Evaluasi Penggunaan Aditif Tipe F dan Beton Normal terhadap Kinerja Beton dalam Konstruksi Rigid Pavement
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9403Keywords:
Aditif Tipe F, Beton Normal, Rigid Pavement, Kinerja Beton, Kuat Tekan, WorkabilityAbstract
Beton merupakan material utama yang banyak digunakan dalam konstruksi rigid pavement karena memiliki kemampuan menahan beban yang tinggi, daya tahan yang baik, serta umur layanan yang relatif panjang. Pada perkerasan kaku (rigid pavement), beton berfungsi sebagai elemen struktural utama yang menerima dan mendistribusikan beban kendaraan ke lapisan di bawahnya. Oleh karena itu, kualitas beton yang digunakan harus memenuhi persyaratan kekuatan dan ketahanan agar mampu menghadapi beban lalu lintas yang terus meningkat serta pengaruh kondisi lingkungan seperti perubahan suhu, kelembapan, dan curah hujan. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan alat compression test, diperoleh nilai rata-rata kuat tekan beton dengan penambahan zat aditif pada umur 7 hari sebesar 19,46 MPa dan meningkat menjadi 28,11 MPa pada umur 28 hari. Sementara itu, beton normal tanpa penambahan zat aditif memiliki nilai rata-rata kuat tekan sebesar 18,39 MPa pada umur 7 hari dan 25,45 MPa pada umur 28 hari. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penambahan zat aditif memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kuat tekan beton pada kedua umur pengujian. Peningkatan nilai kuat tekan ini mengindikasikan bahwa zat aditif mampu memperbaiki proses hidrasi semen sehingga menghasilkan struktur beton yang lebih padat dan kuat. Selain itu, penggunaan zat aditif juga berpotensi meningkatkan kualitas beton dalam aspek durabilitas dan ketahanan terhadap kerusakan. Dengan demikian, beton yang menggunakan zat aditif dapat menjadi alternatif yang efektif untuk diterapkan pada konstruksi rigid pavement guna memperoleh kinerja perkerasan yang lebih baik dan umur pelayanan yang lebih panjang.
Downloads
References
1. Jamal, M., Widiastuti, M., & Anugrah, A. T. (2018, January). Pengaruh penggunaan Sikacim Concrete Additive terhadap kuat tekan beton dengan menggunakan agregat kasar bengalon dan agregat halus pasir Mahakam. In Prosiding Seminar Nasional Teknologi, Inovasi dan Aplikasi di Lingkungan Tropis (Vol. 1, No. 1, pp. 28-36).
2. Budiono, A., & Basid, A. (2021). Analisis Kuat Tekan Beton Dengan Penambahan Campuran Silica Fume Untuk Mutu Beton K-300 Dalam Penggunaan Jalan Rigid Pavement. Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik, 2(1), 22-29 25 Mpa) Menggunakan Pasir Sungai Musi. Jurnal Teknik Teknika Vol 6 No.1 Agustus 2019.
3. Kementerian PUPR, 2017. Konsep Dasar dan Konstruksi Perkerasan Kaku. Modul 1 Konsep Dasar Konstruksi Perkerasan Kaku. Bandung.
4. Kurniati, Dwi dan Imam Trianggoro Saputro. 2024. Evaluasi Kuat Lentur Beton Bertulang Bambu. Jurnal Karkasa Volume 10 No. 2 2024.
5. Kusuma, Santos Surya, dkk. 2024. Pengaruh Penggunaan Polyethylene Terephthalate sebagai Agregat Halus terhadap Kuat Lentur Beton. Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Volume 8 No. 2 (2024) pp. 249 –254.
6. Muliadi, Sofyan, Yusti Hajar. 2018. Pengaruh Kuat Lentur Beton Terhadap Penambahan Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit. Teras Jurnal, Vol 8, No 2, September 2018.
7. Pane, Fanto-Pardomuan dkk 2015. Pengujian Kuat Tarik Lentur Beton Dengan Variasi Kuat Tekan Beton. Jurnal Sipil Statik Vol.3 No.5 Mei 2015 (313- 321). Pranoto, Yudi dkk. 2021. Studi Kuat Lentur Beton Dengan Bahan
8. Abaka. Teras Jurnal, Vol 11, No 1, Maret 2021.
9. Rahmat dkk. 2017. Kajian Kuat Lentur Beton Pada Perkerasan Kaku JalanTol
10. Balikpapan-Samarinda. Media Ilmiah Teknik Sipil Volume 6 Nomor 1 Desember 2017 Hal. 50-60.
11. SNI 1974, 2011. SNI 1974-2011 Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji
12. Silinder. Badan Standardisasi Nasional Indonesia. Jakarta.
13. SNI 2458, 2088. Tata Cara Pengambilan Beton Contoh Beton Segar (SNI 2458:2008). Standar Nasional Indonesia (SNI). Jakarta.
14. SNI 2847, 2019. Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan (SNI 2847:2019). Standar Nasional Indonesia (SNI). Jakarta.
15. SNI 4431, 2011. SNI 4431-2011 Cara uji kuat lentur beton normal dengan dua titik pembebanan. Badan Standar Nasional Indonesia. Jakarta.
16. Rodji, A. P., Sihombing, S. M., & Tanjung, N. (2022). Analisis Kuat Tekan Beton Menggunakan Limbah Botol Kaca Sebagai Pengganti Senagian Agregat Halus Dan Gula Merah Sebagai Bahan Tambah/Aditif Beton. Jurnal Sipil Krisna, 8(2), 37-44.
17. Saputra, G. R. (2021). Perbedaan Uji Kuat Tekan Beton Menggunakan Zat Aditif dan Non Aditif. STATIKA: Jurnal Teknik Sipil, 7(1), 12-20.
18. Jamal, M., Tamrin, T., Sutanto, T. D. D., & Gusty, S. (2024). Analisis Fly Ash Tipe C Sebagai Aditif Terhadap Kuat Tekan Beton Menggunakan Agregat Halus Samboja. Jurnal Dinamika Rekayasa, 20(1), 29-37.
19. Vera, V. Z. S., Destania, H. R., & Febryandi, F. (2023). Pengaruh Campuran Zat Aditif Sikacim Dan Fly Ash Sebagai Substitusi Semen Terhadap Kuat Tekan Beton. Jurnal Deformasi, 8(1), 15-22
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aleki Saputra, Sazuatmo Sazuatmo, Elsa Rati Hariza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















