Upaya Pelestarian Tari Bedhaya Tunggal Jiwa Demak
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5419Keywords:
Tari Bedhaya Tunggal Jiwa, Pelestarian Budaya, Grebeg BesarAbstract
Tari Bedhaya Tunggal Jiwa merupakan salah satu tari tradisi yang memiliki nilai historis, religius, dan simbolik yang kuat dalam rangkaian upacara Grebeg Besar di Kabupaten Demak. Keberadaan tari ini tidak hanya berfungsi sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai media ritual dan sarana penyampaian nilai-nilai sosial serta spiritual masyarakat. Seiring dengan dinamika sosial dan budaya, diperlukan upaya pelestarian yang komprehensif agar Tari Bedhaya Tunggal Jiwa tetap lestari dan relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelestarian Tari Bedhaya Tunggal Jiwa melalui tiga aspek utama, yaitu perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan dilakukan melalui penjagaan pakem tari, pewarisan nilai simbolik, serta pendokumentasian. Pengembangan diwujudkan melalui pembinaan dan regenerasi penari serta penyesuaian teknis penyajian tanpa menghilangkan nilai dasar tari. Sementara itu, pemanfaatan Tari Bedhaya Tunggal Jiwa tampak pada fungsinya sebagai sarana upacara Grebeg Besar, media pendidikan budaya, serta penguat identitas masyarakat Demak. Dengan demikian, pelestarian Tari Bedhaya Tunggal Jiwa merupakan proses berkelanjutan yang bersifat dinamis dan terpadu, sehingga tari ini tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga tetap hidup dan bermakna dalam kehidupan masyarakat. harus dalam teks miring yang sepenuhnya dibenarkan, di bagian atas makalah dengan satu kolom seperti di sini, di bawah informasi penulis.
Downloads
References
Aprianto. (2023). Pelestarian Tarian Bon Mayu Pada Masyarakat Desa Were Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah. Jurnal Holistik, 16.
Dewi Purnama Sari, M. (2022). Bentuk penyajian tari Bedhaya sebagai dasar koreografi tari Jawa. Jurnal Seni Tari.
Dewi Purnamasari, M. M. (2023). Analisis Bentuk Penyajian Tari Bedhaya Retnatama di Kraton Surakarta Hadiningrat. Jurnal Sendratasik, 12(2). doi:DOI: 10.24036/js.v12i2.123178
Djokaho, M., Nai, F. A., Robot, M., & Nico, H. G. (2021). KAJIAN ETNOKOREOLOGI PADA TARI JA'I DI KAMPUNG ADAT GURU SINA,KABUPATEN NGADA. Optimisme Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 2(2).
Hadi, S. (2017). Seni dan Masyarakat: Fungsi Sosial Tari Tradisional. Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, 15-25.
Herlinawati, K. P., & Malarsih. (2023). Bentuk Penyajian Tari Dugderan Denok Kenang Di Sanggar ABL Studio Semarang. Jurnal Seni Tari.
Herrow, A. (2021). Digital Preservation of Intangible Cultural heritage of Joget Dance Movement Using Motion Capture Technology. IJHAM: International Journal of Heritage, Art and Multimedia, 4, 1-13.
Malarsih, &. U. (2019). Golek Dance : Between Surakarta and Mangkunegaran. Atlantis Press, 75-77. doi:https://www.atlantispress.com/proceedings/iconarc-18/125911165
Pebrianti, S. I. (2013). MAKNA SIMBOLIK TARI BEDHAYA TUNGGAL JIWA. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 13(2).
Rama. (2025). Dokumentasi Tari Bedhaya Tunggal Jiwa pada Upacara Grebeg Besar Kabupaten Demak. Dokumentasi pribadi.
Rama Karnelis, T. (2025). Wawancara tentang Pelestarian Tari Bedhaya Tunggal Jiwa di Kabupaten Demak. Wawancara pribadi.
Rohidi, T. R. (2017). Metodologi Penelitian. Semarang: Cipta Prima Nusantara.
Sedyawati, E. (2014). Keindonesiaan dalam Budaya. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.
Soedarsono. (2014). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Jakarta: Depdikbud.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendiidkan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfa Beta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Chory Martha Nurjana; Malarsih Malarsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















