Pengaruh Jumlah Daging Ikan Kuniran (Upeneus Sulphureus) dan Puree Edamame (Glycine max L. Merril) Terhadap Sifat Organoleptik Kerupuk
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i2.1742Keywords:
Kerupuk, Ikan Kuniran, Puree Edamame, Organoleptik, Kandungan GiziAbstract
Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi: (1) dampak peningkatan proporsi daging ikan kuniran terhadap warna, rasa, kerenyahan, dan tingkat kesukaan kerupuk; (2) efek penggabungan pur-e edamame pada karakteristik percobaan; (3) hubungan timbal balik antara kedua bahan tersebut; dan (4) profil gizi kerupuk yang memperoleh penilaian tertinggi. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan rancangan acak lengkap faktorial 3 2, di mana daging ikan kuniran divariasikan pada level 30, 40, dan 50, sedangkan puree edamame ditetapkan pada 40 dan 50. Observasi dilakukan melalui uji organoleptik yang melibatkan 67 panelis tidak terlatih dan mencakup penilaian warna, aroma, rasa, kerenyahan, serta tingkat kesukaan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dua arah, ANOVA satu arah, dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengidentifikasi perbedaan yang signifikan. Analisis sensori menunjukkan bahwa penambahan daging ikan kuniran memperbaiki aroma, rasa, dan kerenyahan kerupuk secara signifikan, sedangkan warna dan tingkat kesukaan tetap tidak terpengaruh. Sebaliknya, puree edamame membuat warna dan kerenyahan meningkat, tetapi tidak memberi efek jelas pada aroma, rasa, atau keseluruhan kesukaan. Ketika kedua bahan dicampur, interaksi itu mempengaruhi warna, rasa, dan tingkat kesukaan, tetapi tidak menyentuh aroma dan kerenyahan. Dari semua perlakuan, kombinasi A2B1 yakni daging ikan kuniran 40 persen ditambah puree edamame 50 persen dinyatakan sebagai rancangan paling unggul. Kandungan gizi kerupuk setelah digoreng menunjukkan protein 7,55 persen, lemak 3,50 persen, karbohidrat 61,80 persen, abu 1,10 persen, air 1,20 persen, dan serat kasar 24,85 persen, sedangkan untuk kerupuk mentah terdiri atas protein 8,50 persen, lemak 1,60 persen, karbohidrat 65,15 persen, abu 1,02 persen, air 4,55 persen, dan serat kasar 19,18 persen.
Downloads
References
Asiva Noor Rachmayani. (2015). Pembuatan Kerupuk dari Hidrolisat Ikan Kuniran (Upeneus sp) dengan Penambahan Gluten [Skripsi, Universitas Jember].
Asriyana, A., & Irawati, N. (2018). Food and feeding strategy of sunrise goatfish Upeneus sulphureus, Cuvier (1829) in Kendari Bay, Southeast Sulawesi. Jurnal Iktiologi Indonesia, 18(1), 23–39.
Astuti, N., Handajani, S., & Romadhoni, I. F. (2021). Pengaruh Proporsi Puree Edamame (Glycine max (L) Merrill) dan Terigu terhadap Sifat Organoleptik. Jurnal Tata Boga, 10(1), 138–146.
Barikah, M., Astuti, N., Handajani, S., Romadhoni, I. F., Boga, P. T., Surabaya, U. N., & Kuliner, M. S. (2021). Jurnal tata boga pengaruh proporsi puree edamame (Glycine max (L.) Merrill) dan terigu terhadap sifat organoleptik donat. Jurnal Tata Boga, 10(1), 138–146. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/
Eka Rahmawati, Sri Haryati, & D. L. (2021). Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Sosis Ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) dengan Substitusi Brokoli (Brassica oleracea). Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang, 11(1), 1–14.
Mahfuz, H., & Baehaki, A. (2017). Analisis Kimia dan Sensoris Kerupuk Ikan yang Dikeringkan dengan Pengering Efek Rumah Kaca (ERK). FishtecH: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan, 6(1), 39–46.
Mukti, A. E., Laili Hidayati, & Issutarti. (2023). Pengaruh Substitusi Tepung Daging Ikan Kuniran (Upeneus moluccensis) terhadap Sifat Organoleptik Kastengel. Jurnal Sains Boga, 6(1), 20–27.
Nuryanto, N., Putri, A. R., Chasanah, E., Sulchan, M., Afifah, D. N., Martosuyono, P., & Asmak, N. (2023). Profil Asam Amino Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Protein Hidrolisat Ikan Kuniran. Journal of Nutrition College, 12(3), 232–237. https://doi.org/10.14710/jnc.v12i3.40395
Pangestika, W., Maulid, D. Y., & Arfipratama, M. R. (2022). Pemanfaatan Hasil Samping Pengolahan Surimi Ikan Kuniran Pada Pembuatan Bakso Ikan. Aurelia Journal, 5(1), 67–78.
Properties, P., Gizi, P., Sarjana, P., Kesehatan, F. I., & Yogyakarta, U. R. (2024). Sifat Fisik dan Kadar Proksimat pada Nugget Ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) dengan Penambahan Bayam Duri (Amaranthus spinosus L). 19(2), 87–94.
Rachmawati, S. N., Aryatika, K., & Rokhmah, D. (2025). Formulation and organoleptic test of edamame-mackarel tuna sprinkle powder as a high protein supplementation for stunting. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 10(1), 46. https://doi.org/10.30867/action.v10i1.2059
Rahman, R., Tobing, O. L., & Setyono, S. (2019). Optimalisasi pertumbuhan dan hasil edamame (Glycine max L. Merrill) melalui pemberian pupuk nitrogen dan ekstrak tauge kacang hijau. Jurnal Agronida, 5(2), 90–99. https://doi.org/10.30997/jag.v5i2.2316
Rodrigues Pinheiro Neiva, B., Machado, M., Yuri, R., Fabiane, É., Neto, L., Josefina, M., Bastos, M., Helena, D., & lainnya. (2011). Fish crackers development from minced fish and starch: An innovative approach to a traditional product. Ciência e Tecnologia de Alimentos, 31(4), 973–979. http://www.redalyc.org/articulo.oa?id=395940111024
Setyaningsih, S., & Ratnasari, D. (2024). Pembuatan Abon Ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) sebagai Makanan Tambahan Balita Gizi Kurang Berbasis Pangan Lokal. Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK), 6(2), 30–37.
Sisca, P., Dulbari, D., & Kalsum, N. (2024). Kualitas Hasil Edamame pada Berbagai Umur Panen. J-Plantasimbiosa, 6(1), 60–67. https://doi.org/10.25181/jplantasimbiosa.v6i1.3543
SNI 8646:2018. (2018). Kerupuk ikan, udang dan moluska siap makan. Badan Standardisasi Nasional. https://www.bsn.go.id
Yusnidar, & Rochanawati, I. (2022). Substitusi pembuatan kerupuk ikan lele dengan penambahan rebung. Pariwisata Bunda, 2(2), 13–38.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Azzahra Gita Cahyani; Asrul Bahar, Lilis Sulandari, Lucia Pangesthi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















