Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan di Indonesia: Analisis Konseptual dalam Konteks Perkembangan Financial Technology
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9571Keywords:
Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan, Financial Technology, Kesenjangan Finansial, SNLIK 2025, IndonesiaAbstract
Penelitian ini menganalisis kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan di Indonesia melalui pendekatan analisis konseptual dan tinjauan literatur sistematis. Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 92,74% (metode DNKI), sementara indeks literasi keuangan hanya sebesar 66,64%, menghasilkan gap sebesar 26,10 poin persentase. Kesenjangan ini paling tajam pada kelompok usia 15–17 tahun dengan selisih mencapai 22,32 poin yang mengindikasikan bahwa penetrasi layanan keuangan digital telah melampaui kapasitas pemahaman penggunanya. Artikel ini menjelaskan fenomena tersebut melalui empat kerangka teoritis: Technology Acceptance Model (TAM), Theory of Planned Behavior (TPB), Financial Socialization Theory, dan Human Capital Theory. Temuan konseptual menunjukkan bahwa perkembangan financial technology (fintech) berperan sebagai amplifier kesenjangan karena desain platform yang mengutamakan kemudahan akses di atas pemahaman pengguna, sementara infrastruktur literasi keuangan melalui pendidikan formal dan sosialisasi komunitas belum berkembang secara sebanding. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko pengambilan keputusan keuangan yang kurang tepat serta memperbesar kerentanan masyarakat terhadap penyalahgunaan layanan keuangan digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya mempersempit gap memerlukan intervensi terpadu: integrasi edukasi keuangan dalam kurikulum formal, regulasi yang mewajibkan platform fintech mengintegrasikan fitur literasi, penguatan perlindungan konsumen digital, serta kolaborasi lintas sektor yang menjangkau hingga tingkat desa guna menciptakan masyarakat yang tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga memiliki kemampuan memahami serta memanfaatkannya secara lebih bijak dan bertanggung jawab.
Downloads
References
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). (2025). Laporan Survei Internet Indonesia 2025. Jakarta: APJII.
Aula, A. D., Wulandari, H. K., Kharisma, A. S., & Dumadi. (2026). Pengaruh Inklusi Keuangan, Literasi Keuangan, dan Payment Gateaway Terhadap Pengelolaan Keuangan Kecamatan Wanasari. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis Vol., 2(3), 598–609.
Azikin, N., Goso, G., Sahrir, S., & Hamid, R. S. (2023). Analisis dampak pendapatan, lama usaha, usia terhadap literasi keuangan pelaku UMKM. Owner: Riset dan Jurnal Akuntansi, 7(3), 2486–2495. https://doi.org/10.33395/owner.v7i3.1405
Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik telekomunikasi Indonesia 2024. https://www.bps.go.id/id/publication/2025/08/29/beaa2be400eda6ce6c636ef8/statistik-telekomunikasi-indonesia-2024.html
Bank Indonesia. (2024). Laporan ekonomi dan keuangan digital Indonesia 2024. https://www.bi.go.id
Becker, G. S. (1993). Human capital: A theoretical and empirical analysis, with special reference to education (3rd ed.). University of Chicago Press.
Danes, S. M. (1994). Parental perceptions of children's financial socialization. Financial Counseling and Planning, 5, 127–149.
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. https://doi.org/10.2307/249008
Ernayani, R., Zulaecha, H. E., Rachmania, D., Alfiana, A., & Hakim, M. Z. (2024). Edukasi Literasi Keuangan bagi Masyarakat: Membangun Kemandirian Finansial. I-Com: Indonesian Community Journal, 4(3), 1713–1722. https://doi.org/10.33379/icom.v4i3.4797
Febriana, S. N., & Sulhan, M. (2021). Pengaruh inklusi keuangan dan literasi keuangan terhadap kinerja UMKM pada masa pandemi Covid-19 (Studi kasus pada UMKM Kabupaten Malang). Competitive, 16(2), 59–69.
Ferdi, M., Amri, M., & Zaenal, M. (2022). Literasi dan inklusi keuangan dalam perekonomian Indonesia: Suatu aplikasi panel data. Jurnal Ekonomika dan Dinamika Sosial, 1(2), 51-70. https://doi.org/10.56313/jeds.v1i2.145
Fitari, T., & Hafiz, A. (2026). Analisis Gap antara Literasi dan Inklusi Keuangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA, 10(1). https://doi.org/10.29040/jie.v10i1.19158
Fitri, V. Y., Masyhuri, M., & Muda, Y. (2024). Investasi Bodong dan Pinjaman online Ilegal: Jeratan manipulasi Psikologis. Journal of Education Research, 5(4), 4944–4951. https://doi.org/10.37985/jer.v5i4.1270
Gudmunson, C. G., & Danes, S. M. (2011). Family financial socialization: Theory and critical review. Journal of Family and Economic Issues, 32(4), 644–667. https://doi.org/10.1007/s10834-011-9275-y
Indonesia, R. (2022). Peraturan OJK No.16 Tahun 2022. 19. https://peraturan.bpk.go.id/Details/227355/peraturan-ojk-no-6pojk072022-tahun-2022
Jamali, H., Haeruddin, H., & Ahmad, I. (2023). Dampak literasi keuangan dan sikap keuangan terhadap perilaku keuangan. Akuntansi Bisnis & Manajemen (ABM), 30(02), 105–116. https://doi.org/10.35606/jabm.v30i2.1277
Kusuma, M., Narulitasari, D., & Nurohman, Y. A. (2021). Inklusi keuangan dan literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlanjutan UMKM di Solo Raya. Jurnal Among Makarti, 14(2), 62–76.
