Etika Kedokteran Berbasis Aswaja An Nahdliyah: Moderasi Islam dan Tasawuf dalam Hukum Kesehatan Indonesia Kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4331Keywords:
Aswaja An Nahdliyah, Moderasi Islam, Tasawuf, Etika Kedokteran, Bioetika Islam, Hukum Kesehatan Indonesia, Rumah Sakit Syariah, Spiritual CareAbstract
Studi ini menganalisis integrasi nilai-nilai Aswaja An Nahdliyah, moderasi Islam, dan spiritualitas tasawuf dalam etika profesi kedokteran serta hukum kesehatan Indonesia kontemporer. Integrasi nilai keagamaan dalam pelayanan kesehatan menjadi semakin penting seiring meningkatnya tuntutan akan layanan yang lebih holistik, humanis, dan kontekstual. Melalui systematic literature review terhadap publikasi tahun 2015–2025, Studi ini mengevaluasi temuan empiris dan normatif mengenai peran moderasi Islam, spiritualitas tasawuf, prinsip maqashid syariah, dan kerangka hukum kesehatan Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai moderasi Islam dapat memperkuat kompetensi komunikasi lintas budaya, sensitivitas etis, dan iklim akademik yang inklusif dalam pendidikan kedokteran. Praktik tasawuf memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan pasien melalui mekanisme fisiologis, psikologis, dan sosial ketika diintegrasikan secara komplementer dengan terapi medis.Dalam konteks etika profesi, maqashid syariah—khususnya prinsip hifzh al-nafs—selaras dengan etika biomedis modern dan memperkuat orientasi keselamatan pasien. Studi-studi tentang hijamah, penolakan perawatan, dan kelalaian medis menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap standar profesi serta dokumentasi yang baik memiliki implikasi etis dan legal yang signifikan. Pada level sistem, integrasi nilai keislaman terlihat dalam pengembangan rumah sakit syariah, regulasi telemedicine, dan keterlibatan fatwa medis dalam kebijakan kesehatan.Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai spiritual Islam memiliki potensi besar untuk memperkaya praktik kedokteran, namun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan bukti empiris, kompleksitas regulasi, dan kebutuhan standardisasi. Peluang strategis muncul melalui reformasi kebijakan, kemajuan teknologi kesehatan, dan dukungan organisasi keagamaan.
Downloads
References
Bakri, S., et al. (2025). Terapi integratif berbasis refleksologi spiritual dan prinsip tasawuf. Multidisciplinary Reviews, 8(1). https://doi.org/10.31893/multirev.2025219
Dalimunthe, H. R. H., & Faishal, M. (2023). Penerapan nilai kesabaran dan tawakkal dalam keperawatan psikiatri. Jurnal Ilmu Keperawatan, 9(2). https://doi.org/10.52615/jie.v9i2.445
Dhanudibroto, H., & Widjaja, G. (2025). Rejection of medical treatment by patients in the perspective of legal responsibility. Devotion: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(3). https://doi.org/10.59188/devotion.v6i3.25438
Herlina, L., et al. (2024). Exploring Religious Moderation Practices in the Faculty of Medicine and Health Sciences at Mataram University. Jurnal Penelitian Keislaman, 20(2). https://doi.org/10.20414/jpk.v20i2.11495
Isdianto, A., Fitrianti, N., & Arif, A. (2025). Integrating Islamic ethics and clinical safety in sunnah cupping therapy services. Multidisciplinary Indonesian Center Journal, 2(3). https://doi.org/10.62567/micjo.v2i3.791
Islamy, M. R. F., et al. (2022). Praktik penyembuhan Sufi lokal di Jawa Timur. Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, 12(2), 209-231. https://doi.org/10.15642/teosofi.2022.12.2.209-231
Ismail, S. A., Hamid, B., Sulistiadi, W., et al. (2018). Journey to Shariah Hospital: An Indonesian experience. International Journal of Human and Health Sciences, 2(2). https://doi.org/10.31344/IJHHS.V2I2.27
Iswaty, M., & Shaff, S. M. (2023). Menimbang spritual-saintifik etik dalam praktik kedokteran era society 5.0 di Indonesia. Jurnal Hukum Kesehatan Indonesia, 3(2). https://doi.org/10.53337/jhki.v3i02.97
Kamran, M., & Syahrul, S. (2024). Kepatuhan standar profesi dan perlindungan hukum tenaga kesehatan. Sign Jurnal Hukum, 6(2). https://doi.org/10.37276/sjh.v6i2.375
Nizamie, S. H., & Goyal, N. (2010). History of psychiatry in India. Indian Journal of Psychiatry, 52(Suppl1), S7-S12. https://doi.org/10.4103/0019-5545.275856
Santoso, A. P. A., Soares, D., & Irawan, A. (2025). Psycholegal analysis of nurses' decision-making in patient treatment refusal: A human rights perspective in Indonesia. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, 19(2). https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v19no2.4085
Sodiqin, A. (2023). Religion and science: Analysing medical fatwas of the Majelis Ulama Indonesia (2010-2021). Journal of Islamic Law, 6(1). https://doi.org/10.24260/jil.v6i1.2683
Susila, M. E. (2019). Legal certainty or symbolic gesture? A political reappraisal of Indonesia health practitioner. Prio: Jurnal Hukum, 5(1). https://doi.org/10.25105/prio.v5i1.398
Tiolince, T. (2023). Indonesian telemedicine regulation to provide legal protection for patient. JSDeRI: Jurnal Selancar Hukum Indonesia, 1(2). https://doi.org/10.53955/jsderi.v1i2.9
Wulan, I. G. K., Rokhim, A., & Muhibbin, M. (2025). Legal protection for medical personnel who neglect their duties in performing medical procedures under Law No. 17 of 2023 on Health. Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian, 4(9). https://doi.org/10.58344/locus.v4i9.4732
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Arnaz Fahdika, Faiz Karim Fatkhullah, Ario Bimo Hanggono, Imam Aulia Mutaqin, Tuti Alawiyah, Ana Hodia Natalina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















