Analisis Lapisan Perkerasan Jalan Beton Flextural Strength (FS) 45 Menggunakan Material Quary Pematang Sapang
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6726Keywords:
Perkerasan Kaku, Flexural Strength, Kuat Lentur, Job Mix Design, AgregatAbstract
Perkerasan kaku (rigid pavement) merupakan salah satu jenis perkerasan yang banyak digunakan pada konstruksi jalan karena memiliki kekuatan struktural tinggi, mampu menahan beban lalu lintas berat, serta memiliki umur layan yang relatif panjang dengan kebutuhan pemeliharaan yang lebih rendah dibandingkan perkerasan lentur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan material dari Quarry Pematang Sapang dalam perencanaan campuran beton dengan flexural strength (FS) 45 untuk pekerjaan perkerasan jalan beton di Provinsi Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pengujian laboratorium. Tahapan penelitian meliputi pemeriksaan karakteristik agregat kasar dan agregat halus, analisis gradasi, pengujian abrasi, kadar lumpur, dan penyerapan air, serta perancangan campuran beton berdasarkan SNI 03-2834-2000. Pengujian kuat lentur dilakukan mengacu pada SNI 4431:2011, sedangkan pengujian kuat tekan mengacu pada SNI 1974:2011. Benda uji yang digunakan berupa balok berukuran 15×15×60 cm untuk uji lentur dan silinder 15×30 cm untuk uji tekan, dengan pengujian pada umur 7 dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa agregat kasar memiliki nilai abrasi 23,10% dan nilai penyerapan yang masih memenuhi spesifikasi teknis. Komposisi campuran optimum per m³ beton terdiri atas semen 396 kg, air 190 liter, agregat kasar 1288 kg, dan agregat halus 526 kg, dengan nilai slump rata-rata 8,25 cm sesuai dengan rencana 7,5–10 cm. Nilai kuat lentur rata-rata mencapai 3,67 MPa pada umur 7 hari dan meningkat menjadi 4,55 MPa pada umur 28 hari. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa material Quarry Pematang Sapang memenuhi persyaratan teknis untuk perkerasan beton FS 45.
Downloads
References
Ali, Ismanto Wahab dkk. 2024. Penggunaan Serat Polypropylene Untuk Meningkatkan Kuat Lentur Beton Pada Perkerasan Kaku. Jurnal Kacapuri : Jurnal Keilmuan Teknik Sipil Volume 7. No. 1 Juni 2024 Halaman:13-26.
ASTM, C., 2002. Astm C78/C78M -18: Standard Test Method for Flexural Strengthth of Concrete (Using Simple Beam with Third-Point Loading) ASTM International. USA.
ASTM C39/C39M, 2003. Standard Test Method for Compressive Strengthth of Cylindrical Concrete Specimens 1. ASTM Standard Book.
Ali, Ismanto Wahab dkk. 2024. Penggunaan Serat Polypropylene Untuk Meningkatkan Kuat Lentur Beton Pada Perkerasan Kaku. Jurnal Kacapuri : Jurnal Keilmuan Teknik Sipil Volume 7. No. 1 Juni 2024 Hala1man:13-26.
Farlianti, Sari, 2019. Kajian Kuat Lentur Beton Terhadap Kuat Tekan Beton (Fc’= 25 Mpa) Menggunakan Pasir Sungai Musi. Jurnal Teknik Teknika Vol 6 No.1 Agustus 2019.
Kementerian PUPR, 2017. Konsep Dasar dan Konstruksi Perkerasan Kaku. Modul 1 Konsep Dasar Konstruksi Perkerasan Kaku. Bandung.
Kurniati, Dwi dan Imam Trianggoro Saputro. 2024. Evaluasi Kuat Lentur Beton Bertulang Bambu. Jurnal Karkasa Volume 10 No. 2 2024.
Kusuma, Santos Surya, dkk. 2024. Pengaruh Penggunaan Polyethylene Terephthalate sebagai Agregat Halus terhadap Kuat Lentur Beton. Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Volume 8 No. 2 (2024) pp. 249 – 254.
Muliadi, Sofyan, Yusti Hajar. 2018. Pengaruh Kuat Lentur Beton Terhadap Penambahan Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit. Teras Jurnal, Vol 8, No 2, September 2018.
Pane, Fanto-Pardomuan dkk 2015. Pengujian Kuat Tarik Lentur Beton Dengan Variasi Kuat Tekan Beton. Jurnal Sipil Statik Vol.3 No.5 Mei 2015 (313-321).
Pranoto, Yudi dkk. 2021. Studi Kuat Lentur Beton Dengan Bahan Tambah Serat Abaka. Teras Jurnal, Vol 11, No 1, Maret 2021.
Rahmat dkk. 2017. Kajian Kuat Lentur Beton Pada Perkerasan Kaku Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Media Ilmiah Teknik Sipil Volume 6 Nomor 1 Desember 2017 Hal. 50-60.
SNI 1974, 2011. SNI 1974-2011 Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder. Badan Standardisasi Nasional Indonesia. Jakarta.
SNI 2458, 2088. Tata Cara Pengambilan Beton Contoh Beton Segar (SNI 2458:2008). Standar Nasional Indonesia (SNI). Jakarta.
SNI 2847, 2019. Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan (SNI 2847:2019). Standar Nasional Indonesia (SNI). Jakarta.
SNI 4431, 2011. SNI 4431-2011 Cara uji kuat lentur beton normal dengan dua titik pembebanan. Badan Standar Nasional Indonesia. Jakarta.
Sofyan dan David Sarana. 2021. Studi Eksperimental Kuat Lentur Beton Serat Sisal. Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil (JRKMS) Volume 05 Nomor 01 Mei 2022.
Suryani, Anggi, Dewi, Sri-Hartati Dewi, Harmiyati, 2018. The Correlation Of Bending Strengthht And Compressive Strengthth of Concrete. Jurnal Saintis. Volume 18 Nomor 2, Oktober 2018, 43-54.
Vilanova, A., Fernandez-Gomez, J., and Landsberger, G.A., 2011. Evaluation of the mechanical properties of self compacting concrete using current estimating models: Estimating the modulus of elasticity, tensile strengthth, and modulus of rupture of self compacting concrete. Construction and Building Materials, 25 (8), 3417–3426.
Widianto, T.W., dkk. 2023. Kuat Lentur Beton Menggunakan Agregat Batu Petangis dan Pasir Semboja dengan Penambahan Botol Plastik. Jurmateks : Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Sipil Volume 6 Nomor 2 Tahun 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Dwi Hibatullah, Sazuatmo Sazuatmo, Elly Tri Pujiastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















