Strategi Pendidikan Kewirausahaan Berbasis Lokal dalam Menumbuhkan Ekonomi Kreatif
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i2.470Keywords:
Pendidikan Kewirausahaan, Ekonomi Kreatif, Kearifan Lokal, Strategi Pendidikan, Inkubasi BisnisAbstract
Pendidikan kewirausahaan berbasis lokal menjadi semakin penting dalam konteks pengembangan ekonomi kreatif Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pendidikan kewirausahaan yang mengintegrasikan kearifan lokal untuk menumbuhkan sektor ekonomi kreatif. Menggunakan metode research and development, penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berbasis lokal dapat meningkatkan daya saing ekonomi kreatif melalui lima strategi utama: internalisasi nilai-nilai kearifan lokal, pengembangan kurikulum kontekstual, pembentukan jejaring ekosistem lokal, pemberdayaan sumber daya digital, dan implementasi program inkubasi berbasis komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan kewirausahaan berbasis lokal dalam sistem pendidikan formal dan informal dapat meningkatkan jumlah wirausaha lokal sebesar 35-40% dan kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional hingga 8-10%. Penelitian ini merekomendasi perlunya sinergi antara stakeholders pendidikan, pemerintah, dan industri kreatif untuk mengoptimalkan peran pendidikan kewirausahaan dalam pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.
Downloads
References
- Aboluwodi, A. 2011. “Education for Social Reconstruction: Implication for Sustainable Development in Nigeria”. *International Journal of Humanities and Social Science*, 1(21), hlm 84-91.
- Bappenas. 2011. *Laporan Pencapaian Pembangunan Milenium di Indonesia 2011*. Jakarta: Bappenas.
- Berger, P.L. 1994. *Langit Suci: Agama Sebagai Realitas Sosial*. Terjemahan Hartono. Jakarta: LP3ES.
- Berger, P.L. & Luckmann, T. 1990. *Tafsir Sosial atas Kenyataan: Risalah tentang Sosiologi Pengetahuan*. Terjemahan Hasan Basri. Jakarta: LP3ES.
- Borg, W.R. & Gall, M.D. 1983. *Educational Research an Introduction* (4th ed.). New York & London: Longman.
- BPS Provinsi NTB. 2013. “Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2013”. [http://ntb.bps.go-.id/data_uploads/brs/brs-2013-11-06-tenaga-kerja.pdf](http://ntb.bps.go-.id/data_uploads/brs/brs-2013-11-06-tenaga-kerja.pdf). Diunduh 4 September 2013.
- Burhanuddin & Sukardi. 2007. “Profil Pendidikan Anak Tidak dan Putus Sekolah Usia Pendidikan Dasar di Kabupaten Sumbawa Barat dan Kota Mataram”. *Laporan Penelitian*. Jakarta: Balitbang Depdiknas.
- Cheng, M.Y., Chan, W.S. & Mahmood, A. 2009. “The Effectiveness of Entrepreneurship Education in Malaysia”. *Education + Training*, 51(7), hlm 555-566.
- Collin, F. 1997. *Social Reality*. London and New York: Routledge.
- Degeng, N.S. 2013. *Ilmu Pembelajaran: Klasifikasi Variabel untuk Pengembangan Teori dan Penelitian*. Bandung: ARAS MEDIA.
- Dinas Dikpora NTB. 2008. *Profil Pendidikan Provinsi NTB*. Mataram: Dinas Dikpora NTB.
- Grounlund, N.E. & Waugh, C.K. 2009. *Assessment of Student Achievement* (9th ed.). New Jersey: Pearson Education, Inc.
- Joyce, B., Weil, M. & Calhoun, E. 2009. *Models of Teaching* (8th ed.). Upper Saddle River, New Jersey: Pearson Education, Inc.
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/Kemdikbud. 2013. *Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan*. Jakarta: Kemdikbud.
- Martens, E. & Prosser, M. 1998. “What Constitutes High Quality Teaching and Learning and How to Assure It”. *Journal Quality Assurance in Education*, 6(1), hlm 28-36.
- McNeil, J.D. 2006. *Contemporary Curriculum: In Thought and Action*. NJ: John Wiley and Sons, Inc.
- Robbins, S.P. 2002. *Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi*. Diterjemahkan oleh Halida dan Dewi Sartika. Jakarta: Erlangga.
- Schunk, D.H. 2012. *Teori-teori Pembelajaran: Perspektif Pendidikan* (6th ed.). Terjemahan Eva Hamdiah dan Rahmat Fajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Sthapornnanon, N., Sakulbumrungsil, R., Theeraroungchaisri, & Watcharadamrongkun, S. 2009. “Social Constructivist Learning Environment in an Online Professional Practice Course”. *American Journal of Pharmaceutical Education*, 73(1), hlm 1-8.
- Sulaimi, M., Karta, I.W., & Sukardi. 2010. “Pemetaan Permasalahan dan Potensi Pengembangan dan Pelaksanaan KTSP di Kota Mataram”, dalam *Jurnal Kependidikan LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta*, 40(1), hlm 1-15.
- Suparno, P. 1997. *Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan*. Yogyakarta: Kanisius.
- Supeno. 2007. “Model Pendidikan bagi Masyarakat Marginal”. *Makalah* disajikan dalam Lokakarya Pengembangan Model Pendidikan pada Masyarakat Marginal, Sumbawa, 8-9 September.
- Taatila, V.P. 2010. “Learning Entrepreneurship in Higher Education”. *Education + Training*, 52(1), hlm 48-61.
- Usman, H., Prasaja, L.D., & Sunarta. 2012. “Model Diklat Kewirausahaan bagi Remaja Putus Sekolah”, dalam *Cakrawala Pendidikan*, XXXI(1), hlm 55-66.
- Weiberg, D. 2012. “Konstruktionisme Sosial”, dalam Bryan S. Turner (Ed). *Teori Sosial dari Klasik sampai Postmodern*. Diterjemahkan E. Setiyawati A. dan Roh Shufiyati. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Wennekers & Thurik, R. 1999. “Linking Entrepreneurship and Economic Growth”. *Journal Small Business Economics*, 13(2), hlm 27-55.
- White, S.R. 2012. “Reconstructionism and Interdisciplinary Global Education: Curricula Construction in a Teilhardian Context”. *International Education Journal*, 31(1), hlm 5-23.
- Wildan & Sukardi. 2008. “Pemetaan Kondisi Anak Tidak dan atau Putus Sekolah Jenjang Pendidikan Dasar: ke Arah Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun di NTB”. *Laporan Penelitian*. Mataram: Dinas Dikpora NTB.
- Woolman, D.C. 2001. “Educational Reconstruction and Post-colonial Curriculum Development: a Comparative Study of Four African Countries”. *International Education Journal*, 2(5), hlm 27-46.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ida Royani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















