Skrining Fitokimia dan Potensi Fraksi Etil Asetat Ekstrak Bajakah Tampala (Spatholobus Littoralis Hassk) sebagai Antikolestrol dengan Metode Liebermann-Burchard
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3940Keywords:
Bajakah Tampala, Liebermann-Burchard, Skrining Fitokimia, SpektrofotometerAbstract
Bajakah tampala (Spatholobus littoralis Hassk) merupakan tanaman obat tradisional yang secara turun-temurun dimanfaatkan oleh masyarakat Kalimantan Tengah untuk mengobati berbagai penyakit, seperti kanker, diabetes, tumor, kolesterol, serta mempercepat penyembuhan berbagai jenis luka. Salah satu kandungan bioaktif utama pada tanaman ini adalah flavonoid, yang diketahui memiliki aktivitas farmakologis sebagai antioksidan dan berpotensi menurunkan kadar kolesterol. Meskipun demikian, kajian ilmiah yang mengkaji secara spesifik potensi antikolesterol bajakah tampala masih relatif terbatas, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendukung pemanfaatannya secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil skrining fitokimia serta potensi fraksi etil asetat dari ekstrak bajakah tampala sebagai agen antikolesterol. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan rancangan pre-test control only group. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif menggunakan berbagai pereaksi warna untuk mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder. Sementara itu, pengujian aktivitas antikolesterol secara kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometer dengan metode Liebermann-Burchard. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa fraksi etil asetat bajakah tampala mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Uji aktivitas antikolesterol secara in vitro menunjukkan bahwa fraksi etil asetat mampu menurunkan kadar kolesterol pada berbagai konsentrasi, yaitu sebesar 22,317% pada konsentrasi 50 ppm, 26,039% pada 75 ppm, 28,226% pada 100 ppm, dan mencapai penurunan optimum sebesar 31,942% pada konsentrasi 125 ppm. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat bajakah tampala memiliki potensi sebagai agen antikolesterol alami dan layak untuk diteliti lebih lanjut melalui uji in vivo serta uji toksisitas guna memastikan keamanan dan efektivitas penggunaannya
Downloads
References
Abdulrahman, Utami, S. R., Widia, & Roanisca, O. (2021). Kajian metabolit sekunder batang Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.) dalam pengembangan sebagai obat herbal antikanker payudara dan antioksidan. Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. https://doi.org/10.33019/snppm.v5i0.2689
Amin, M. S. (2015). Studi in-vitro: Efek antikolesterol dari ekstrak metanol buah Parijoto (Medinilla speciosa Blume) terhadap kolesterol total. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Amiani, W., Fahrizal, M. R., & Aprelea, R. N. (2022). Kandungan metabolit sekunder dan aktivitas tanaman bajakah sebagai agen antioksidan. Jurnal Health Sains, 3(4), 516–522. https://doi.org/10.46799/jhs.v3i4.461
Ayuchecaria, N., Saputera, M. M. A., & Niah, R. (2020). Penetapan kadar fenolik total ekstrak batang Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis Hassk.) menggunakan spektrofotometri UV-Visible. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 3(1), 132–141. https://doi.org/10.36387/jifi.v3i1.478
Dewi, K. J. K., dkk. (2014). Penggunaan metode struktur analitik sintetik (SAS) untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis permulaan pada siswa kelas I SD Negeri 7 Bungkulan. e-Journal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha, 2(1).
Dutia, P. (2004). Ethyl acetate: A techno-commercial profile. Chemical Weekly, 179–186.
Hasnaeni, Wisdawati, & Usman, S. (2019). Pengaruh metode ekstraksi terhadap rendemen dan kadar fenolik ekstrak tanaman kayu beta-beta (Lunasia amara Blanco). Jurnal Farmasi Galenika, 5(2), 175–182. https://doi.org/10.22487/j24428744.2019.v5.i2.13149
Istiqomah, & Safitri, D. (2021). Pharmacological activities of Spatholobus littoralis. Jurnal Info Kesehatan, 11(2). https://jurnal.ikbis.ac.id/index.php/infokes/article/view/402
Iskandar, D., & Warsidah. (2020). Qualitative phytochemical screening and antioxidant activity of ethanol root extract of Spatholobus littoralis Hassk. The Journal of Food and Medicinal Plants, 1(1), 13–15. https://doi.org/10.25077/jfmp.1.1.13-15.2020
Jumiarni, W. O., & Komalasari, O. (2017). Eksplorasi jenis dan pemanfaatan tumbuhan obat pada masyarakat suku Muna di permukiman Kota Wuna. Traditional Medicine Journal, 22(1). https://doi.org/10.22146/tradmedj.24314
Konakom, K., Saengchan, A., Kittisupakorn, P., & Mujtaba, I. M. (2010). High purity ethyl acetate production with a batch reactive distillation column using dynamic optimization strategy. Proceedings of the World Congress on Engineering and Computer Science, II. https://doi.org/10.1063/1.3627211
Lindawati, N. Y., & Ningsih, D. W. (2020). Aktivitas antiolesterol ekstrak etanol buah kiwi hijau (Actinidia deliciosa). Jurnal Ilmiah Manuntung, 6(2), 183–191. https://doi.org/10.51352/jim.v6i2.344
Sahara, F. U., Slamet, S., Waznah, U., & Wirasti, W. (2021). Uji aktivitas antikolesterol ekstrak daun puring (Codiaeum variegatum (L.) Rumph. Ex. A.Juss) secara in vitro. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, 487–498. https://doi.org/10.48144/prosiding.v1i.703
Suharti, T. (2017). Dasar-dasar spektrofotometri UV-VIS dan spektrometri massa untuk penentuan struktur senyawa organik. AURA Publishing.
Wardaningrum, R. Y., Susilo, J., & Dyahariesti. (2019). Perbandingan aktivitas antioksidan ekstrak etanol terpurifikasi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) dengan vitamin E. Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo.
Zubaidah, E., Maria, D. N., & kawan-kawan. (2014). Pembuatan velva jambu biji merah probiotik (Lactobacillus acidophilus): Kajian persentase penambahan sukrosa dan CMC. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 2(4), 18–28.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Anabaena Chicade, Kunti Nastiti, Tuti Alawiyah, Rohama Rohama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















