Pengaruh Akupresur Batuk Pilek terhadap ISPA pada Bayi (0–1 Tahun) di My Hanna Baby Spa Tanah Grogot
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6507Keywords:
Akupresur, ISPA, Bayi, Batuk Pilek, Terapi Non-FarmakologisAbstract
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada bayi usia 0–1 tahun karena sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang secara optimal. Penanganan ISPA umumnya menggunakan terapi farmakologis, namun terapi non-farmakologis seperti akupresur mulai banyak dikembangkan sebagai alternatif yang aman. Akupresur batuk pilek diketahui dapat membantu meredakan gejala, meningkatkan sirkulasi darah, serta mempercepat proses penyembuhan ISPA pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupresur batuk pilek terhadap perbaikan gejala ISPA pada bayi usia 0–1 tahun di My Hanna Baby Spa Tanah Grogot. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 15 bayi yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, checklist penilaian gejala ISPA sebelum dan sesudah terapi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Marginal Homogeneity dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi, sebagian besar bayi mengalami ISPA kategori sedang (60%) dan ringan (40%). Setelah diberikan terapi akupresur, terjadi perbaikan kondisi, di mana 53,3% bayi dinyatakan sembuh, 26,7% masih dalam kategori sedang, dan 20% dalam kategori ringan. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001, yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi akupresur terhadap perbaikan kondisi ISPA. Dapat disimpulkan bahwa terapi akupresur batuk pilek efektif dalam memperbaiki gejala ISPA pada bayi usia 0–1 tahun dan dapat digunakan sebagai alternatif terapi non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan.
Downloads
References
D Christy, N., Wulan, S., & Pudjiastuti, S. I. (2025). Measuring school readiness of children aged 6–8 years: A literature study of assessment methods (Pengukuran kesiapan sekolah anak usia 6–8 tahun: Studi literatur metode penilaian). PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 85–101.
Handayani, P., Siregar, E. A., & Arif, E. (2020). Pengaruh terapi akupresur terhadap batuk pilek pada bayi usia 6–12 bulan. Midwifery: Journal of Maternity Health, 3(2), 71–77.
https://www.midwifery.iocspublisher.org/index.php/midwifery/article/view/58
Hidayati, N., Rahmawati, S., & Setiawan, A. (2020). Peran orang tua dalam terapi akupresur untuk anak. Jurnal Ilmu Kesehatan, 12(3), 78–85.
Kansil, T. I. L., Kapantow, N. H., & Rompas, S. S. (2024). Pengaruh Terapi Pijat Akupresur Terhadap Kualitas Tidur Anak Usia 1-3 Tahun Yang Mengalami Common Cold Di Wilayah Puskesmas Tahuna Timur Kabupaten Kepulauan Sangihe. Mapalus Nursing Science Journal, 2(2), 124-135.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan Indonesia tahun 2020.
https://kemkes.go.id/app_asset/file_content_download/Profil-Kesehatan-Indonesia-2020.pdf
Lee, Y., Kim, J., & Choi, T. Y. (2022). The role of parents in the application of acupressure for children’s health: A review of current practices and recommendations. Journal of Integrative Medicine.
Marisa, R. (2019). Pengaruh akupresur terhadap durasi batuk pilek pada anak. Jurnal Kesehatan Anak, 11(1), 45–50.
Milwati, S., Suyanti, B., Sa’diyah, L. K., Samtyaningsih, D., & Keb, M. (2024). Terapi komplementer dalam praktik keperawatan dan kebidanan. Nuansa Fajar Cemerlang.
Sari, D. N., Tambunan, I., Santoso, R., Oktaviani, M., & Rahmadiana, A. (2023). PENDEKAR: Peningkatan derajat kesehatan anak melalui akupresur. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 8(2), 350–359.
Smith, A., Brown, L., & Johnson, T. (2020). Acute respiratory infections in children: A review. Journal of Pediatric Infectious Diseases, 10(3), 123–135.
Suardana, I. M., Sutrisna, I. G. N., & Yuliari, N. L. (2016). Efektivitas terapi akupresur terhadap penurunan gejala ISPA pada balita. Jurnal Keperawatan Jiwa, 4(2), 97–104.
https://doi.org/10.26714/jkj.4.2.2016.97-104
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Susanti, R. N. (2025). Efektivitas latihan napas pagi dan malam terhadap kesejahteraan psikologis. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(4), 11624–11633.
World Health Organization. (2019). WHO traditional medicine strategy 2014–2023: Integrating traditional and complementary medicine into health systems. World Health Organization.
Zhang, Y., Li, X., & Wang, J. (2022). Effect of acupressure on respiratory inflammation in children with acute respiratory infections. Journal of Pediatric Health Care, 36(2), 123–130.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yeni Setiyarsih, Laurensia Yunita, Novalia Widiya Ningrum, Zulliati Zulliati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















