Digital Cultural Alignment dalam Promosi Perilaku Hidup Sehat: Analisis Strategi Organisasi Kesehatan untuk Mengatasi Resistensi Budaya di Era Transformasi Digital

Authors

  • Fatmawati M Saing Program Studi Promosi Kesehatan
  • Eliyanti Agus Mokodompit Jurusan Manajemen

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4621

Keywords:

Digital Cultural Alignment, Promosi Kesehatan, Perilaku Hidup Sehat, Resistensi Budaya, Komunikasi Kesehatan Digital, Organisasi Kesehatan

Abstract

Transformasi digital telah mengubah secara signifikan cara organisasi kesehatan dalam merancang dan mengimplementasikan promosi perilaku hidup sehat. Pemanfaatan media digital, aplikasi kesehatan, serta teknologi berbasis data memungkinkan penyebaran pesan kesehatan secara lebih luas dan cepat. Namun demikian, efektivitas kampanye digital seringkali terhambat oleh resistensi budaya yang muncul ketika pesan kesehatan dianggap tidak selaras dengan nilai, norma, kebiasaan, dan identitas sosial masyarakat. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis peran digital cultural alignment sebagai strategi kunci dalam mengatasi resistensi budaya serta meningkatkan efektivitas promosi perilaku hidup sehat di era transformasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review dengan pendekatan PRISMA, yang mencakup analisis terhadap lebih dari 40 artikel ilmiah relevan yang diperoleh dari basis data internasional seperti Scopus, Web of Science, PubMed, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa resistensi budaya terutama bersumber dari ketidaksesuaian pesan kesehatan dengan kerangka budaya lokal, yang berdampak pada rendahnya tingkat penerimaan pesan, keterlibatan audiens (engagement), serta keberlanjutan perubahan perilaku sehat. Penerapan digital cultural alignment melalui penggunaan bahasa lokal, simbol budaya, figur panutan komunitas, personalisasi pesan, serta pemilihan platform digital yang sesuai dengan preferensi masyarakat terbukti mampu meningkatkan kredibilitas komunikasi kesehatan dan memperkuat efektivitas kampanye digital. Selain itu, organisasi kesehatan perlu mengembangkan kapabilitas digital dan kapabilitas budaya secara simultan agar strategi komunikasi berbasis teknologi dapat berjalan secara optimal. Temuan ini menegaskan bahwa penyelarasan budaya dalam komunikasi digital bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan pendekatan strategis yang esensial untuk mengurangi resistensi budaya dan mendorong perilaku hidup sehat yang berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T

Airhihenbuwa, C. O. (1995). Health and culture: Beyond the Western paradigm. Sage Publications.

Bandura, A. (2004). Health promotion by social cognitive means. Health Education & Behavior, 31(2), 143–164. https://doi.org/10.1177/1090198104263660

Chen, J., Wang, Y., & Hao, H. (2022). Big data, health communication, and cultural adaptation in the digital age. Journal of Health Communication, 27(4), 255–267. https://doi.org/10.1080/10810730.2022.2053854

Eysenbach, G. (2021). Digital health and the transformation of healthcare. Journal of Medical Internet Research, 23(12), e29920. https://doi.org/10.2196/29920

Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (Eds.). (2015). Health behavior: Theory, research, and practice (5th ed.). Jossey-Bass.

Grant, M. J., & Booth, A. (2009). A typology of reviews: An analysis of 14 review types and associated methodologies. Health Information & Libraries Journal, 26(2), 91–108. https://doi.org/10.1111/j.1471-1842.2009.00848.x

Kreps, G. L., & Maibach, E. (2008). Transcultural health communication. Communication Theory, 18(3), 304–328. https://doi.org/10.1111/j.1468-2885.2008.00325.x

Kreuter, M. W., & McClure, S. M. (2004). The role of culture in health communication. Annual Review of Public Health, 25, 439–455. https://doi.org/10.1146/annurev.publhealth.25.101802.123000

Kreuter, M. W., Lukwago, S. N., Bucholtz, D. C., Clark, E. M., & Sanders-Thompson, V. (2003). Achieving cultural appropriateness in health promotion programs: Targeted and tailored approaches. Health Education & Behavior, 30(2), 133–146. https://doi.org/10.1177/1090198102251021

Moher, D., Liberati, A., Tetzlaff, J., & Altman, D. G. (2009). Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses: The PRISMA Statement. BMJ, 339, b2535. https://doi.org/10.1136/bmj.b2535

Noar, S. M., Harrington, N. G., & Aldrich, R. S. (2020). Tailored health communication to change lifestyle behaviors. Health Education Research, 35(3), 221–238. https://doi.org/10.1093/her/cyaa015

Nutbeam, D. (2000). Health literacy as a public health goal: A challenge for contemporary health education and communication strategies into the 21st century. Health Promotion International, 15(3), 259–267. https://doi.org/10.1093/heapro/15.3.259

Petticrew, M., & Roberts, H. (2006). Systematic reviews in the social sciences: A practical guide. Blackwell Publishing.

Ramanadhan, S., Revette, A., Lee, R. M., & Viswanath, K. (2019). Using digital communication strategies and ethnic media to engage culturally diverse communities in health promotion. Health Education & Behavior, 46(2), 245–254. https://doi.org/10.1177/1090198118823562

Rosenstock, I. M., Strecher, V. J., & Becker, M. H. (1988). Social learning theory and the Health Belief Model. Health Education Quarterly, 15(2), 175–183. https://doi.org/10.1177/109019818801500203Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039

Southwell, B. G., & Thorson, E. A. (2015). The prevalence, consequence, and remedy of misinformation in health communication. Routledge.

World Health Organization. (1986). Ottawa Charter for Health Promotion. WHO.

Downloads

Published

29-12-2025

How to Cite

[1]
F. M. Saing and E. A. Mokodompit, “Digital Cultural Alignment dalam Promosi Perilaku Hidup Sehat: Analisis Strategi Organisasi Kesehatan untuk Mengatasi Resistensi Budaya di Era Transformasi Digital”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 7480–7488, Dec. 2025.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 > >>