Analisis Pengaruh Rata-Rata Lama Sekolah dan Tingkat Pengangguran Terbuka terhadap PDB Manufaktur di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.8659Keywords:
PDB Manufaktur, rata-rata lama sekolah, tingkat pengangguran terbuka, regresi linier berganda, indonesiaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rata-rata lama sekolah (RLS) dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) terhadap PDB Manufaktur di Indonesia selama periode 2004 hingga 2024. Mengingat fenomena deindustrialisasi dini dan perlambatan sektor industri pasca-pandemi, pemahaman tentang determinan output manufaktur menjadi sangat krusial. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda dan estimasi Ordinary Least Squares (OLS) pada data tahunan sebanyak 21 observasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), penelitian ini menguji hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil uji asumsi klasik (Jarque-Bera, Breusch-Godfrey, VIF, Breusch-Pagan-Godfrey) menunjukkan bahwa model memenuhi uji normalitas, bebas autokorelasi, bebas multikolinearitas (VIF<2), serta homoskedastisitas, sehingga estimasi OLS bersifat BLUE. Estimasi model menghasilkan persamaan: log(PDBM) = 13,64 + 0,7957×RLS – 0,1153×TPT. Temuan utama membuktikan bahwa secara simultan RLS dan TPT berpengaruh signifikan terhadap PDB Manufaktur dengan nilai adjusted R-squared sebesar 93,76 persen, artinya kedua variabel mampu menjelaskan 93,76% variasi output manufaktur. Secara parsial, rata-rata lama sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDB Manufaktur (koefisien 0,7957; p=0,0000), di mana setiap kenaikan RLS sebesar 1 tahun meningkatkan PDB Manufaktur sebesar 79,57 persen. Sebaliknya, tingkat pengangguran terbuka berpengaruh negatif dan signifikan (koefisien -0,1153; p=0,0000), yang berarti setiap kenaikan TPT sebesar 1 persen menurunkan PDB Manufaktur sekitar 11,53 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan mampu mendorong pertumbuhan sektor manufaktur, sementara tingginya pengangguran justru menghambat output industri. Implikasi kebijakan: perlunya sinergi antara peningkatan akses pendidikan (wajib belajar 12 tahun) dengan kebijakan pasar kerja aktif untuk menekan pengangguran, serta reformasi kurikulum berbasis kebutuhan industri guna mencegah educated unemployment.
Downloads
References
D. Salvatore, International Economics, 13th ed. New York: Wiley, 2019.
N. G. Mankiw, Principles Of Economics, 9th ed. USA: Cengage, 2021.
W. Syafitri, “Analisa Produktifitas Tenaga Kerja Sektor Manufaktur di Indonesia,” J. Ekon. dan Pembang. Indones., vol. 3, no. 2, 2003, doi: https://doi.org/10.7454/jepi.v3i2.2326.
D. Rodrik, “Premature Deindustrialization,” J. Econ. Growth, vol. 21, no. 1, pp. 1–33, 2016, [Online]. Available: https://link.springer.com/article/10.1007/s10887-015-9122-3
T. A. Nengsih, N. Saqina, N. Maula, and F. A. Oktavia, “Analisis Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka (Tpt) Dan Indeks Pembangunan Manusia (Ipm) Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Provinsi Jambi,” vol. 9, no. 3, pp. 1–14, 2024.
G. S. Becker, Human Capital, 3rd Editio. Chicago: University of Chicago Press, 2024.
J. A. Mincer, Schooling, Experience, and Earnings, vol. 1, no. 1. NBER, 1974.
A. M. Okun, “Potential GNP: Its Measurement and Significance,” Proc. Bus. Econ. Stat. Sect. Am. Stat. Assoc., pp. 98–104, 1962, [Online]. Available: https://milescorak.com/wp-content/uploads/2016/01/okun-potential-gnp-its-measurement-and-significance-p0190.pdf
F. S. Mishkin, The Economics of Money, Banking, and Financial Markets, 13th ed. Pearson Education, 2022.
N. U. Fitria and S. Wahyuni, “Pengaruh Tenaga Kerja dan IPM Terhadap Pertumbuhan PDB Industri Manufaktur di Indonesia,” SENTRI J. Ris. Ilm., vol. 5, no. 2, pp. 2186–2198, 2026, doi: https://doi.org/10.55681/sentri.v5i2.5855.
E. Febriani and W. Syafitri, “DAMPAK PENDIDIKAN DAN PERTUMBUHAN INDUSTRI PENGOLAHAN TERHADAP PENGANGGURAN,” J. Dev. Econ. Soc. Stud., vol. 2, no. 1, pp. 85–96, 2023, doi: 10.21776/jdess.2023.02.1.11.
B. Imantria, “Determinants of Premature Deindustrialization and Uneven Manufacturing Industry in Indonesia,” J. Penelit. Ekon. Dan Bisnis, vol. 10, no. 1, pp. 30–42, 2025, doi: https://doi.org/10.33633/jpeb.v10i1.11581.
N. A. Hani, N. A. Syafitri, and R. Azzahra, “Peran Human Capital dalam Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia, Sebuah Analisis Deskriptif,” CEMERLANG J. Manaj. dan Ekon. Bisnis, vol. 5, no. 1, pp. 91–102, 2025, doi: 10.55606/cemerlang.v5i1.3439.
R. F. Yoertiara and N. Feriyanto, “Pengaruh pertumbuhan ekonomi, IPM, dan tingkat pengangguran terbuka terhadap ketimpangan pendapatan provinsi-provinsi di pulau Jawa,” J. Kebijak. Ekon. dan Keuang., 2025, doi: 10.20885/JKEK.vol1.iss1.art9.
G. S. Becker, INVESTMENT IN HUMAN CAPITAL: A THEORETICAL ANALYSIS, vol. 5, no. 2. 1962.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dafa Ariza, Armin Rahmansyah Nasution

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















