Analisis Daya Simpan Produk Jenang UD. “Sari Murni” Ditinjau Dari Proses Produksi, Pengemasan, Dan Penyimpanan

Authors

  • Isna Septi Ayu Andari Universitas Negeri Surabaya
  • Nugrahani Astuti Universitas Negeri Surabaya
  • Ita Fatkhur Romadhoni Universitas Negeri Surabaya
  • Mauren Gita Miranti Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i2.1859

Keywords:

Jenang, Analisis Daya Simpan, Proses Produksi, Pengemasan, Penyimpanan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya simpan produk jenang UD. Sari Murni ditinjau dari proses produksi, pengemasan, dan penyimpanannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi jenang dilakukan secara tradisional tanpa adanya kontrol suhu, alat ukur kadar air, dan keawetan sepenuhnya tergantung pada penggunaan gula yaitu 1:1 yaitu 100% dari berat tepung. Pengemasan dilakukan menggunakan besek bambu yang dilapisi plastik yang tidak disealer sehingga memungkinkan produk bisa bersentuhan langsung dengan tangan konsumen. Penyimpanan produk dilakukan pada suhu ruang tanpa kontrol suhu dan kelembapan. Berdasarkan hasil angket, sebagian besar konsumen menilai jenang hanya bertahan selama 3–4 hari dalam suhu ruang, dengan gejala kerusakan berlendir, perubahan aroma tengik dan kehilangan kekenyalan mulai muncul setelah hari ke-4 dimungkinkan karena ketidaksesuaian pada proses produksi, pengemasan, dan penyimpanan. Hal ini bisa dicegah dengan mengendalikan setiap tahapan produksi secara lebih higienis dan sesuai standar, mulai dari pemilihan bahan baku yang segar, pengolahan dengan suhu dan waktu yang tepat, pengemasan yang higienis dan kedap udara, hingga penyimpanan pada suhu yang sesuai. Dengan demikian, umur simpan jenang dapat diperpanjang dan kualitas produk tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aisyah, R. (2021). Jenang sebagai Warisan Kuliner Tradisional Indonesia. Jurnal Teknologi Pangan Nusantara, 5(2), 112–118.

Apriyantono, A., dkk. (1989). Analisis Pangan. Jakarta: IPB Press.

Assah, N. & Makalalag, R. (2021). Karakteristik Kimia dan Fisik Gula Merah Tradisional. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 14(1), 35–42.

Auliyah, N. (2019). Karakteristik Garam Dapur dan Pengaruhnya Terhadap Produk Olahan. Jurnal Pangan Lokal, 7(1), 25–31.

Banks, D. (2014). Handbook of Natural Sweeteners. New York: Food Science Publishers.

Belitz, H. D., Grosch, W., & Schieberle, P. (2008). Food Chemistry (4th ed.). Berlin: Springer.

Buckle, K. A., et al. (1987). Ilmu Pangan. Jakarta: UI Press.

Cahyadi, W. (2008). Penggunaan Bahan Tambahan Pangan dalam Produk Tradisional. Jurnal Gizi Pangan, 3(2), 87–94.

Damayanti, N. (2000). Teknologi Pengolahan Tepung Beras Ketan. Buletin Agroindustri, 2(1), 14–19.

Dewi, R. (2022). Besek sebagai Kemasan Ramah Lingkungan untuk Produk Tradisional. Jurnal Inovasi Kemasan Pangan, 3(1), 55–61.

Fitriyanti, H., & Yulianingsih, E. (2020). Pengaruh Gula Merah Terhadap Kualitas Jenang Tradisional. Jurnal Teknologi Pangan Nusantara, 5(3), 150–157.

Gunawan, B. (2020). Analisis Fungsi dan Estetika Kemasan Besek. Jurnal Desain Produk Indonesia, 2(2), 33–40.

Hidayati, L. (2019). Penggunaan Santan dalam Produk Makanan Semi Basah. Jurnal Teknologi Pengolahan Pangan, 4(1), 42–48.

Julianti, D. (2018). Teknologi Pengemasan Produk Pangan. Jakarta: IPB Press.

Kusumaningrum, A., et al. (2017). Pengaruh Waktu Penyimpanan Terhadap Karakteristik Jenang Saban. Jurnal Penelitian Teknologi Industri, 9(1), 23–36.

Muchtadi, T. R., & Ayustaningwarno, F. (2010). Ilmu Pangan: Komponen dan Karakteristik Pangan. Bandung: Alfabeta.

Nuraida, L. (2014). Keamanan Pangan dalam Produk Tradisional. Jurnal Ketahanan Pangan, 7(1), 1–11.

Rahayu, D. (2013). Pengaruh Konsentrasi Gula Terhadap Mutu Jenang. Jurnal Gizi dan Pangan, 8(2), 45–51.

Rosidah, & Handayani, L. (2018). Studi Daya Simpan Jenang dengan Penambahan Pengawet. Jurnal Gizi dan Pangan, 13(1), 25–32.

