Relasi Sosio-Kultural Masyarakat dan Pelestarian Warisan di Kampung Peneleh: Studi Kasus Kualitatif

Authors

  • Junior Putra Surya Universitas Ciputra Surabaya
  • Valicia Geralyn Purwanto Universitas Ciputra Surabaya
  • Abigail Hamidy Kushandojo Universitas Ciputra Surabaya
  • Wisnu Adjie Nata Wijaya Universitas Ciputra Surabaya
  • Nadine Graciela Lofiandy Universitas Ciputra Surabaya
  • Irra Chrisyanti Dewi Universitas Ciputra Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4929

Keywords:

Heritage Community, Hubungan Sosio-Kultural, Identitas Kolektif, Kampung Peneleh, Pelestarian Warisan

Abstract

Pelestarian warisan budaya di kawasan perkotaan sering kali menghadapi tantangan berupa rendahnya keterlibatan masyarakat dan dominasi pendekatan konservasi fisik. Kampung Peneleh di Kota Surabaya, sebagai permukiman tertua dengan nilai sejarah tinggi, menjadi contoh menarik untuk memahami bagaimana relasi sosio-kultural masyarakat berperan dalam keberlanjutan pelestarian warisan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran masyarakat lokal dalam pelestarian warisan budaya Kampung Peneleh serta mengkaji proses pembentukan identitas kolektif melalui hubungan sosio-kultural yang terbangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan enam informan kunci, serta analisis dokumen pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan Reflexive Thematic Analysis untuk mengidentifikasi pola makna dan proses transformasional yang terjadi dalam komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian warisan di Kampung Peneleh berlangsung melalui tiga tahap utama, yaitu trigger, institutionalization, dan habituation. Tahap trigger ditandai oleh peristiwa pemicu berupa pengakuan formal situs bersejarah yang mengubah kesadaran masyarakat. Tahap institutionalization terjadi melalui pembentukan Pokdarwis “Peneleh Heritage” sebagai mediator sosial yang mengorganisasi partisipasi warga. Selanjutnya, tahap habituation tercermin dalam internalisasi nilai heritage ke dalam praktik sosial sehari-hari, seperti hospitality, gotong royong, dan tumbuhnya ekonomi lokal berbasis warisan. Proses ini membentuk identitas kolektif masyarakat sebagai heritage community. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya heritage community theory dengan menawarkan model transformasional berbasis praktik sosial. Secara praktis, temuan penelitian menegaskan pentingnya kebijakan pelestarian yang berorientasi pada penguatan komunitas lokal sebagai aktor utama keberlanjutan warisan budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A’ini, N. Q. (2023). 6 Fakta Menarik dari Kampung Peneleh Surabaya. detikJatim.

Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan Pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9

Bowen, G. A. (2009). Document Analysis as A Qualitative Research Method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40.

Braun, V., Clarke, V., Hayfield, N., Davey, L., & Jenkinson, E. (2023). Doing Reflexive Thematic Analysis. In Supporting Research in Counselling and Psychotherapy: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Research (pp. 19-38). Cham: Springer International Publishing.

British Sociological Association. (2017). Statement of Ethical Practice.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design. Sage.

Cultural Heritage Preservation through Community Engagement: A New Paradigm for Social Sustainability. (2024). Indonesian Journal of Studies on Humanities, Social Sciences and Education, 1(2), 50–59. https://doi.org/10.54783/cv5q0011

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga. (2024, Juli 8). Festival Peneleh 2024: Menjelajahi Sejarah Kampung Peneleh. FIB UNAIR.

Guest, G., Namey, E., & Saldaña, J. (2012). Collecting and Analyzing Qualitative Data. Sage.

Kvale, S., & Brinkmann, S. (2015). InterViews: Learning the Craft of Qualitative Research Interviewing. Sage.

Nurany, F., Fitriawardhani, T., Fasya, D. I., Wahyuni, D., & Damianty, O. L. (2023). Eksplorasi Potensi Wisata Heritage Kampung Peneleh sebagai Daya Tarik Wisata. Seminar Nasional dan Call for Paper, 10(1), 136–147.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative Research & Evaluation Methods. Sage.

Pebriani, A., Ramadhan, R. K., & Purwitasari, A. (2024). Identitas Budaya dalam Konteks Perubahan Sosial. Jurnal Nakula, 2(1), 235–242. https://doi.org/10.61132/nakula.v2i1.436

Putri, A. N. R. W. P., & Elviana, E. (2025). Upaya Mempertahankan Bangunan Heritage di Kawasan Kampung Peneleh Kota Surabaya sebagai Identitas Kawasan. Journal of Architecture and Urbanism Research, 9(1), 368–375.

Ratna, S. (2020). Penerapan Metode Studi Kasus dalam Penelitian Arsitektur Perilaku. Inersia: Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur, 16(1), 92-104.

Rosyadah, A. N. W. P. P., & Elviana, E. (2025). Upaya Mempertahankan Bangunan Heritage di Kawasan Kampung Peneleh Kota Surabaya sebagai Identitas Kawasan. Journal of Architecture and Urbanism Research, 9(1), 368-375.

Spradley, J. P. (2016). Participant observation. Waveland Press.

Waterton, E., & Smith, L. (2010). The Recognition and Misrecognition of Community Heritage. Ashgate.

Widya, K. S., & Santoso, E. B. (2024). Strategi Pengembangan Community Based Tourism Berdasarkan Peran Stakeholder Masyarakat (Studi Kasus: Kawasan Wisata Peneleh Kota Surabaya). Jurnal Penataan Ruang, 19, 84-95. http://dx.doi.org/10.12962/j2716179X.v19i0.20846

Yin, R. K. (2019). Case Study Research and Applications. Sage.

Downloads

Published

02-01-2026

How to Cite

[1]
J. P. Surya, V. G. Purwanto, A. H. Kushandojo, W. A. N. Wijaya, N. G. Lofiandy, and I. C. Dewi, “Relasi Sosio-Kultural Masyarakat dan Pelestarian Warisan di Kampung Peneleh: Studi Kasus Kualitatif”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 8440–8448, Jan. 2026.

Most read articles by the same author(s)