Penetapan Kadar Natrium Siklamat pada Es Teh Gerobakan yang Beredar di Kota Banjarmasin dengan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6370Keywords:
Natrium Siklamat, Es Teh Gerobakan, KCKT, Pemanis Buatan, BanjarmasinAbstract
Natrium siklamat adalah pemanis buatan yang sering digunakan dalam minuman karena harganya murah dan rasa manisnya 30 kali lebih kuat dari sukrosa. Penggunaan yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Yang dimana batas persyaratan maksimum penggunaan siklamat perhari menurut WHO (World Health Organization) adalah 0-11 mg/kg berat badan. Sedangkan dalam minuman berbasis air berperisa dan minuman berpartikel tidak boleh melebihi 350 mg/kg. Efek yang mungkin terjadi jika dikonsumsi melebihi batas maksimum yang telah ditentukan dapat menyebabkan gangguang Kesehatan seperti migrain, tremor, diare, dan sakit tenggorokan. Mengetahui keberadaan dan kadar natrium siklamat dalam es teh gerobakan yang beredar di Kota Banjarmasin serta mengevaluasi apakah kadarnya melebihi batas yang ditetapkan BPOM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 10 sampel es teh dikumpulkan dari pedagang kaki lima di Kecamatan Banjarmasin Timur dan dianalisis menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Validasi metode dilakukan melalui uji linearitas, akurasi, presisi, LOD, dan LOQ. Dari 10 sampel yang dianalisis, 2 sampel positif mengandung natrium siklamat dengan kadar masing-masing 193,878 mg/kg dan 68,833 mg/kg. Seluruh kadar yang terdeteksi masih di bawah batas maksimal yang ditetapkan BPOM, yaitu 350 mg/kg. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, sebagian es teh gerobakan di Kota Banjarmasin mengandung natrium siklamat, meskipun kadarnya masih dalam batas aman. Diperlukan pengawasan rutin terhadap minuman jajanan agar tidak membahayakan kesehatan masyarakat.
Downloads
References
Ariefiansyah, M. N., Suharti, N., & Anas, E. (2015). Identifikasi bakteri coliform yang terdapat pada minuman es teh di rumah makan tepi Laut Purus Padang Barat. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(3), 777–780.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Kepala BPOM tentang penggunaan bahan tambahan pangan. BPOM RI.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2019). Peraturan BPOM No. 11 Tahun 2019 tentang bahan tambahan pangan. BPOM RI.
Di, D., Kurva, B., & Spektrofotometri, S. (2017). Pengembangan dan validasi metode analisis ranitidin hidroklorida tablet dengan metode absorbansi dan luas daerah. March.
Gunawan, H. (2019). Validasi metode penentuan kadar sulfur menggunakan titrasi iodimetri pada produk tin stabilazer di PT Timah Industri (Tesis). Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.
Hadiana, A. B. (2018). Identifikasi siklamat pada pangan jajanan anak sekolah dan keluhan kesehatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(2), 191.
Harmita. (2004). Petunjuk pelaksanaan validasi metode dan cara perhitungannya. Majalah Ilmu Kefarmasian, 1(3), 117–135.
Maudu, R., Hafid, F., & Ichsan, D. S. (2020). Analisis kadar siklamat dengan metode kromatografi cair kinerja tinggi pada minuman jajanan sekolah di Kota Palu. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 13(1), 17–24.
Meilianingsih, L., Sahar, J., & Depkes, A. P. (2007). Konsumsi teh di Kota Bandung. Jurnal Kesehatan, 11(1), 38–40.
Melinda, L., Kurniawan, D., & Pramaningsih, V. (2022). Identifikasi pemanis buatan (siklamat) pada penjual minuman es teh keliling di sekolah dasar Kelurahan Melayu Kecamatan Tenggarong. Environmental Occupational Health and Safety Journal, 3(1), 21.
Muryanto, M. (2020). Validasi metode analisa amonia pada air tanah menggunakan metode spektrofotometri. Indonesian Journal of Laboratory, 2(1), 40.
Nawaz, M. H., Hayat, A., Catanante, G., Latif, U., & Marty, J. L. (2018). Development of electrochemical sensors for food additives. Analytica Chimica Acta, 1026, 1–7.
Putri, A. N., & Rahmawati, D. (2021). Analisis kandungan siklamat pada minuman jajanan sekolah dengan metode KCKT (HPLC). Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(1), 23–30.
Sukma, F. F., & Fajri, R. (2019). Identifikasi asam dehidroasetat dalam produk kosmetika menggunakan HPLC. Jurnal Kimia Sains dan Terapan, 1(2), 15–17.
Sumarjono, G. D. (2017). Pengawasan penggunaan siklamat pada beberapa produk pangan oleh Balai Besar POM Semarang (Laporan penelitian). BBPOM Semarang.
Winarno, F. G. (2004). Kimia pangan dan gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Yaqin, A., Sari, R. P., & Utami, R. (2019). Validasi metode analisis kadar pemanis buatan menggunakan HPLC pada minuman jajanan. Jurnal Analisis Farmasi, 4(2), 55–62.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Meieklesia Maharatini, Rahmadani Rahmadani, Setia Budi, Tuti Alawiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















