Hubungan Ekonomi dan Sistem Pendidikan Perbandingan Dengan Negara Lain

Authors

  • Andre Nofriady B Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Hendri Firmansyah Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Septen Heri Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Yona Christiana Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Adi Asmara Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Kashardi Kashardi Universitas Muhammadiyah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4283

Keywords:

Pendidikan, Pembangunan Ekonomi, Produktivitas, Kurikulum Merdeka, Digitalisasi Pendidikan, Perbandingan Internasional

Abstract

Hubungan antara pembangunan ekonomi dan sistem pendidikan menjadi isu strategis dalam diskusi global, khususnya dalam lima tahun terakhir. Pendidikan dipandang sebagai motor utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Investasi pendidikan terbukti meningkatkan produktivitas tenaga kerja, mendorong inovasi, serta memperkuat daya saing nasional melalui penciptaan tenaga kerja yang adaptif terhadap perubahan. Dalam konteks perubahan ekonomi global yang ditandai transformasi digital dan percepatan perkembangan teknologi, negara dituntut memiliki sistem pendidikan yang relevan, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan industri modern. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk menganalisis keterkaitan antara perkembangan ekonomi dan sistem pendidikan melalui perbandingan internasional antara negara maju dan negara berkembang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa negara dengan investasi pendidikan tinggi, kurikulum terkini, kualitas pendidik yang baik, serta pemerataan akses pendidikan cenderung memiliki pertumbuhan ekonomi stabil dan struktur tenaga kerja kompetitif. Perbandingan dengan Finlandia, Jepang, Korea Selatan, dan Estonia menunjukkan bahwa kebijakan pemerataan, digitalisasi pendidikan, peningkatan literasi teknologi, serta penguatan pendidikan vokasi memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.Sementara itu, Indonesia masih menghadapi tantangan seperti ketimpangan akses pendidikan, skill mismatch antara lulusan dan kebutuhan industri, pendanaan yang belum efisien, serta kesiapan pendidik dalam menghadapi era digital. Kajian ini menegaskan urgensi integrasi kebijakan pendidikan dengan strategi pembangunan ekonomi agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing di tengah dinamika global.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ananda, R., & Yusuf, M. (2019). Penerapan software penjadwalan dalam optimasi proyek konstruksi. Jurnal Manajemen Konstruksi, 7(2), 112–121.

Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik pendidikan Indonesia 2022.

Fauzan, M., & Ahmad, R. (2022). Efektivitas alokasi anggaran pendidikan dalam pemerataan layanan pendidikan. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, 13(1), 45–57.

Fitriani, N., & Hakim, L. (2020). Pengaruh kualitas guru dan kurikulum terhadap kesiapan kerja lulusan. Jurnal Pendidikan dan Ekonomi, 8(2), 101–115.

Harris, A. (2022). Equity in education funding: Lessons from Canada. International Journal of Educational Policy, 17(4), 233–247.

ILO. (2021). Skills development and employment in Asia.

Kemendikbudristek. (2023). Laporan implementasi Kurikulum Merdeka.

KEDI. (2022). Korean education development report.

Kim, S., & Lee, H. (2021). Teacher competency development in competency-based curriculum. Journal of Asian Education, 12(3), 201–219.

MEXT Japan. (2020). Education in Japan 2020.

Nugroho, A., & Yuniarti, D. (2021). Tantangan inovasi di perguruan tinggi Indonesia. Jurnal Riset Teknologi, 5(1), 55–68.

OECD. (2021). Education at a glance 2021.

OECD. (2023). Innovation, higher education, and economic competitiveness.

Pratama, R. (2021). Dampak investasi pendidikan terhadap literasi masyarakat. Jurnal Pembangunan Manusia, 9(1), 77–89.

Rahmawati, R., & Rusman. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka dan tantangannya. Jurnal Pendidikan Nasional, 15(2), 144–159.

Rohmah, S., & Mustofa, M. (2022). Pengaruh pendidikan vokasi terhadap pertumbuhan industri. Jurnal Vokasi Indonesia, 3(2), 67–79.

Sahlberg, P. (2021). Finnish lessons: What the world can learn from Finland. Teachers College Press.

Siregar, R., & Handayani, T. (2022). Tantangan digitalisasi pendidikan di Indonesia. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10(1), 1–15.

Suryadi, D. (2019). Pengaruh kualitas pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 20(1), 89–98.

UNESCO. (2022). Education for the digital age.

UNESCO-UNEVOC. (2021). Technical and vocational education and training in Asia.

Valk, A., & Sarapuu, K. (2021). Digital transformation in Estonia’s education system. European Education Review, 28(2), 99–118.

WEF. (2021). Global competitiveness report 2021.

WEF. (2022). Global competitiveness index update.

World Bank. (2020). Human capital and economic development.

World Bank. (2021). Education equity and economic inequality.

Downloads

Published

16-12-2025

How to Cite

[1]
A. N. B, H. Firmansyah, S. Heri, Y. Christiana, A. Asmara, and K. Kashardi, “Hubungan Ekonomi dan Sistem Pendidikan Perbandingan Dengan Negara Lain”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 5273–5280, Dec. 2025.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>