Sari, N., & Hidayati, L. (2020). Peran Gula dalam Pengawetan Produk Jenang. Jurnal Teknologi Pangan, 6(2), 100–106.

Santoso, T. (2019). Penggunaan Besek pada Produk Pangan Tradisional. Jurnal Ketahanan Pangan Nusantara, 4(1), 59–65.

Suharno, B. (2010). Kandungan Gizi Produk Pangan Semi Basah. Jurnal Nutrisi Indonesia, 1(1), 20–27.

Sundari, S. (2017). Analisis Kelebihan dan Kekurangan Kemasan Besek. Jurnal Ekonomi Kreatif, 2(2), 41–47.

Winarno, F. G. (2004). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia.

Aisyah, R. (2021). Jenang sebagai Warisan Kuliner Tradisional Indonesia. Jurnal Teknologi Pangan Nusantara, 5(2), 112–118.

Apriyantono, A., dkk. (1989). Analisis Pangan. Jakarta: IPB Press.

Assah, N. & Makalalag, R. (2021). Karakteristik Kimia dan Fisik Gula Merah Tradisional. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 14(1), 35–42.

Auliyah, N. (2019). Karakteristik Garam Dapur dan Pengaruhnya Terhadap Produk Olahan. Jurnal Pangan Lokal, 7(1), 25–31.

Banks, D. (2014). Handbook of Natural Sweeteners. New York: Food Science Publishers.

Belitz, H. D., Grosch, W., & Schieberle, P. (2008). Food Chemistry (4th ed.). Berlin: Springer.

Buckle, K. A., et al. (1987). Ilmu Pangan. Jakarta: UI Press.

Cahyadi, W. (2008). Penggunaan Bahan Tambahan Pangan dalam Produk Tradisional. Jurnal Gizi Pangan, 3(2), 87–94.

Damayanti, N. (2000). Teknologi Pengolahan Tepung Beras Ketan. Buletin Agroindustri, 2(1), 14–19.

Dewi, R. (2022). Besek sebagai Kemasan Ramah Lingkungan untuk Produk Tradisional. Jurnal Inovasi Kemasan Pangan, 3(1), 55–61.

Fitriyanti, H., & Yulianingsih, E. (2020). Pengaruh Gula Merah Terhadap Kualitas Jenang Tradisional. Jurnal Teknologi Pangan Nusantara, 5(3), 150–157.

Gunawan, B. (2020). Analisis Fungsi dan Estetika Kemasan Besek. Jurnal Desain Produk Indonesia, 2(2), 33–40.

Hidayati, L. (2019). Penggunaan Santan dalam Produk Makanan Semi Basah. Jurnal Teknologi Pengolahan Pangan, 4(1), 42–48.

Julianti, D. (2018). Teknologi Pengemasan Produk Pangan. Jakarta: IPB Press.

Kusumaningrum, A., et al. (2017). Pengaruh Waktu Penyimpanan Terhadap Karakteristik Jenang Saban. Jurnal Penelitian Teknologi Industri, 9(1), 23–36.

Muchtadi, T. R., & Ayustaningwarno, F. (2010). Ilmu Pangan: Komponen dan Karakteristik Pangan. Bandung: Alfabeta.

Nuraida, L. (2014). Keamanan Pangan dalam Produk Tradisional. Jurnal Ketahanan Pangan, 7(1), 1–11.

Rahayu, D. (2013). Pengaruh Konsentrasi Gula Terhadap Mutu Jenang. Jurnal Gizi dan Pangan, 8(2), 45–51.

Rosidah, & Handayani, L. (2018). Studi Daya Simpan Jenang dengan Penambahan Pengawet. Jurnal Gizi dan Pangan, 13(1), 25–32.

Sari, N., & Hidayati, L. (2020). Peran Gula dalam Pengawetan Produk Jenang. Jurnal Teknologi Pangan, 6(2), 100–106.

Santoso, T. (2019). Penggunaan Besek pada Produk Pangan Tradisional. Jurnal Ketahanan Pangan Nusantara, 4(1), 59–65.

Suharno, B. (2010). Kandungan Gizi Produk Pangan Semi Basah. Jurnal Nutrisi Indonesia, 1(1), 20–27.

Sundari, S. (2017). Analisis Kelebihan dan Kekurangan Kemasan Besek. Jurnal Ekonomi Kreatif, 2(2), 41–47.

Winarno, F. G. (2004). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia.

Downloads

Published

28-07-2025

How to Cite

[1]
I. S. A. Andari, N. Astuti, I. F. Romadhoni, and M. G. Miranti, “Analisis Daya Simpan Produk Jenang UD. ‘Sari Murni’ Ditinjau Dari Proses Produksi, Pengemasan, Dan Penyimpanan”, RIGGS, vol. 4, no. 2, pp. 7322–7327, Jul. 2025.

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)