Perkembangan Realisasi Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2019 –2023: Tinjauan Desentralisasi dan Kemandirian Fiskal

Authors

  • Gita Febrianti Universitas Negeri Medan
  • Krisnawati Silaban Universitas Negeri Medan
  • Novita Hotma Uli Sitanggang Universitas Negeri Medan
  • Putri Kemala Dewi Lubis Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3684

Keywords:

Pendapatan Daerah, Desentralisasi, Fiskal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan realisasi pendapatan daerah Provinsi Sumatera Utara selama periode 2019–2023 dengan menempatkannya dalam konteks desentralisasi fiskal dan kemandirian keuangan daerah. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis grafis, penelitian ini memanfaatkan data sekunder dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan untuk mengevaluasi tren pendapatan daerah, kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta efektivitas capaian terhadap target anggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi pendapatan mengalami fluktuasi yang dipengaruhi kondisi ekonomi, terutama dampak pandemi COVID-19 pada 2020 yang menyebabkan penurunan tajam pendapatan daerah akibat melemahnya aktivitas ekonomi. Pada 2021, realisasi pendapatan kembali meningkat dan bahkan melampaui target, mencerminkan keberhasilan adaptasi fiskal, optimalisasi administrasi pemungutan pajak, serta perbaikan tata kelola keuangan daerah. Namun, pada 2023 realisasi kembali mengalami penurunan relatif terhadap target, menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara proyeksi anggaran dan kapasitas pemungutan riil. Kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah berada pada kisaran 18–23%, menandakan tingkat kemandirian fiskal yang masih rendah dan ketergantungan daerah yang cukup besar pada dana transfer pusat. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi PAD belum dimanfaatkan secara optimal, baik karena keterbatasan basis ekonomi maupun keterbatasan kapasitas administrasi fiskal daerah. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan sumber pendapatan lokal, peningkatan akurasi perencanaan anggaran, dan perbaikan tata kelola fiskal untuk mendorong kemandirian daerah serta meningkatkan efektivitas pengelolaan APBD dalam kerangka desentralisasi fiskal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arina, M. M., Koleangan, R. A. M., Engka, D. S. M. ( 2019 ). Pengaruh PAD, DBH, DAU, DAK terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Manado. Jurnal Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Daerah. Vol.2. No. 3, 26-35.

Bastian, I. (2018). Akuntansi Sektor Publik. Jakarta: Erlangga.

Engka, D. S. M., Koleangan, R., & Arina, M. M. (2019). Pengaruh PAD, DAU, DAK, dan DBH terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Manado. Jurnal Pembangunan Ekonomi & Keuangan Daerah. Vol. 20. No. 3, 26-35. Doi : https://doi.org/10.35794/jpekd.32796.20.3.2019

Halim, A. (2014). Manajemen Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.

Halim, A., & Kusufi, M. S. (2017). Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.

Hidayat, R., Erlina, E., & Badaruddin, B. (2024). Impact of local revenue (PAD) and transfer funds on regional financial independence in North Sumatra province. Jurnal Ekonomi, 13(01), 458–466. Diakses dari : https://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/Ekonomi/article/view/3534

Jannah, A. N., & Khoirunurrofik, K. (2022). The Impact of Economic Shocks on Local Fiscal Revenue: Evidence from Regions with Dominant Tertiary Sectors. Economics and Finance in Indonesia, 68(2).

Mahmudi. (2019). Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. UPP STIM YKPN.

Mardiasmo. (2018). Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta: Andi Offset.

Nugroho, A. A., Candrawati, C. (2025). Desentralisasi Fiskal dan Kemandirian Daerah Pemekaran: Studi Kasus pada Provinsi Sulawesi Barat. Jurnal Ilmu Administrasi Publik. Vol. 7. No. 1, 46-57. DOI : https://doi.org/10.14710/dialogue.v7i1.26656

Oates, W. (1972). Fiscal Federalism. New York: Harcourt Brace.

Rafael, S., & Istianah, I. (2022). Comparative Analysis of Local Government Financial Performance Before and After Economic Contraction. Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara, 8(2), 199–212.

Rahmawati, F., & Handayani, A. (2023). Desentralisasi Fiskal dan Kapasitas Keuangan Daerah di Indonesia. Jurnal Economia. Vol. 2. No. 3, 336-353. Doi : https://journal.uny.ac.id/index.php/economia/article/view/72253

Saragih, B. (2003). Desentralisasi Fiskal dan Keuangan Daerah. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Syamsul, S., Nurlailah, N., & Nurhadi, N. (2021). Dampak Penurunan Aktivitas Ekonomi terhadap Pendapatan Daerah dari Sektor Perpajakan dan Retribusi. KEUNIS (Jurnal Polines), 10(2).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

UNDP. (1997). Governance for Sustainable Human Development.

Wardana, M. F. K., & Firmansyah, A. (2025). Strengthening Regional Revenue through Governance and Strategic Local Spending Synergy. RISET: Jurnal Aplikasi Ekonomi Akuntansi dan Bisnis, 7(1).

World Bank. (1992). Governance and Development. Washington, DC.

Downloads

Published

26-11-2025

How to Cite

[1]
G. Febrianti, K. Silaban, N. H. U. Sitanggang, and P. K. D. Lubis, “Perkembangan Realisasi Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2019 –2023: Tinjauan Desentralisasi dan Kemandirian Fiskal”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 2274–2280, Nov. 2025.

Most read articles by the same author(s)