Pengaruh Penambahan Semen Terhadap Kuat Geser Tanah Berpasir (Studi Kasus :Seguring Bentiring)

Authors

  • Frandeka Frandeka Universitas Prof.Dr Hazairin,SH Bengkulu
  • Elsa Rati Hariza Universitas Prof.Dr Hazairin,SH Bengkulu
  • Sazuatmo Sazuatmo Universitas Prof.Dr Hazairin,SH Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7567

Keywords:

Tanah berpasir, Semen, Kuat Geser, Stabilisasi Tanah, Uji Triaksia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan semen terhadap kuat geser tanah berpasir yang berasal dari daerah Seguring Bentiring. Tanah berpasir secara umum memiliki kohesi yang rendah dan daya dukung yang terbatas, sehingga kurang ideal digunakan sebagai lapisan dasar konstruksi tanpa adanya perbaikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya stabilisasi untuk meningkatkan sifat fisik dan mekanis tanah tersebut agar lebih memenuhi persyaratan teknis dalam bidang geoteknik. Salah satu metode stabilisasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penambahan semen Portland (OPC) dengan variasi kadar sebesar 0%, 3%, 6%, dan 9% terhadap berat kering tanah. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH Bengkulu dengan menggunakan tiga sampel tanah yang diuji melalui serangkaian pengujian laboratorium, meliputi kadar air, berat jenis, analisis saringan, batas konsistensi, serta uji triaksial Unconsolidated Undrained (UU) untuk mengetahui parameter kuat geser tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan semen memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kuat geser tanah berpasir. Nilai kohesi (c) dan sudut geser dalam mengalami peningkatan seiring bertambahnya kadar semen. Kadar semen sebesar 9% menunjukkan hasil yang paling optimal dalam meningkatkan parameter kuat geser tanah. Hal ini disebabkan oleh proses sementasi yang memperkuat ikatan antar butiran tanah sehingga meningkatkan kestabilan struktur tanah. Dengan demikian, metode stabilisasi menggunakan semen terbukti efektif dalam memperbaiki karakteristik tanah berpasir dan sangat direkomendasikan untuk diaplikasikan pada pekerjaan konstruksi, khususnya pada perencanaan pondasi dan perkerasan jalan di daerah dengan kondisi tanah serupa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Consoli, N. C., Vendruscolo, M. A., & Fonini, A. (2007). Strength Properties of Sandy Soil–Cement Admixtures. Journal of Geotechnical and Geoenvironmental Engineering, 133(2), 197-205.

Clough, G. W., & Duncan, J. M. (1971). Finite Element Analyses of Laterally Loaded Piles in Sand. Journal of the Soil Mechanics and Foundations Division, 97(5), 773-791.

Horpibulsuk, S., Rachan, R., & Chinkulkijniwat, A. (2010). Strength Development in Cement Stabilized Low Plasticity and Coarse-Grained Soils: Laboratory and Field Study. Soils and Foundations, 50(4), 527-541.

Consoli, N. C., Heineck, K. S., & Coop, M. R. (2007). Shear Strength Behavior of Sand–Cement Mixtures. Geotechnical and Geological Engineering, 25(1), 121-136.

Mitchell, J. K., & Hooper, D. R. (1961). Influence of Time on Strength and Deformation of Soil-Cement Mixtures. Highway Research Board Bulletin, 292, 1-20.

Uddin, K., Balasubramaniam, A. S., & Tatsuoka, F. (1997). The Role of Cohesion and Cementation in the Mechanical Behavior of Unsaturated Soils. Geotechnical Testing Journal, 20(2), 195-210.

Sharma, R. S., & Sivakumar, V. (2003). Influence of Cement Addition on the Strength and Stiffness of Sands. Geotechnical and Geological Engineering, 21(4), 303-324.

Kumar, A., & Sharma, R. (2004). Effect of Cementation on Strength Characteristics of Sands. Journal of Geotechnical and Geoenvironmental Engineering, 130(6), 657-663.

Al-Aghbari, M. Y., Mohamedzein, Y. E. A., & Taha, R. (2009). Stabilization of Dune Sand for Road Subgrade by Using Cement, Lime, and Fly Ash. Construction and Building Materials, 23(2), 234-242.

Schnaid, F., Consoli, N. C., & Saldanha, R. B. (2001). The Strength of Cemented Sand in Triaxial Compression. Geotechnique, 51(8), 703-709.

Basha, E. A., Hashim, R., Mahmud, H. B., & Muntohar, A. S. (2005). Stabilization of Residual Soils with Rice Husk Ash and Cement. Construction and Building Materials, 19(6), 448-453.

Bowles, J. E. (1996). Foundation analysis and design (5th ed.). McGraw-Hill.

Das, B. M. (2010). Principles of geotechnical engineering (7th ed.). Cengage Learning.

Indrawan, I. G. B., & Tjandra, D. (2017). Pengaruh penambahan semen terhadap kuat geser tanah pasir menggunakan uji geser langsung. Jurnal Teknik Sipil Indonesia, 8(2), 45-52.

Karol, R. H. (2003). Chemical grouting and soil stabilization (3rd ed.). CRC Press.

Kusumawardhani, F., & Satyana, A. (2020). Stabilisasi tanah pasir dengan semen Portland untuk meningkatkan parameter kuat geser. Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan, 11(1), 25-30.

Prakoso, W. A., & Setiawan, T. (2018). Studi laboratorium stabilisasi tanah berpasir dengan semen terhadap parameter geser tanah. Media Teknik Sipil, 13(3), 78-85.

Santoso, H., & Rachman, M. A. (2019). Evaluasi karakteristik kuat geser tanah pasir yang dicampur semen melalui pengujian triaksial. Jurnal Ilmu Teknik Tanah, 6(1), 33-41.

Downloads

Published

30-03-2026

How to Cite

[1]
F. Frandeka, E. R. Hariza, and S. Sazuatmo, “Pengaruh Penambahan Semen Terhadap Kuat Geser Tanah Berpasir (Studi Kasus :Seguring Bentiring)”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 10176–10204, Mar. 2026.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>