Analisis Penyimpangan Ejaan pada Penggunan Bahasa Gaul Mahasiswa di Media Sosial Ditinjau dari EYD V

Authors

  • Vebi Puspitasari Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Sri Intan Lestari Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Nabila Septiani Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Grace Angelina Giawa Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Shelin Okta Sandria Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Gabriela Fiona Catherine Duka Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Salsalina Tarigan Universitas Maritim Raja Ali Haji

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9780

Keywords:

Bahasa Gaul, Media Sosial, Mahasiswa, Penyimpangan Ejaan, EYD V

Abstract

Sadar atau tidak, teknologi dan media sosial punya andil besar dalam mengubah cara mahasiswa mengobrol sehari-hari. Sekarang, platform seperti WhatsApp, Instagram, Tiktok, dan Telegram penuh dengan bahasa gaul. Alasan utamanya simpel: bahasa gaul terasa lebih praktis, santai, dan gak ribet dibanding bahasa baku. Penggunaan bahasa gaul ini tidak hanya muncul dalam percakapan langsung, tetapi juga sangat sering ditemukan dalam komunikasi digital yang dilakukan setiap hari. Fenomena ini semakin mudah ditemukan karena media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan mahasiswa. Penelitian ini dibuat untuk membedah apa saja penyimpangan ejaan yang sering muncul akibat bahasa gaul ini jika diukur menggunakan standar EYD V, sekaligus mencari tahu apa yang membuat mahasiswa sering memakainya. Selain itu, penelitian ini juga berupaya melihat sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap aturan ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan lewat observasi, dokumentasi, dan survey Google Form ke 42 mahasiswa dari berbagai jurusan. Hasilnya adalah mahasiswa sebenarnya paham aturan EYD V, tapi mereka sengaja memilih bahasa gaul untuk mengirim pesan sehari-hari. Jenis “kesalahan” ejaan yang paling sering ditemukan adalah singkatan yang ngasal, cuek sama huruf kapital, lupa pakai tanda baca, atau malah menggunakan tanda baca yang berlebihan. Penyebab utamanya tidak lain adalah pengaruh media sosial, kebiasaan, ingin cepat mengetik, dan pengaruh lingkungan tongkrongan. Temuan ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi turut memengaruhi kebiasaan berbahasa mahasiswa. Kalau dibiarkan terus kebiasaan ini ditakutkan bisa terbawa sampai ke tulisan ilmiah mereka dan memengaruhi kualitas penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alwi, H., Dardjowidjojo, S., Lapoliwa, H., & Moeliono, A. M. (2014). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2022). Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Edisi V. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2022). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. Jakarta: Kemendikbudristek.

Chaer, A. (2014). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, A. (2015). Sosiolinguistik Perkenalan Awal (Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Hidayat, D. N. (2018). Ilmu Komunikasi dan Media Sosial. Jakarta: Rajawali Pers.

Hasanah, U. (2021). Kualitas berbahasa Indonesia mahasiswa Bandar Lampung di tengah fenomena penggunaan bahasa gaul. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2), 45–54.

Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasrullah, R. (2017). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Rahardi, K. (2009). Sosiolinguistik: Kode dan Alih Kode. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.

Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Suwandi, S. (2019). Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tarigan, H. G. (2015). Pengajaran Ejaan Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa.

Wijana, I. D. P., & Rohmadi, M. (2013). Sosiolinguistik: Kajian Teori dan Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Yule, G. (2010). The Study of Language. Cambridge: Cambridge University Press.

Downloads

Published

11-06-2026

How to Cite

[1]
V. Puspitasari, “Analisis Penyimpangan Ejaan pada Penggunan Bahasa Gaul Mahasiswa di Media Sosial Ditinjau dari EYD V ”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 7855–7863, Jun. 2026.

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.