Pembangunan Berkeadilan dan Akses Kesehatan: Menghapus Kesenjangan Sosial di Masyarakat

Authors

  • Ernawati Arsyad Universitas Negeri Makassar
  • Muhammad Syukur Universitas Negeri Makassar
  • Firdaus W Suhaeb Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.8216

Keywords:

Pembangunan Berkeadilan, Akses Kesehatan, Ketimpangan Sosial, Determinan Sosial Kesehatan, Kebijakan Kesehatan

Abstract

Pembangunan berkeadilan dalam sektor kesehatan merupakan komponen penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan akses layanan kesehatan dalam perspektif pembangunan berkeadilan di Indonesia melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian ini mengintegrasikan berbagai sumber literatur ilmiah, laporan kebijakan, serta data resmi untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesenjangan akses kesehatan dan implikasinya terhadap pembangunan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan akses layanan kesehatan bersifat kompleks, sistemik, dan multidimensional, yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknis dalam sistem kesehatan, tetapi juga oleh struktur sosial yang lebih luas. Meskipun implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah berhasil memperluas cakupan layanan secara formal, akses yang bersifat substantif masih belum merata di seluruh kelompok masyarakat. Ketimpangan tersebut dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, seperti pendapatan dan pendidikan; faktor geografis, seperti distribusi fasilitas kesehatan yang terkonsentrasi di wilayah perkotaan; serta faktor gender yang membatasi akses perempuan terhadap layanan kesehatan. Selain itu, keterbatasan tenaga kesehatan dan hambatan biaya tidak langsung turut memperburuk akses masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dan terpencil. Indikator kesehatan seperti tingginya prevalensi stunting dan angka kematian ibu memperlihatkan bahwa pembangunan kesehatan belum sepenuhnya inklusif. Penelitian ini juga menemukan bahwa kebijakan kesehatan yang bersifat universal belum mampu mengatasi ketimpangan struktural secara efektif. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembangunan kesehatan yang komprehensif, terintegrasi, dan berorientasi pada keadilan sosial guna mewujudkan pemerataan akses layanan kesehatan di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akhiruddin, A., Nur, M. K., Yunus, M. Y., & Suhaeb, F. W. (2025). From Functional to Aesthetic: Capitalism, Consumerism, and the Formation of Social Identity in the Campus Environment-A Literature Review. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(3), 7932-7941.

Badan Pusat Statistik. (2023). Indikator kesehatan Indonesia.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Kitchenham, B. (2004). Procedures for performing systematic reviews. Keele University.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia 2022.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

Marmot, M., & Wilkinson, R. (2006). Social determinants of health. Oxford University Press.

Marmot, M. (2015). The health gap: The challenge of an unequal world. Bloomsbury.

Moher, D., Liberati, A., Tetzlaff, J., & Altman, D. G. (2009). Preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses: The PRISMA statement. PLoS Medicine, 6(7). https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1000097

Organisation for Economic Co-operation and Development. (2019). Health for everyone? Social inequalities in health and health systems.

Petticrew, M., & Roberts, H. (2006). Systematic reviews in the social sciences. Blackwell Publishing.

Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

The Lancet Commission on Social Determinants of Health. (2008). Closing the gap in a generation: Health equity through action on the social determinants of health. The Lancet.

United Nations Development Programme. (2020). Human development report 2020: The next frontier—Human development and the Anthropocene.

Sen, A. (1999). Development as freedom. Oxford University Press.

Syahird, A., Syarif, A. M. A., Syukri, S., Syahruddin, A. N., Jalal, J., Akhiruddin, A., & Aruni, F. (2025). Sosialisasi Dampak Hukum Dan Sosial Kebijakan Administrasi Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jubaedah: Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Indonesian Journal of Community Services and School Education), 5(3), 1463-1470.

Solar, O., & Irwin, A. (2010). A conceptual framework for action on the social determinants of health. WHO.

Whitehead, M. (1992). The concepts and principles of equity in health. International Journal of Health Services, 22(3), 429–445. https://doi.org/10.2190/986L-LHQ6-2VTE-YRRN

World Health Organization. (2023). World health statistics 2023.

World Health Organization. (2010). A conceptual framework for action on the social determinants of health.

World Bank. (2022). World development report 2022: Finance for an equitable recovery.

World Bank. (2020). Indonesia public expenditure review: Spending for better results.

Downloads

Published

01-05-2026

How to Cite

[1]
E. Arsyad, M. Syukur, and F. W. Suhaeb, “Pembangunan Berkeadilan dan Akses Kesehatan: Menghapus Kesenjangan Sosial di Masyarakat”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 1–7, May 2026.

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)