Pengaruh Terapi Kompres Hangat terhadap Stabilitas Termoregulasi, Respons Fisiologis, dan Durasi Penurunan Suhu pada Bayi Hipertermi: Studi Quasi-Eksperimental di Ruang Anggrek RSUD dr. T.C. Hillers Maumere

Authors

  • Laurentina Nona Eda STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere
  • Clara Yosefina Francis STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere
  • Maria Kornelia Ringgi Kuwa STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere
  • Gabriel Mane STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6857

Keywords:

Kompres Hangat, Hipertermi Bayi, Termoregulasi, Respons Fisiologis, Quasi-Eksperimental

Abstract

Hipertermi pada bayi merupakan kondisi klinis yang berisiko menimbulkan gangguan keseimbangan cairan, peningkatan kebutuhan metabolik, serta ketidakstabilan sistem kardiovaskular dan respirasi. Bayi memiliki mekanisme termoregulasi yang belum matang sehingga rentan mengalami fluktuasi suhu tubuh. Intervensi nonfarmakologis seperti terapi kompres hangat menjadi bagian dari praktik keperawatan berbasis bukti dalam membantu menurunkan suhu tubuh secara fisiologis melalui mekanisme vasodilatasi perifer dan peningkatan evaporasi panas. Namun, efektivitasnya terhadap stabilitas termoregulasi dan respons fisiologis bayi masih memerlukan pembuktian empiris di setting klinis lokal. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel dipilih menggunakan teknik consecutive sampling sesuai kriteria inklusi. Kelompok intervensi diberikan kompres hangat dengan suhu 37–40°C selama 15–20 menit, sedangkan kelompok kontrol memperoleh perawatan standar ruangan. Variabel yang diukur meliputi suhu tubuh aksila, denyut nadi, frekuensi napas, dan durasi penurunan suhu hingga mencapai rentang normal. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05. Terdapat penurunan suhu tubuh yang signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p<0,05). Stabilitas termoregulasi lebih cepat tercapai pada kelompok yang diberikan kompres hangat, disertai perbaikan respons fisiologis berupa penurunan denyut nadi dan frekuensi napas menuju rentang normal. Rerata durasi penurunan suhu pada kelompok intervensi lebih singkat dibandingkan kelompok kontrol. Terapi kompres hangat berpengaruh signifikan terhadap stabilitas termoregulasi, respons fisiologis, dan percepatan durasi penurunan suhu pada bayi hipertermi. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari praktik keperawatan berbasis bukti dalam manajemen hipertermi bayi di ruang perawatan anak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbar, F. K., Arfan, F., Suprapto, S., & Toratte, M. T. (2025). Effectiveness of warm water compresses in lowering body temperature in children with febris. Journal Interdisciplinary Health, 1(2), 51–58. https://doi.org/10.61099/jih.v1i2.121

American Academy of Pediatrics. (2021). Clinical report: Fever and antipyretic use in children. Pediatrics, 148(6), e2021054666. https://doi.org/10.1542/peds.2021-054666

Bhutta, Z. A., Das, J. K., Walker, N., Rizvi, A., Campbell, H., Rudan, I., & Black, R. E. (2022). Interventions to address infections and hyperthermia in neonates and children. The Lancet, 399(10330), 1233–1246. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)02762-9

Chiappini, E., Venturini, E., Remaschi, G., Principi, N., & Longhi, R. (2021). Update of the 2009 Italian pediatric society guidelines about management of fever in children. Clinical Therapeutics, 43(1), 48–63. https://doi.org/10.1016/j.clinthera.2020.11.004

Dentika, F. S., & Arniyanti, A. (2023). Effectiveness of warm compresses and plaster compresses in decreasing body temperature in infants with fever. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(1), 897–904. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i1.897

El-Radhi, A. S. (2020). Why is the evidence not affecting the practice of fever management? Archives of Disease in Childhood, 105(9), 872–876. https://doi.org/10.1136/archdischild-2019-318221

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman tata laksana demam pada anak di fasilitas pelayanan kesehatan. https://www.kemkes.go.id

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. https://www.kemkes.go.id

O’Brien, S., Edwards, A., & Hood, K. (2021). Management of fever in infants and children: A systematic review. BMJ Paediatrics Open, 5(1), e001087. https://doi.org/10.1136/bmjpo-2020-001087

Oktaviana, P., Prajayanti, E. D., & Ratrinaningsih, S. (2024). Efficacy of warm water compress and aloe vera therapy for fever management in preschool children. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 5(1), 490–498. https://doi.org/10.58545/jkki.v5i1.490

Potter, P. A., & Perry, A. G. (2017). Fundamentals of nursing (9th ed.). Elsevier.

Souza, M. V. de, Souza, D. M. de, Damião, E. B. C., Buchhorn, S. M. M., Rossato, L. M., & Salvetti, M. de G. (2022). Effectiveness of warm compresses in reducing the temperature of febrile children: A pilot randomized clinical trial. Revista da Escola de Enfermagem da USP, 56, e20220168. https://doi.org/10.1590/1980-220X-REEUSP-2022-0168en

Sullivan, J. E., & Farrar, H. C. (2020). Fever and antipyretic use in children. Pediatrics, 127(3), 580–587. https://doi.org/10.1542/peds.2010-3852

World Health Organization. (2023). Global health observatory data repository: Child health statistics. https://www.who.int/data/gho

Wright, C. J., & McGrath, J. M. (2022). Neonatal thermoregulation and clinical implications. Journal of Neonatal Nursing, 28(2), 75–82. https://doi.org/10.1016/j.jnn.2021.08.004

Downloads

Published

23-02-2026

How to Cite

[1]
L. N. Eda, C. Y. Francis, M. K. R. Kuwa, and G. Mane, “Pengaruh Terapi Kompres Hangat terhadap Stabilitas Termoregulasi, Respons Fisiologis, dan Durasi Penurunan Suhu pada Bayi Hipertermi: Studi Quasi-Eksperimental di Ruang Anggrek RSUD dr. T.C. Hillers Maumere”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 5079–5086, Feb. 2026.