Peradaban Islam Indonesia Pra-Kemerdekaan

Authors

  • Sirojul Fuadi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al Maksum Langkat
  • Muhammad Yahya Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al Maksum Langkat
  • Agsha Dwi Agustin Ginting Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al Maksum Langkat
  • Khairul Azmi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al Maksum Langkat
  • Syawaluddin Syawaluddin Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al Maksum Langkat

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9368

Keywords:

Peradaban Islam, Islamisasi, Kolonialisme, Kerajaan Islam, Nasionalisme

Abstract

Peradaban Islam di Indonesia pra-kemerdekaan memiliki peranan penting dalam membentuk identitas sosial, budaya, politik, dan keagamaan masyarakat Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses masuk dan perkembangan Islam di Indonesia serta hubungan antara Islam dan kekuatan politik pada masa kolonialisme. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui analisis berbagai buku, jurnal ilmiah, dan sumber sejarah yang relevan. Teknik analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk memahami proses islamisasi dan dinamika peradaban Islam di Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa teori mengenai masuknya Islam ke Indonesia, yaitu teori Gujarat, Persia, Arab, dan Cina. Dari berbagai teori tersebut, teori Arab dinilai memiliki argumentasi yang lebih kuat karena didukung oleh catatan perdagangan internasional dan keberadaan komunitas Muslim sejak abad ke-7 Masehi. Penyebaran Islam berlangsung secara damai melalui jalur perdagangan, perkawinan, pendidikan, dan dakwah budaya. Perkembangan Islam kemudian ditandai dengan berdirinya kerajaan-kerajaan Islam seperti Samudera Pasai, Aceh, Demak, dan Banten yang menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan penyebaran agama. Selain itu, peran ulama dan Wali Songo sangat penting dalam membentuk corak Islam Nusantara yang moderat dan akomodatif terhadap budaya lokal. Pada masa kolonialisme, Islam berkembang menjadi kekuatan sosial-politik yang mendorong perlawanan terhadap penjajahan Belanda melalui berbagai gerakan dan perang, seperti Perang Diponegoro, Perang Padri, dan Perang Aceh. Kondisi tersebut juga melahirkan organisasi Islam modern seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang berkontribusi dalam membangun kesadaran nasionalisme Indonesia. Dengan demikian, Islam tidak hanya berfungsi sebagai agama, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam pembentukan identitas bangsa dan perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azra, A. (2020). Jaringan Ulama Timur Tengah dan Nusantara Abad XVII & XVIII: Akar Pembaharuan Islam Indonesia. Jakarta: Kencana.

Basuni, A., & Khanafi, A. (2022). Peran jalur perdagangan dan proses akulturasi dalam penyebaran Islam di Nusantara abad ke-7 sampai abad ke-16 M. Jurnal Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam, 10(1), 1–18.

Dahlan, J. (2021). Islam dan perlawanan kolonialisme: Studi kasus Perang Diponegoro (1825–1830). Jurnal Sejarah Peradaban Islam, 5(2), 150–165.

Effendy, B. (2023). Islam and the State in Indonesia: The Political Spectrum of Muslim Organisations from the New Order to the Post-Soeharto Era. Singapore: NUS Press.

Fanani, A. (2020). Historiografi Islam Nusantara: Tinjauan kritis terhadap teori-teori kedatangan Islam di Indonesia. Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies, 58(2), 263–288.

Hasbullah. (2021). Politik Islam kolonial Belanda dan respons ulama di Aceh abad XIX–XX. Jurnal Sejarah dan Budaya, 15(1), 76–90.

Jainuri, A. (2019). Islam di Nusantara: Genealogi, Historis, dan Kontemporer. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ma’arif, A. S. (2020). Islam dan Pancasila: Sebuah Gagasan Perenial. Bandung: Mizan.

Nurrohim, M., & Hidayat, R. (2022). Peran Wali Songo dalam kontekstualisasi dakwah Islam dan akulturasi budaya di Jawa. Jurnal Ilmu Dakwah, 42(1), 87–101.

Putra, H. S. A. (2021). Dari kerajaan Hindu-Buddha menuju kerajaan Islam: Tinjauan antropologi sejarah perubahan sosial di Nusantara. Antropologi Indonesia, 42(1), 1–18.

Riyadi, S. (2020). Peran pesantren dalam menjaga identitas keislaman dan perlawanan terhadap kolonialisme di Jawa. Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 1–15.

Subhan, A. (2023). Jejak-jejak Islam di Nusantara: Dari Kedatangan Hingga Kebangkitan Nasional. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Umiyati, E. (2019). Teori kedatangan Islam di Nusantara: Studi komparatif berbagai pandangan. Jurnal Pendidikan Sejarah, 8(2), 170–185.

Wahid, M. (2021). Kebijakan kolonial Belanda terhadap Islam dan dampaknya terhadap perkembangan politik Islam di Indonesia. Jurnal Studi Islam, 11(1), 1–20.

Yana, R. F., & Sagala, A. H. (2025). Integrasi Nilai-Nilai Hukum Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional Kajian Konseptual dan Implementatif. Zeniusi Journal, 2(1), 92-101. DOI: https://doi.org/10.70821/zj.v2i1.53

Zamakhsyari, M. (2022). Laksamana Cheng Ho dan jejak peradaban Muslim Cina di Nusantara. Jurnal Kajian Sejarah Islam, 7(1), 45–60.

Downloads

Published

13-06-2026

How to Cite

[1]
S. Fuadi, M. Yahya, A. D. A. Ginting, K. Azmi, and S. Syawaluddin, “Peradaban Islam Indonesia Pra-Kemerdekaan”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 8208–8215, Jun. 2026.

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.