Pengaruh Abu Limbah Bonggol Jagung sebagai Filler Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC)
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.8450Keywords:
AC-WC, Abu Limbah, Bonggol Jagung, Marshall, StabilitasAbstract
Pemakaian bahan yang aman ketika membangun jalan dinilai harus diperhatikan secara serius karena berkaitan dengan kualitas konstruksi serta dampaknya terhadap lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah pemanfaatan bahan limbah yang dinilai aman sebagai bahan tambah (filler) dalam campuran aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu limbah bonggol jagung terhadap kinerja campuran aspal Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) pada kadar aspal optimum (KAO) sebesar 5,5%. Variasi kadar abu limbah bonggol jagung yang digunakan yaitu 0%, 1%, 2%, dan 3% terhadap berat total filler. Pengujian dilakukan menggunakan metode Marshall untuk memperoleh parameter stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), serta nilai Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Asphalt (VFA).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar penambahan optimum (KPO) abu limbah bonggol jagung berada pada kisaran 1% hingga 2%. Pada KPO 1%, diperoleh nilai VMA sebesar 15,94%, VFA 73,3%, VIM 4,3%, stabilitas 2818,5 kg, flow 3,0 mm, dan MQ 1150,3 kg/mm. Sementara itu, pada KPO 2% diperoleh nilai VMA 16,53%, VFA 70,1%, VIM 5,0%, stabilitas 2447,9 kg, flow 2,7 mm, dan MQ 1015,7 kg/mm. Penambahan abu bonggol jagung memberikan pengaruh terhadap karakteristik Marshall, di mana nilai VFA cenderung menurun, sedangkan VMA, VIM, stabilitas, flow, dan MQ mengalami peningkatan seiring bertambahnya kadar abu. Namun, penambahan di atas 2% menunjukkan kecenderungan penurunan kinerja campuran. Dengan demikian, abu limbah bonggol jagung berpotensi digunakan sebagai bahan pengganti filler yang ramah lingkungan pada campuran AC-WC dalam batas kadar optimal.
Downloads
References
Adam, A. F., & Sagita, B. H. (2021). [Judul artikel tidak tersedia]. 7(2), 5127–5134.
Suryanto & Nurokhman. (2022). Evaluasi Properti Marshall Terhadap Mutu Aspal Beton Lapangan Pada Runway Bandara Yogyakarta International Airport.
Dwi Nata & Dharmawansyah (n.d.) HEXAGON (Jurnal Teknik dan Sains) PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH ABU CANGKANG KEMIRI DAN ABU BONGGOL JAGUNG TERHADAP UJI KUAT TEKAN PADA PAVING BLOCK. 5(2), 2721–3714.
Batari et al., (2024) Studi Penggunaan Bonggol Jagung (Frumentum Cobs) Sebagai Filler Terhadap Karakteristik Ac-Bc (Asphalt Concrete-Binder Course). Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ujung Pandan.
Warhamni et al. (n.d.) ABSTRAK ANALISIS CAMPURAN AC-WC TERHADAP LIMBAH ABU BONGGOL JAGUNG SEBAGAI FILLER
Yunita pane, Suhelmi, Desi Sri Pasca Sari. (2021). Analisa Semen Portland Dan Abu Batu Sebagai Filler Dengan Marshall Dan Durasibilitas Aspal Hotmix (AC - WC).
Muhammad Rasyid Tahir. (2018). ANALISA KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON DENGAN FILLER YANG BERBEDA TERHADAP NILAI MARSHALL.
Afirul, R. A., & Yuhanah, ; Tri. (2022). Pemanfaatan Limbah Abu Tongkol Jagung Dan Bottom Ash Sebagai Bahan Campuran Pembuatan Paving Block. 11(2). https://doi.org/10.33322/forummekanika.v11i2.1834
Alzahri, syahril, & Firnando, F. (n.d.). USE OF CORN COB WASTE ASH AS A FILLER IN ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC).
Maulana Bramasta, A., Hasanuddin, A., Amri Wicaksono, L., Kalimantan, J., Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil, J., Teknik, F., & Jember, U. (n.d.). Kinerja Marshall pada Campuran Split Mastic Asphalt (SMA) Marshall Performance of Split Mastic Asphalt Mixtures (SMA) Using Natural Cellulose Fiber Corn Cob.
nasution muhammad. (n.d.). INJAUAN KUAT TEKAN DAN LENTURDARI CAMPURAN BETON YANG MENGGUNAKANABU BONGGOL JAGUNG SEBAGAI PENGGANTISEBAGIAN AGREGAT HALUS.
Sau’langi, A. S., & Tanje, H. W. (2021). Pemanfaatan Abu Limbah Bonggol Jagung Sebagai Bahan Substitusi Filler Untuk Campuran AC-WC. Paulus Civil Engineering Journal, 3(4), 587–594.
Senja Rum Harnaeni1, P. E. K. (n.d.). TINJAUAN VOID CAMPURAN ASPAL YANG DIPADATKAN MENGGUNAKAN ALAT PEMADAT ROLLER SLAB (APRS) DAN STAMPER.
Spesifikasi umum bina marga 2018. (n.d.). DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA SPESIFIKASI UMUM 2018.
Sukirman 2016. (n.d.). Agregat merupakan komponen utama dari struktur perkerasan jalan, yaitu 90-95% agregat berdasarkan persentase berat, atau 75-85% agregat berdasarkan persentase volume.
Syaifuddin. (2013). ANALISA PARAMETER MARSHALL ASPAL BETON AC-WC. JURNAL PORTAL, 5 NO. 2.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ari Eriksan, Elly Tri Pujiastutie, Elsa Rati Hariza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















