Fenomena “Double Entry”: Dampak Ketidaksiapan Interoperabilitas SIMRS dengan Aplikasi SatuSehat

Authors

  • Defrika Muharani Universitas Hang Tuah Pekanbaru
  • Primaceria Amri Universitas Hang Tuah Pekanbaru
  • Regi Faula Sari Universitas Hang Tuah Pekanbaru
  • Budi Hartono Universitas Hang Tuah Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7951

Keywords:

Double Entry, Interoperabilitas, SIMRS

Abstract

Fenomena double entry dalam sistem informasi rumah sakit menjadi salah satu tantangan utama dalam implementasi digitalisasi layanan kesehatan di Indonesia, khususnya setelah diterapkannya integrasi dengan aplikasi SatuSehat. Ketidaksiapan interoperabilitas antara Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan platform nasional tersebut menyebabkan tenaga kesehatan harus melakukan pencatatan data secara ganda, yang berpotensi menurunkan efisiensi kerja, meningkatkan beban administratif, serta memicu risiko kesalahan data. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak fenomena double entry serta mengidentifikasi faktor penyebab ketidaksiapan interoperabilitas antara SIMRS dan aplikasi SatuSehat. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif dan sistematis terhadap berbagai jurnal nasional dan internasional yang relevan dalam rentang tahun 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa fenomena double entry dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu perbedaan standar data, keterbatasan infrastruktur teknologi, kurangnya kesiapan sumber daya manusia, serta belum optimalnya regulasi dan implementasi interoperabilitas sistem. Dampak yang ditimbulkan meliputi penurunan efisiensi pelayanan, peningkatan waktu kerja tenaga kesehatan, serta potensi ketidakkonsistenan data pasien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa interoperabilitas yang belum optimal antara SIMRS dan SatuSehat menjadi penyebab utama terjadinya double entry yang berdampak signifikan terhadap kualitas layanan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis berupa standarisasi data, penguatan infrastruktur teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta dukungan kebijakan yang lebih terintegrasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adler-Milstein, J., & Jha, A. K. (2017). HITECH Act drove large gains in hospital electronic health record adoption. Health Affairs, 36(8), 1416–1422.

Bernstein, K. (2024). Health data interoperability and system efficiency. International Journal of Health Informatics, 18(2), 55–63.

Chandra, A., et al. (2020). API-based integration in healthcare systems. Journal of Medical Systems, 44(7), 112–120.

HIMSS. (2020). Interoperability in healthcare: A global perspective. Healthcare Information and Management Systems Society.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Blueprint SatuSehat: Transformasi Digital Kesehatan Indonesia.

Kim, H., & Lee, J. (2016). Data standardization challenges in healthcare systems. Health Informatics Journal, 22(3), 456–468.

Kurniawati, D., et al. (2022). Tantangan implementasi interoperabilitas sistem informasi kesehatan di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 17(2), 89–97.

Lee, S., et al. (2018). Impact of interoperability on healthcare efficiency. Journal of Healthcare Engineering, 2018, 1–9.

Mandel, J. C., et al. (2016). SMART on FHIR: A standards-based, interoperable apps platform. Journal of the American Medical Informatics Association, 23(5), 899–908.

Nugroho, E., et al. (2021). Infrastruktur teknologi dalam sistem informasi kesehatan. Jurnal Teknologi Informasi Kesehatan, 10(1), 33–41.

Pratama, A., & Nugroho, E. (2021). Kesiapan rumah sakit dalam implementasi sistem informasi kesehatan terintegrasi. Jurnal Sistem Informasi Kesehatan, 9(1), 45–53.

Pratama, A., & Widodo, T. (2020). Pelatihan sistem informasi kesehatan dan kesiapan SDM. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan, 8(2), 77–85.

Primasari, D., et al. (2021). Faktor organisasi dalam implementasi sistem digital kesehatan. Jurnal Administrasi Kesehatan, 9(1), 12–20.

Putri, R., et al. (2023). Analisis penerimaan tenaga kesehatan terhadap sistem digital nasional. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 11(1), 12–20.

Rahman, F., et al. (2022). Dampak integrasi sistem informasi terhadap efisiensi pelayanan rumah sakit. Jurnal Administrasi Rumah Sakit, 8(2), 101–110.

Sari, M., et al. (2021). Integrasi sistem informasi dan kualitas data pasien. Jurnal Kesehatan Indonesia, 13(2), 90–98.

Setiawan, B., et al. (2019). Evaluasi implementasi sistem digital rumah sakit. Jurnal Informatika Kesehatan, 7(1), 45–53.

Setiawan, B., et al. (2023). Evaluasi implementasi SatuSehat dalam integrasi data kesehatan nasional. Jurnal Informatika Kesehatan, 11(2), 77–86.

World Health Organization. (2019). Digital health interventions: Recommendations. WHO Press.

Wulandari, R., et al. (2022). Kualitas data dalam sistem informasi kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(1), 66–74.

Zhang, Y., et al. (2017). Interoperability standards in healthcare systems. Journal of Biomedical Informatics, 68, 123–130.

Downloads

Published

23-04-2026

How to Cite

[1]
D. Muharani, P. Amri, R. F. Sari, and B. Hartono, “Fenomena ‘Double Entry’: Dampak Ketidaksiapan Interoperabilitas SIMRS dengan Aplikasi SatuSehat”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 14299–14306, Apr. 2026.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 > >>