Gambut: Potensi dan Kendala. Kanisius. Yogyakarta.
Pratama, B. B., Hendri, O., & Sarie, F. (2021). Analisis Peningkatan Nilai Kuat Geser Tanah Gambut Dengan Bahan Stabilisasi Abu Ampas Tebu dan Kapur. Jurnal Kacapuri: Jurnal Keilmuan Teknik Sipil, 4(2), 325-335.
Pratama, K. V., Sarie, F., & Gandi, S. (2021). Pengaruh Pencampuran Tanah Gambut Dengan Pasir Dan Abu Tempurung Kelapa Terhadap Daya Dukung Tanah. Density (Development Engineering of University) Journal, 4(1), 34-39.
Radjagukguk, B. 1997. Peat Soil of Indonesia: Location, Classification, and Problems for Sustainability. In: Rieley and Page (Eds.). Biodiversity and sustainability of tropical peat and peatland. Samara Publishing Ltd. Cardigan. UK. 45-54 hal.
Rozaqi, F. G. (2023). Pengaruh Kapur dan Serbuk Kayu sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Berbutir Halus terhadap Nilai CBR (Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia).
Said, J.M., and Taib S.N.I. 2009. Peat Stabilization with Carbide Lime. UNIMAS E-Journal of Civil Engineering, Vol. 1: issue 1.
Saputra, I., & Ridha, M. (2019). Efek Penambahan Garam Pada Tanah Gambut Untuk Daya Dukung Tanah. Jurnal Teknik Sipil Unaya, 5(1), 17-25.
Saputra, N. A., & Respati, R. (2018). Stabilisasi tanah gambut Palangka raya dengan bahan campuran tanah non organik dan kapur. Media Ilmiah Teknik Sipil, 6(2), 124-131
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fito Lilansyah, Elsa Rati Hariza, Elly Tripujiastutie

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















