Evaluasi Kebijakan Digitalisasi Pembelajaran Pasca Pandemi Pada Jenjang Pendidikan Menengah Atas

Authors

  • Bahrodin Bahrodin UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
  • Atik Dwi Atuti UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
  • Jalaludin Jalaludin UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3642

Keywords:

Evaluasi Kebijakan, Digitalisasi Pembelajaran, Pendidikan Pasca Pandemi, Pendidikan Menengah Atas, Transformasi Digital, Pembelajaran Hibrida

Abstract

Akselerasi transformasi digital pasca pandemi COVID-19 menuntut evaluasi mendalam terhadap implementasi kebijakan digitalisasi pembelajaran, khususnya pada jenjang Pendidikan Menengah Atas yang memegang peran krusial dalam transisi ke pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kebijakan digitalisasi pembelajaran pasca pandemi, mengidentifikasi faktor determinan keberhasilan dan hambatan implementasi, serta menganalisis dampak multidimensionalnya terhadap kualitas proses belajar mengajar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain library research, melakukan sintesis mendalam terhadap 15 publikasi ilmiah terpilih periode 2021-2025 melalui teknik analisis konten tematik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kebijakan digitalisasi mencapai tingkat efektivitas 90,6 persen, terutama dalam penyediaan aksesibilitas sumber belajar yang fleksibel dan mendorong inovasi metodologi pengajaran. Faktor pendukung utama meliputi infrastruktur teknologi yang memadai, komitmen manajerial sekolah, dan program pengembangan profesional guru. Namun, implementasi kebijakan menghadapi hambatan struktural berupa kesenjangan digital (digital divide) antar wilayah, rendahnya literasi digital, keterbatasan akses perangkat, serta penurunan motivasi belajar dan interaksi sosial peserta didik. Dampak kebijakan menunjukkan paradoks: terjadi peningkatan aksesibilitas dan variasi metode, namun kualitas interaksi pedagogis dan perkembangan karakter siswa mengalami degradasi. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pembelajaran hibrida yang sinergis, kebijakan afirmatif untuk pemerataan infrastruktur, serta penguatan kapasitas pedagogis digital pendidik. Kesimpulannya, keberlanjutan digitalisasi memerlukan pendekatan holistik dan kolaborasi multi-pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkualitas tinggi di era pasca pandemi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

J. S. Gopika dan R. V Rekha, “Awareness and Use of Digital Learning Before and During,” hal. 1–13, 2023, doi: 10.1177/10567879231173389.

J. Simangunsong, “An evaluation of the implementation of study-from-home policy in senior high school during Covid-19 pandemic,” vol. 8, no. 1, 2022.

W. D. Pranaditya dan J. Pardosi, “Implementasi Digitalisasi Pendidikan Kewarganegaraan Pasca Pembelajaran Online di SMA Negeri 1 Tenggarong,” vol. 2, no. 1, hal. 84–93, 2024.

G. Sedrakyan dan S. Borsci, “Feedback digitalization preferences in online and hybrid classroom : Experiences from lockdown and implications for post-pandemic education,” no. November, 2025, doi: 10.1108/JRIT-02-2023-0014.

Ali Maksum, “Evaluasi Kebijakan Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi Covid-19 Pada Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kelua Kebupaten Tabalong,” vol. 5, hal. 97–112, 2022.

A. Zancajo, A. Verger, dan P. Bolea, “Digitalization and beyond : the effects of Covid-19 on post-pandemic educational,” vol. 41, no. January, hal. 111–128, 2022.

Joan Hesti Gita Purwasih, “Evaluasi Pembelajaran Sosiologi Jenjang Sekolah Menengah Atas Di Masa Pandemi Covid-19,” no. c, hal. 216–229, 2021.

M. F. Sidqi, D. A. Fajar, P. Studi, P. Bahasa, dan U. Pekalongan, “Evaluasi Kesiapsiagaan Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Pekalongan dalam Penyediaan Mutu dan Inklusivitas Pembelajaran Pasca Pandemic,” vol. 2, no. 2020, hal. 42–49, 2022.

F. Ani et al., “Dampak Kebijakan Digitalisasi Pendidikan Terhadap Kualitas Pembelajaran Di Sma Negeri 2 Dusun Hilir,” vol. 10, no. 1, hal. 751–760, 2025.

I. Firdayanti, “Evaluasi Kebijakan Platform Merdeka Mengajar (Pmm) Dalam Digitalisasi Pendidikan Di Smpn 1 Nganjuk,” vol. 12, hal. 189–199, 2025.

S. Muddin et al., “Analisis Kebijakan Pendidikan Di Era Pandemi,” vol. 2, hal. 104–115, 2025.

I Nengah Suastika, “Merekonstruksi Kebijakan Pendidikan Di Kabupaten Buleleng Menuju Digitalisasi Satuan Pendidikan,” hal. 41–55, 2023.

A. Arif, “Problems with the Policy Implementation of Learning Management During the COVID-19 Pandemic in Indonesia : A Retrospective Analysis for Post- Pandemic Policy,” vol. 10, no. 1, hal. 84–97, 2023.

D. Butler et al., “Aligning Digital Educational Policies with the New Realities of Schooling,” Technol. Knowl. Learn., vol. 29, no. 4, hal. 1831–1849, 2024, doi: 10.1007/s10758-024-09776-9.

D. Sulngamta et al., “Dampak Sistem Pembelajaran Daring Pasca Pandemi Covid-19 Terhadap Implementasi Proses Belajar Mengajar Di Sma Pencawan Medan,” vol. 5, no. 2, hal. 246–257, 2022.

W. S. Yun, “Digitalization challenges in education during COVID-19 : A systematic review,” Cogent Educ., vol. 10, no. 1, 2023, doi: 10.1080/2331186X.2023.2198981.

Downloads

Published

15-12-2025

How to Cite

[1]
B. Bahrodin, A. D. Atuti, and J. Jalaludin, “Evaluasi Kebijakan Digitalisasi Pembelajaran Pasca Pandemi Pada Jenjang Pendidikan Menengah Atas”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 4958–4966, Dec. 2025.