Laturette, K., Widianingsih, L. P., & Subandi, L. (2021). Literasi keuangan pada generasi Z. Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPAK), 9(1), 131–139.
Morgan, P. J., & Trinh, L. Q. (2019). Fintech and financial literacy in the Lao PDR (ADBI Working Paper No. 984). Asian Development Bank Institute. https://doi.org/10.22617/WPS190635-2
Musadat, I. A. (2024). Bijak Berkeuangan Di Usia Muda Program Literasi Keuangan Siswa MA Tunggilis Kab . Pangandaran. In Search (Informatic, Science, Entrepreneur, Applied Art, Research, Humanism,)23(2), 54–58.
OECD. (2025). OECD International Network on Financial Education What is financial literacy ? Why join the INFE ? OECD Publishing.
OJK, & BPS. (2024). SURVEI NASIONAL LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN (SNLIK).
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). (2023). OECD/INFE 2023 international survey of adult financial literacy (OECD Business and Finance Policy Papers No. 39). OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/56003a32-en
Otoritas Jasa Keuangan. (2022, 22 November). Siaran pers: Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2022. https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Survei-Nasional-Literasi-dan-Inklusi-Keuangan-Tahun-2022.aspx
Otoritas Jasa Keuangan. (2025, 2 Mei). Siaran pers bersama: Indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat meningkat, OJK dan BPS umumkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025. https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/OJK-dan-BPS-Umumkan-Hasil-Survei-Nasional-Literasi-Dan-Inklusi-Keuangan-SNLIK-Tahun-2025.aspx
Otoritas Jasa Keuangan. (2026, 10 Maret). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025. https://ojk.go.id/id/Fungsi-Utama/Perilaku-Pelaku-Usaha-Jasa-Keuangan/SNLIK/Pages/SNLIK-2025.aspx
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025–2029. (2025). https://peraturan.bpk.go.id/Details/314638
Salsabila, C. S., & Kusmayadi, D. (2025). Analisis Literasi Keuangan Dan Inklusi Keuangan Untuk Meningkatkan Kinerja Keuangan Usaha Kerudung"Arey Hijab". Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(11.A), 24-45.
Shim, S., Barber, B. L., Card, N. A., Xiao, J. J., & Serido, J. (2010). Financial socialization of first-year college students: The roles of parents, work, and education. Journal of Youth and Adolescence, 39(12), 1457-1470. https://doi.org/10.1007/s10964-009-9432-x
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333-339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Sufyati H. S., & Lestari, A. (2022). Pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan dan gaya hidup terhadap perilaku keuangan pada generasi milenial. Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA), 2(5), 2415–2430. https://doi.org/10.55927/mudima.v2i5.396
Takdirmin, T., Ramadhani, F., Ramadhani, I., Nurfadilah, N., & Dwiyasta, V. (2025). Keuangan Digital dan Fintech : Inovasi, Dampak, dan Tantangan di Era Digital. Journal of Authentic Research, 4(1), 338–350.
Thaler, R. H., & Sunstein, C. R. (2008). Nudge: Improving decisions about health, wealth, and happiness. Yale University Press.
Torraco, R. J. (2005). Writing integrative literature reviews: Guidelines and examples. Human Resource Development Review, 4(3), 356-367. https://doi.org/10.1177/1534484305278283
Venkatesh, V., & Bala, H. (2008). Technology acceptance model 3 and a research agenda on interventions. Decision Sciences, 39(2), 273-315. https://doi.org/10.1111/j.1540-5915.2008.00192.x
World Bank. (2025). THE GLOBAL FINDEX DATABASE 2025.
Yulandari, K. P., & Astuti, R. D. (2023). Pengaruh literasi keuangan dan fintech payment terhadap inklusi keuangan pada masyarakat di Indonesia. JER Jurnal Ekonomi Regional, 15(2), 10–20.
Yuliyanti, P., & Pramesti, D. A. (2021). Tercapainya inklusi keuangan: Mampukah dengan literasi keuangan dan financial technology? (Studi kasus: Masyarakat Kota Magelang, Jawa Tengah). Kajian Bisnis STIE Widya Wiwaha, 29(2), 57–70. https://doi.org/10.32477/jkb.v29i2.292
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nadila Aprilianti, Bunga Lestari, Mutia Rahayu, Musdalifah Musdalifah, Muhammad Ridho Alfarisi, Khaisa Kayana, Junita Sari Br Sitorus, Elisa Goretti Sitio, Surya Juliandri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















