Primordialisme Digital dan Polarisasi Politik dalam Pemilu Presiden 2019 di Indonesia: Analisis Konflik Clifford Geertz terhadap Krisis Rasionalitas Demokrasi

Authors

  • Yolanda Tambunan Universitas Kristen Indonesia
  • Lis Hayanti Warasi Universitas Kristen Indonesia
  • Michelin Anasthasia Luther Universitas Kristen Indonesia
  • Renata Pricilla Universitas Kristen Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9841

Keywords:

Primordialisme Digital, Polarisasi Politik, Politik Identitas, Demokrasi, Pemilu 2019

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis peran primordialisme dalam membentuk polarisasi politik pada Pemilu Presiden 2019 di Indonesia melalui perspektif teori konflik primordial Clifford Geertz serta melihat pengaruh media digital dalam memperkuat fragmentasi sosial politik. Polarisasi politik pada pemilu tersebut menunjukkan bahwa perbedaan pilihan politik tidak hanya didasarkan pada rasionalitas programatik, tetapi juga dipengaruhi oleh ikatan primordial seperti agama, etnis, identitas kelompok, dan afiliasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka atau library research. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, laporan survei nasional, dan publikasi akademik yang membahas primordialisme, politik identitas, demokrasi digital, serta perilaku politik masyarakat Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan besar dalam memperkuat sentimen primordial melalui penyebaran narasi identitas, hoaks politik, simbol keagamaan, dan mobilisasi emosional berbasis kelompok. Dalam perspektif Clifford Geertz, ikatan primordial dapat menjadi alat integrasi sosial dalam kelompok, tetapi juga dapat berubah menjadi sumber konflik ketika dimobilisasi dalam kompetisi politik. Polarisasi yang terjadi berdampak pada melemahnya kualitas demokrasi deliberatif, menurunnya kohesi sosial, serta bergesernya orientasi pemilih dari pertimbangan rasional-programatik menuju loyalitas identitas. Artikel ini menawarkan kebaruan dengan melihat transformasi primordialisme klasik menjadi primordialisme digital dalam konteks demokrasi kontemporer Indonesia. Dengan demikian, pemahaman terhadap politik identitas digital penting untuk merumuskan strategi pendidikan politik, literasi media, dan penguatan budaya demokrasi yang lebih inklusif. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan ruang digital tidak cukup dilakukan melalui regulasi teknis, tetapi juga memerlukan kesadaran warga negara untuk menolak ujaran kebencian, memeriksa informasi, dan membangun dialog lintas identitas selama proses politik yang sehat di masyarakat demokratis Indonesia modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almond, Gabriel A., dan James S. Coleman. The Politics of Developing Areas. Princeton: Princeton University Press, 1960.

Castells, Manuel. The Rise of the Network Society. Oxford: Blackwell Publishing, 2010.

Geertz, Clifford. Old Societies and New States: The Quest for Modernity in Asia and Africa. New York: Free Press, 1963.

Mounk, Yascha. The People vs Democracy. Cambridge: Harvard University Press, 2018.

Rauf, Maswadi. Konsensus Politik: Sebuah Penjajakan Teoretis. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, 2000

Budiardjo, Miriam. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2008.

Hadiz, Vedi R. “Islamic Populism in Indonesia and the Middle East.” Cambridge University Press, 2016.

Lim, Merlyna. “Freedom to Hate: Social Media, Algorithmic Enclaves, and the Rise of Tribal Nationalism in Indonesia.” Critical Asian Studies, Vol. 49, No. 3, 2017.

Aspinall, Edward. “Indonesia’s Democratic Paradox: Competitive Elections amidst Rising Illiberalism.” Bulletin of Indonesian Economic Studies, Vol. 56, No. 1, 2020.

Fajri, P. C. (2024). The Political Domination of Identity in Indonesian Political Controversy and Mitigation of Election 2024. Politeia: Jurnal Ilmu Politik, 16(2), 66-73.

Kartiko, A. (2025). Intelijen Keamanan dan Politik Identitas: Mengawal Demokrasi (Strategi Intelligence-Led Policing pada Pemilu 2014 dan 2019). USK Press.

Fajri, P. C. (2023). Dominasi politik identitas dalam kontestasi politik Indonesia serta mitigasinya jelang Pemilu 2024. Jurnal Demokrasi Dan Politik Lokal, 5(2), 1-14.

Tri Siswanti, S. (2026). THE POWER SHOW: BRAND, CITRA, DAN DRAMATURGI KEKUASAAN. PENERBIT KBM INDONESIA.

Badrun, U. (2021). Menjadi Aktivis Kampus Zaman Now: Intelektualitas Gerakan, Godaan Kekuasaan, dan Masa Depan Aktivis. Bumi Aksara.

Rozaki, A. Diaspora Madura: Resiliensi, Strategi, dan Transformasi Pasca konflik Etnik. IRCiSoD.

Downloads

Published

13-06-2026

How to Cite

[1]
Y. Tambunan, L. H. Warasi, M. A. Luther, and R. Pricilla, “Primordialisme Digital dan Polarisasi Politik dalam Pemilu Presiden 2019 di Indonesia: Analisis Konflik Clifford Geertz terhadap Krisis Rasionalitas Demokrasi”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 8268–8280, Jun. 2026.

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.