Efisiensi Operasional Rumah Sakit Melalui Penguatan Konsep Dasar SIMRS Terintegrasi
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.8250Keywords:
SIMRS, Efisiensi Operasional, Sistem Informasi TerintegrasiAbstract
Efisiensi operasional rumah sakit merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tengah tuntutan transformasi digital yang semakin berkembang. Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) terintegrasi menjadi salah satu solusi strategis untuk mengoptimalkan proses pelayanan, pengelolaan data, serta pengambilan keputusan. Namun, dalam praktiknya, masih banyak rumah sakit yang menghadapi kendala dalam penerapan SIMRS, seperti belum optimalnya integrasi sistem, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta rendahnya kesiapan sumber daya manusia, sehingga efisiensi operasional belum tercapai secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran penguatan konsep dasar SIMRS terintegrasi dalam meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif dan sistematis terhadap berbagai jurnal nasional dan internasional yang relevan dalam rentang tahun 2015–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakefisienan operasional rumah sakit masih sering terjadi, seperti lamanya waktu tunggu pasien, duplikasi pencatatan data, serta keterlambatan alur pelayanan, yang berdampak pada penurunan kualitas layanan dan peningkatan beban kerja tenaga kesehatan. Implementasi SIMRS terintegrasi terbukti mampu mengatasi permasalahan tersebut melalui pengurangan duplikasi pekerjaan, percepatan alur pelayanan, peningkatan akurasi data, serta peningkatan koordinasi antar unit layanan. Selain itu, penguatan SIMRS memerlukan tahapan implementasi yang sistematis, meliputi perencanaan, pengembangan sistem, implementasi dan pelatihan, evaluasi, serta pengembangan berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penguatan konsep dasar SIMRS terintegrasi merupakan strategi utama dalam mengatasi ketidakefisienan operasional rumah sakit. Oleh karena itu, diperlukan upaya komprehensif yang mencakup standarisasi sistem, penguatan infrastruktur teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan tahapan implementasi yang terstruktur dan berkelanjutan guna mendukung optimalisasi SIMRS.
Downloads
References
Adler-Milstein, J., & Jha, A. K. (2017). HITECH Act drove large gains in hospital electronic health record adoption. Health Affairs, 36(8), 1416–1422.
Bastemeijer, C. M., et al. (2019). Patient experiences: A systematic review. International Journal for Quality in Health Care, 31(3), 151–157.
Bernstein, K. (2024). Health data interoperability and system efficiency. International Journal of Health Informatics, 18(2), 55–63.
Chandra, A., et al. (2020). API-based integration in healthcare systems. Journal of Medical Systems, 44(7), 112–120.
DeLone, W. H., & McLean, E. R. (2003). The DeLone and McLean model of information systems success: A ten-year update. Journal of Management Information Systems, 19(4), 9–30.
Kim, H., & Lee, J. (2016). Data standardization challenges in healthcare systems. Health Informatics Journal, 22(3), 456–468.
Kurniawati, D., et al. (2022). Tantangan implementasi interoperabilitas sistem informasi kesehatan di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 17(2), 89–97.
Lee, S., et al. (2018). Impact of interoperability on healthcare efficiency. Journal of Healthcare Engineering, 2018, 1–9.
Mandel, J. C., et al. (2016). SMART on FHIR: A standards-based, interoperable apps platform. Journal of the American Medical Informatics Association, 23(5), 899–908.
Nugroho, E., et al. (2021). Infrastruktur teknologi dalam sistem informasi kesehatan. Jurnal Teknologi Informasi Kesehatan, 10(1), 33–41.
Nurfaidah, N., et al. (2025). Implementasi SIMRS dalam meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit. Jurnal Ekonomi dan Manajemen Sistem Informasi, 6(1), 45–53.
Pardede, R. (2025). Faktor keberhasilan implementasi sistem informasi kesehatan. Jurnal Teknologi Informasi, 12(1), 10–18.
Prasetyo, A. (2025). Efektivitas sistem informasi rumah sakit terhadap kinerja operasional. Jurnal Manajemen Kesehatan, 9(2), 88–96.
Pratama, A., & Widodo, T. (2020). Pelatihan sistem informasi kesehatan dan kesiapan SDM. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan, 8(2), 77–85.
Primasari, D., et al. (2021). Faktor organisasi dalam implementasi sistem digital kesehatan. Jurnal Administrasi Kesehatan, 9(1), 12–20.
Putri, R., et al. (2023). Analisis penerimaan tenaga kesehatan terhadap sistem digital nasional. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 11(1), 12–20.
Rahman, F., et al. (2022). Dampak integrasi sistem informasi terhadap efisiensi pelayanan rumah sakit. Jurnal Administrasi Rumah Sakit, 8(2), 101–110.
Sari, M., et al. (2021). Integrasi sistem informasi dan kualitas data pasien. Jurnal Kesehatan Indonesia, 13(2), 90–98.
Setiawan, B., et al. (2019). Evaluasi implementasi sistem digital rumah sakit. Jurnal Informatika Kesehatan, 7(1), 45–53.
Setiawan, B., et al. (2023). Evaluasi implementasi SatuSehat dalam integrasi data kesehatan nasional. Jurnal Informatika Kesehatan, 11(2), 77–86.
Wulandari, R., et al. (2022). Kualitas data dalam sistem informasi kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(1), 66–74.
Zhang, Y., et al. (2017). Interoperability standards in healthcare systems. Journal of Biomedical Informatics, 68, 123–130.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Renny Anggraini, Bertua Novita Ayu, Budi Hartono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















