Minat Mahasiswa FISIP Universitas Jember dalam Melestarikan Kesenian Tradisional

Authors

  • Agisca Dova Wahyu Elvaretta Universitas Jember
  • Nur Haviah Halif Universitas Jember
  • Sesil Diva Amelia Universitas Jember

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9822

Keywords:

Student Interest, Traditional Arts Preservation, Cultural Exposure, Cultural Attitudes, Institutional Support

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji minat mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember dalam melestarikan seni tradisional serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi minat tersebut. Seni tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia dan memiliki peran yang signifikan dalam mempertahankan identitas budaya. Namun, perkembangan teknologi yang pesat, modernisasi, serta pengaruh budaya global telah menimbulkan tantangan bagi pelestarian seni tradisional, terutama di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, pemahaman mengenai minat mahasiswa terhadap pelestarian budaya menjadi penting karena mereka diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga dan mempromosikan seni tradisional di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang didukung oleh analisis inferensial. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa FISIP Universitas Jember. Penelitian ini mengukur tingkat minat mahasiswa terhadap pelestarian seni tradisional, sikap mereka terhadap seni tradisional, paparan budaya yang mereka peroleh, serta tingkat dukungan institusional yang diberikan oleh universitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat minat yang sedang hingga tinggi dalam melestarikan seni tradisional. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat tersebut meliputi partisipasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan seni, sikap positif terhadap nilai-nilai budaya lokal, serta dukungan dari lingkungan kampus. Mahasiswa yang lebih sering terpapar seni tradisional melalui pertunjukan, lokakarya, dan berbagai kegiatan budaya cenderung memiliki minat yang lebih kuat dalam upaya pelestarian. Di sisi lain, faktor demografis seperti usia, jenis kelamin, dan tahun angkatan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan ketika faktor-faktor lain turut dipertimbangkan. Penelitian ini menyarankan agar perguruan tinggi memperkuat program pelestarian budaya dengan menyediakan lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan seni tradisional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Anthony Giddens. (1991). Modernity and Self-Identity. Stanford: Stanford University Press.

2. Barker, C. (2014). Cultural Studies: Theory and Practice. London: Sage Publications.

3. Coleman, J. S. (1988). Social capital in the creation of human capital. American Journal of Sociology, 94, S95–S120.

4. Creswell, J. W. (2014). Riset desain: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed methods (Ed. 3; terjemahan dari Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

5. Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

6. Manuel Castells. (2010). The Rise of the Network Society. Oxford: Wiley-Blackwell.

7. Pierre Bourdieu. (1986). The Forms of Capital. Dalam J. Richardson (Ed.), Handbook of Theory and Research for the Sociology of Education. New York: Greenwood.

8. Prasetyo, A. (2020). Peran media sosial dalam pelestarian budaya lokal di kalangan generasi muda. Jurnal Komunikasi, 12(2), 101–115.

9. Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.

10. Sairin, S. (2011). Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia; Perspektif Antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

11. Sairin, S. (2011). Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia: Perspektif Antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

12. Santoso, B. (2019). Revitalisasi institusi dan modal sosial lokal masyarakat Pesanggem sebagai strategi pelestarian hutan. Jurnal Ilmu Sosial dan Pembangunan, 10(1), 45–60. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jember.

13. Sedyawati, E. (2014). Kebudayaan di Nusantara. Jakarta: Komunitas Bambu.

14. Sujarwo, S. (2018). Partisipasi pemuda dalam pelestarian budaya lokal di era digital. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 3(2), 89–99.

15. UNESCO. (2003). Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage.

16. Yanto, N. F., & Bharata, L. W. (2019). Pembentukan Subjektivitas Buruh di Dalam Pabrik: Etnografi Buruh Perempuan di Jember. Electronic Journal of Social and Political Sciences (E-SOSPOL), 6(1). https://e-sospol.journal.unej.ac.id/home

Downloads

Published

11-06-2026

How to Cite

[1]
A. D. W. Elvaretta, N. H. Halif, and S. D. Amelia, “Minat Mahasiswa FISIP Universitas Jember dalam Melestarikan Kesenian Tradisional”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 7875–7883, Jun. 2026.

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.