Festival Tionghoa di Kenjeran: Antara Pelestarian Budaya dan Praktik Pariwisata Berkelanjutan

Authors

  • Annastasya Kesya Diva Universitas Ciputra Surabaya
  • Beak Jangmi Universitas Ciputra Surabaya
  • Cherry Verrellyn Universitas Ciputra Surabaya
  • Mazaya Azka Universitas Ciputra Surabaya
  • Tiara Casela Zahri Universitas Ciputra Surabaya
  • Yoannetta Isabel Universitas Ciputra Surabaya
  • Irra Chrisyanti Dewi Universitas Ciputra Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4770

Keywords:

Festival Tionghoa, Metode Kualitatif, Pantai Kenjeran, Pariwisata Berkelanjutan, Pelestarian Budaya

Abstract

Pantai Kenjeran, terletak di Surabaya, memiliki peran strategis dalam pelestarian budaya Tionghoa melalui berbagai festival tradisional, seperti Imlek dan perayaan lainnya. Selain sebagai bentuk ekspresi spiritual, festival-festival ini berpotensi menjadi daya tarik pariwisata yang mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pelaksanaan Festival Tionghoa di Kenjeran berkontribusi pada pelestarian budaya serta mendukung praktik pariwisata yang ramah lingkungan, sosial, dan ekonomi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara dengan pengelola tempat ibadah Tionghoa di Kenjeran, serta dokumentasi kegiatan festival. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi nilai-nilai budaya yang dipertahankan, bentuk partisipasi masyarakat lokal, dan strategi pengelolaan festival yang mendukung prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Tionghoa di Kenjeran tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, tetapi juga sebagai pendorong ekonomi lokal, dengan meningkatkan interaksi sosial dan solidaritas antar masyarakat. Festival ini juga berperan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan mengintegrasikan kearifan lokal dalam setiap kegiatan. Penelitian ini menyarankan pentingnya pengelolaan yang konsisten dan adaptif untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata modern, serta memanfaatkan media digital untuk promosi yang lebih luas, terutama untuk menarik generasi muda. Ke depan, penelitian ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman mengenai dampak jangka panjang festival terhadap bisnis lokal dan tren pariwisata di kawasan tersebut.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2024, February). Cap Go Meh Singkawang: Merayakan harmoni budaya di Kota Seribu Kelenteng. Kemenparekraf.go.id. Retrieved from https://kemenpar.go.id/berita/cap-go-meh-singkawang-merayakan-harmoni-budaya-di-kota-seribu-kelenteng

Kumparan.com. (2020, April 1). Klenteng Sanggar Agung Surabaya yang memiliki sejarah dan budaya. https://m.kumparan.com/jendela-dunia/klenteng-sanggar-agung-surabaya-yang-memiliki-sejarah-dan-budaya-2238wNWr93J/full

Kurniawan, A. R. (2021). Tantangan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat pada era digital di Indonesia (Studi kasus Pangalengan). Tornare: Jurnal Pariwisata Universitas Padjadjaran, 3(1), 45–56. Retrieved from https://jurnal.unpad.ac.id/tornare/article/viewFile/25418/13343

Ramadhan, I. N. (2023). Akulturasi budaya masyarakat etnis Tionghoa dengan masyarakat Sunda di Pecinan Suryakencana Kota Bogor. GANCEJ: Journal of Global Academic Culture and Education. Universitas Pendidikan Ganesha. Retrieved from https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/GANCEJ/article/download/4902/1616/

Ramadhan, I. N. (2023). Festival Cap Go Meh sebagai atraksi wisata budaya di Kota Singkawang. Jurnal Pariwisata Indonesia (JPI), 17(2), 97–108. Retrieved from https://jurnal.stpsahidsurakarta.ac.id/index.php/JPI/article/download/497/304/1268

Smith, M. K. (2006). Cultural tourism: The partnership between tourism and cultural heritage. Routledge.

Suryani, N. M. A. (2024). Kajian unsur tradisional Tionghoa dalam budaya Bali. JISH: Journal of International Society and Humanity. Universitas Pendidikan Ganesha. Retrieved from https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JISH/article/download/85727/31196/254073

Pontianakinfo. (2025, February 12). Festival Cap Go Meh 2025 dorong pertumbuhan ekonomi dan UMKM di Singkawang. Pontianakinfo Disway. Retrieved from https://pontianakinfo.disway.id/lokal-kota-singkawang/read/11554/festival-cap-go-meh-2025-dorong-pertumbuhan-ekonomi-dan-umkm-di-singkawang

Media Center Kota Singkawang. (2025, February 11). Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang dongkrak sektor ekonomi dan UMKM. Media Center Kota Singkawang. Retrieved from https://mediacenter.singkawangkota.go.id/berita/perayaan-imlek-dan-cap-go-meh-singkawang-dongkrak-sektor-ekonomi-dan-umkm/

Sokoguru. (2025, February 13). Meriah! Festival Cap Go Meh Singkawang berdampak ekonomi signifikan terhadap pelaku UMKM. Sokoguru.id. Retrieved from https://sokoguru.id/kreatif/meriah-festival-cap-go-meh-singkawang-berdampak-ekonomi-signifikan-terhadap-pelaku-umkm

Lasmawan, I. W., Suastika, I. N., Sanjaya, D. B., & Pardi, I. W. (2024). Potensi pengembangan model pendidikan multikultural berbasis budaya Balichinesia melalui pendekatan eduwisata di Bali. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 13(3), 695–704. https://doi.org/10.23887/jish.v13i3.85727

Harofah, C., & Mutagin, E. Z. (2023). Strategi Pengembangan Wisata Budaya Yang Berkelanjutan Di Destinasi Wisata Djagongan Koena Kejawar Banyumas. Jurnal Industri Pariwisata, 6(1), 14-26.https://doi.org/10.36441/pariwisata.v6i1.1150

Yusuf, M., Reverawaty, W. I., & Ardiyansyah, A. (2019). Pendampingan Pelestarian Budaya sebagai Objek Wisata melalui Festival Kampung di Desa Senaung Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 5(3), 331. https://doi.org/10.22146/jpkm.46884

Herwiratno, M. (2003). Kelenteng: Benteng terakhir dan titik awal perkembangan kebudayaan Tionghoa di Indonesia. Indonesian Journal of Social and Cultural Anthropology, XXVII(71), 1–20. Universitas Indonesia, Departemen Antropologi. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/166588-ID-kelenteng-benteng-terakhir-dan-titik-awa.pdf

Universitas Airlangga. (2024, February 23). Tradisi Tionghoa Cap Go Meh dalam keragaman budaya di Indonesia. Universitas Airlangga. Retrieved from https://unair.ac.id/tradisi-tionghoa-cap-go-meh-dalam-keragaman-budaya-di-indonesia/

World Tourism Organization. (2005). Making tourism more sustainable: A guide for policy makers (pp. 11–12). UNEP and UN Tourism. Retrieved January 7, 2026, from https://www.untourism.int/sustainable-development

Downloads

Published

12-01-2026

How to Cite

[1]
A. K. Diva, “Festival Tionghoa di Kenjeran: Antara Pelestarian Budaya dan Praktik Pariwisata Berkelanjutan”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 10319–10327, Jan. 2026.

Most read articles by the same author(s)