Perbandingan Keefektifan Reagen Untuk Menentukan Kadar Flavonoid Total pada Kulit Biji Kacang Hijau (Vigna radiate L.) Menggunakan Spektrofotometri UV-Vis

Authors

  • Dwi Ika Andriani Universitas Sari Mulia
  • Nur Hidayah Universitas Sari Mulia
  • Tuti Alawiyah Universitas Sari Mulia

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3740

Keywords:

Kulit Biji Kacang Hijau, Flavonoid Total, Spektrofotometri UV-Vis, AlCl₃, Al(NO)₃

Abstract

Kulit biji kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan limbah pertanian yang belum banyak dimanfaatkan, padahal diketahui mengandung senyawa flavonoid dengan potensi kuat sebagai antioksidan. Untuk mendukung pengembangan pemanfaatannya sebagai sumber bahan alam, penetapan kadar flavonoid total menjadi langkah penting. Reagen aluminium klorida (AlCl₃) secara luas digunakan dalam analisis flavonoid karena kemampuannya membentuk kompleks stabil dengan senyawa flavonoid. Namun, alternatif reagen seperti aluminium nitrat (Al(NO₃)₃) masih jarang diteliti sehingga perlu dilakukan evaluasi efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas reagen AlCl₃ dan Al(NO₃)₃ dalam menentukan kadar flavonoid total pada ekstrak kulit biji kacang hijau menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Ekstraksi sampel dilakukan melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%. Penetapan kadar flavonoid total memanfaatkan standar kuersetin serta pembentukan kompleks warna dengan reagen AlCl₃ dan Al(NO₃)₃ yang dikombinasikan dengan natrium asetat. Absorbansi kemudian diukur pada panjang gelombang maksimum yang sesuai untuk masing-masing reagen. Metode analisis selanjutnya divalidasi melalui uji linearitas, akurasi, presisi, serta penentuan LOD dan LOQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AlCl₃ menghasilkan absorbansi dan sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan Al(NO₃)₃, sehingga memberikan hasil pengukuran yang lebih akurat dan representatif. Uji validasi juga menunjukkan bahwa metode memiliki linearitas dan presisi yang baik untuk kedua reagen. Dengan demikian, AlCl₃ dinyatakan lebih efektif dalam penentuan kadar flavonoid total pada kulit biji kacang hijau. Temuan ini menguatkan potensi pemanfaatan limbah kulit biji kacang hijau sebagai sumber bahan baku alami bernilai guna.

Downloads

Download data is not yet available.

References

R. Sarno, Tanaman kacang-kacangan sebagai sumber pangan dan gizi. Yogyakarta: Pustaka Agro Media, 2019.

S. Camalxaman, A. Khan, and M. Rahim, “Pharmacological activities of mung bean (Vigna radiata L.) extracts: A review,” Asian J. Biol. Sci., vol. 6, no. 4, pp. 247–255, 2013.

M. I. Fakhrudin, H. Listarina, and A. Putra, “Aktivitas antioksidan ekstrak biji dan daun kacang hijau (Vigna radiata L.) dengan pelarut etanol dan air,” J. Nat. Prod. Pharm., vol. 4, no. 1, pp. 1–7, 2020.

R. Amalia, D. S. Putri, and A. Rahmah, “Kajian kandungan metabolit sekunder kacang hijau (Vigna radiata L.) dan potensinya sebagai antioksidan,” J. Sains dan Kesehat., vol. 5, no. 3, pp. 124–133, 2023.

N. A. Zulkefli, N. Rahman, and N. Hashim, “Flavonoids: Structure, function, and biological activities,” J. Herb. Nat. Med., vol. 7, no. 2, pp. 77–91, 2023.

P. Supasatyankul, N. Nuchmanee, and K. Pramote, “Total phenolic and flavonoid contents of mung bean seed coat extract,” J. Food Biochem., vol. 46, no. 3, p. e14012, 2022.

N. Abriyani, R. Septiani, and P. Lestari, “Penetapan kadar flavonoid dengan metode spektrofotometri UV-Vis pada bahan alam,” J. Fitofarmaka Indones., vol. 10, no. 2, pp. 45–52, 2023.

M. Maria Ulfah, N. Yuliani, and R. Setiawan, “Pengaruh variasi pelarut terhadap kadar fenolik dan flavonoid ekstrak daun pandan wangi,” Indones. J. Chem. Anal., vol. 3, no. 2, pp. 55–62, 2021.

R. Saputri and A. Hakim, “Penelitian deskriptif analitik dan pemilihan sampel pada penelitian farmasi,” J. Metodol. Penelit. Farm., vol. 2, no. 2, pp. 50–57, 2021.

R. Agustina, R. Ramadhan, and N. Nurhayati, “Penentuan kadar flavonoid total menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis,” J. Ilmu Kefarmasian, vol. 7, no. 1, pp. 12–20, 2020.

M. Aris Munandar, N. Sari, and E. Handayani, “Pengaruh variasi pelarut terhadap kadar flavonoid pada ekstrak tanaman obat menggunakan spektrofotometri UV-Vis,” Indones. J. Pharm. Res., vol. 11, no. 1, pp. 33–42, 2023.

C. Chang, M. Yang, H. Wen, and J. Chern, “Estimation of total flavonoid content in propolis by two complementary colorimetric methods,” J. Food Drug Anal., vol. 10, no. 3, pp. 178–182, 2002.

E. Ema Hermawati, I. Suryani, and A. Wulandari, “Penentuan panjang gelombang maksimum senyawa flavonoid menggunakan spektrofotometri UV-Vis,” J. Anal. Farm., vol. 9, no. 2, pp. 89–96, 2023.

L. Sabrina, R. Utami, and N. Hasanah, “Optimasi penentuan panjang gelombang maksimum pada analisis flavonoid menggunakan UV-Vis,” J. Kim. dan Farm., vol. 12, no. 1, pp. 21–29, 2024.

A. K. Rehni, “Quantification of flavonoids using quercetin as standard in spectrophotometric analysis,” Int. J. Pharm. Sci. Rev., vol. 15, no. 4, pp. 66–72, 2019.

Wahyudi, P. Rahayu, R. Handayani, S. Alfauza, and W. Zahrani, “Studi Literatur : Rimpang Sebagai Tanaman Indonesia Dengan Efektivitas Antidiabetes,” J. Kesehat. Ilm. Indones. (Indonesian Heal. Sci. Journal), vol. 9, no. 2, 2024, doi: 10.51933/health.v9i2.1845.

Downloads

Published

24-11-2025

How to Cite

[1]
D. I. Andriani, N. Hidayah, and T. Alawiyah, “Perbandingan Keefektifan Reagen Untuk Menentukan Kadar Flavonoid Total pada Kulit Biji Kacang Hijau (Vigna radiate L.) Menggunakan Spektrofotometri UV-Vis”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 1848–1855, Nov. 2025.

Most read articles by the same author(s)