Pembangunan Berkeadilan dan Tantangan Kesehatan Masyarakat di Indonesia: Analisis Sosial terhadap Ketimpangan Akses Layanan Kesehatan

Authors

  • Musdalifah Musdalifah Universitas Negeri Makassar
  • Muhammad Syukur Universitas Negeri Makassar
  • Firdaus W Suhaeb Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9305

Keywords:

Pembangunan Berkeadilan, Kesehatan Masyarakat, Ketimpangan Sosial, Pelayanan Kesehatan, Pembangunan Sosial

Abstract

Pembangunan kesehatan merupakan bagian penting dalam pembangunan nasional karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, pembangunan kesehatan di Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan ketimpangan sosial, terutama dalam akses pelayanan kesehatan antarwilayah dan antarkelompok masyarakat. Penelitian bertujuan untuk menganalisis isu-isu pembangunan dan kesehatan yang berkeadilan di Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi ketimpangan pelayanan kesehatan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research). Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku akademik, laporan pemerintah, dan publikasi organisasi internasional berkaitan dengan pembangunan dan kesehatan masyarakat. Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan literatur, reduksi data, klasifikasi tema, analisis isi (content analysis), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan pelayanan kesehatan diIndonesia dipengaruhi oleh faktor geografis, kondisi sosial-ekonomi, keterbatasan infrastruktur, distribusi tenaga medis tidak merata, serta rendahnya kualitas layanan kesehatan didaerah terpencil. Selain itu, kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat turut memengaruhi kemampuan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak. Penelitian juga menemukan bahwa model pembangunan terlalu berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dapat memperbesar kesenjangan sosial dalam bidang kesehatan. Disisi lain, globalisasi dan digitalisasi memberikan dampak positif melalui inovasi layanan kesehatan, tetapi juga menimbulkan kesenjangan digital dalam akses layanan kesehatan masyarakat. Kesimpulan bahwa pembangunan kesehatan yang berkeadilan memerlukan kebijakan yang inklusif, pemerataan fasilitas kesehatan, penguatan layanan kesehatan primer, peningkatan distribusi tenaga medis, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Pembangunan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan layanan medis, tetapi juga menyangkut upaya menciptakan keadilan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akhiruddin, A., & Wahira, W. (2025). Budaya Inovasi Melalui Pendekatan Komunitas dan Mentoring di SMA Amanah Nusantara Makassar: Suatu Kajian Literatur. EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial, 81-93.

Akhiruddin, A., & Syukur, M. (2025). Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Melalui Model Pembelajaran Berbasis Proyek di Era Digital. Jurnal Pendidikan dan Kewirausahaan, 13(1), 239-253.

Badan Pusat Statistik. (2024). Indikator Kesehatan Indonesia 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). California: Sage Publications.

Fitriani, R., & Hasibuan, L. (2022). Ketimpangan sosial dalam akses kesehatan masyarakat pascapandemi COVID-19 di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 120–132. https://doi.org/10.1234/jkm.v18i2.5678

Giddens, A. (2014). Sociology (7th ed.). Cambridge: Polity Press.

Jalal, J., Akhiruddin, A., Salemuddin, M. R., Iskandar, A. M., Sriwahyuni, S., & Kasim, H. (2024). Social Construction for Maintaining Local Wisdom: Study of Kajang Community, South Sulawesi, Indonesia. JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo), 8(1), 95-110.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2024. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (4th ed.). California: Sage Publications. https://doi.org/10.4135/9781071878781

Marmot, M. (2015). The Health Gap: The Challenge of an Unequal World. London: Bloomsbury Publishing.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Syahird, A., Syarif, A. M. A., Syukri, S., Syahruddin, A. N., Jalal, J., Akhiruddin, A., & Aruni, F. (2025). Sosialisasi Dampak Hukum Dan Sosial Kebijakan Administrasi Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jubaedah: Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Indonesian Journal of Community Services and School Education), 5(3), 1463-1470.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic Development (12th ed.). Pearson Education.

Taohi, M., Sriwahyuni, S., Salemuddin, M., & Akhiruddin, A. (2024). Strategi Bertahan Hidup Mahasiswa Perantau Penerima Beasiswa Kip-Kuliah Universitas Megarezky Di Kota Makassar. Education, 4(3), 315-325.

World Health Organization. (2023). Health Equity and Social Determinants of Health. Geneva: World Health Organization.

Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

30-05-2026

How to Cite

[1]
M. Musdalifah, M. Syukur, and F. W. Suhaeb, “Pembangunan Berkeadilan dan Tantangan Kesehatan Masyarakat di Indonesia: Analisis Sosial terhadap Ketimpangan Akses Layanan Kesehatan”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 5711–5720, May 2026.

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)