Model Pendidikan Di Negara Maju dan Berkembang

Authors

  • Linna Marleni Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Aan Soka Pardini Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Deddi kristian Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Afrien Yudisman Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Adi Asmara Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Kashardi Kashardi Universitas Muhammadiyah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4161

Keywords:

Sistem Pendidikan, Negara Maju, Negara Berkembang, Kualitas Pembelajaran

Abstract

Pendidikan merupakan faktor kunci dalam membangun sumber daya manusia dan mendorong perkembangan sosial-ekonomi suatu bangsa. Penelitian ini membahas perbandingan sistem pendidikan antara negara maju dan negara berkembang dengan fokus pada enam aspek utama, yaitu akses pendidikan, kurikulum dan kualitas pembelajaran, profesionalisme dan kesejahteraan guru, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, pendanaan pendidikan, serta sistem evaluasi dan penilaian. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju seperti Finlandia, Jepang, dan Korea Selatan telah menerapkan kebijakan pemerataan pendidikan secara efektif, didukung oleh sistem pendanaan yang kuat serta distribusi sarana prasarana yang merata. Kurikulum berbasis kompetensi, STEM, dan pembelajaran kontekstual menjadi pendekatan utama dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Guru memperoleh pelatihan profesional berkelanjutan serta kesejahteraan yang tinggi sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Pemanfaatan teknologi digital semakin memperkuat model pembelajaran inovatif yang adaptif terhadap kebutuhan siswa. Sebaliknya, negara berkembang seperti Indonesia, Nigeria, dan Filipina masih menghadapi ketimpangan akses pendidikan akibat kondisi geografis, ekonomi, dan infrastruktur yang belum merata. Kurikulum yang berorientasi hafalan, keterbatasan pelatihan guru, rendahnya literasi digital, serta ketergantungan pada ujian nasional menjadi tantangan utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Pendanaan yang terbatas serta rendahnya investasi pada riset pendidikan menyebabkan inovasi belum berkembang optimal. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya reformasi kebijakan secara komprehensif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengurangi kesenjangan global.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, R. (2020). Educational reform and curriculum flexibility in developing nations. Educational Review Journal, 18(2), 55–67.

Abdullahi, M. (2020). Educational access in low-income communities. International Journal of Social Education, 7(3), 112–125.

Aoki, H. (2021). Equity in Japanese education policy. Asian Education Studies, 9(1), 33–48.

Björklund, L. (2020). Inclusive education in Finland: Policy and implementation. Nordic Journal of Education, 14(2), 77–92.

Budiarto, T., & Safitri, D. (2022). Digital learning challenges in Southeast Asia. Journal of Digital Education, 5(1), 20–34.

Chen, Y. (2021). Teacher professionalism in developed countries. Global Pedagogy, 12(4), 201–215.

Fitriani, A. (2023). Permasalahan kesejahteraan guru di negara berkembang. Jurnal Kependidikan, 11(1), 44–59.

Hakala, J., & Lehtinen, T. (2022). Education welfare policies and school equity. European Social Research Journal, 30(2), 98–116.

Hidayat, R. (2024). Teacher training systems in East Asia. Journal of Comparative Education, 19(1), 66–80.

Kurniawan, A., & Putra, S. (2022). Arah riset pendidikan di negara berkembang. Jurnal Inovasi Pendidikan, 8(3), 145–160.

Malik, R., et al. (2021). Digital divide in developing countries. International ICT Education Journal, 15(2), 121–139.

Nugroho, A. (2023). STEM implementation in modern curriculum. Indonesian Journal of Education Policy, 7(1), 10–25.

OECD. (2021). Education at a glance: Global equity perspectives. OECD Publishing.

OECD. (2023). Digital transformation in education. OECD Publishing.

Park, S., & Kim, J. (2022). Phenomenon-based learning in Finland. Journal of Global Curriculum Studies, 5(2), 88–101.

Prasetyo, B. (2024). Tantangan penyelenggaraan anggaran pendidikan di Indonesia. Jurnal Kebijakan Publik, 6(1), 1–14.

Rahman, S., & Yusuf, A. (2021). Educational inequality in rural communities. Asian Development Review, 12(3), 55–70.

Smith, L. (2021). Innovation and research policy in education. International Review of Education, 69(4), 301–319.

Susanti, Y., & Wibowo, D. (2023). Evaluasi pembelajaran di Indonesia. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 14(1), 75–90.

UNESCO. (2020). Global education monitoring report: Inclusion and education.

UNESCO. (2024). Technology and learning gaps in remote regions.

UNESCO. (2025). Education access and digital readiness.

Williams, T. (2022). Global spending on education: Trends and outcomes. International Finance & Education, 22(2), 100–119.

World Bank. (2021). Education financing in developing countries.

World Bank. (2022). Socioeconomic barriers to schooling.

Wulandari, S. (2022). Faktor ekonomi dalam pemerataan pendidikan. Jurnal Sosial Humaniora, 9(2), 122–138.

Downloads

Published

10-12-2025

How to Cite

[1]
L. Marleni, A. S. Pardini, D. kristian, A. Yudisman, A. Asmara, and K. Kashardi, “Model Pendidikan Di Negara Maju dan Berkembang”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 4379–4385, Dec. 2025.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)