Transformasi Peran Guru Di Era Kecerdasan Buatan: Dari Pengajar Menjadi Fasilitator Digital
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i2.1566Keywords:
Transformasi Peran Guru, Kecerdasan Buatan, Fasilitator Digital, Literasi DigitalAbstract
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, terutama kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), telah membawa perubahan mendasar dalam dunia pendidikan. Transformasi ini menuntut penyesuaian peran guru yang semula berfokus sebagai penyampai materi menjadi fasilitator digital yang mendampingi peserta didik dalam proses belajar. Pada era pembelajaran abad ke-21, guru tidak lagi hanya berperan sebagai sumber informasi, tetapi juga menjadi pendamping yang membantu peserta didik dalam mengakses, mengelola, dan memanfaatkan informasi melalui pemanfaatan teknologi secara efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan analisis literatur sebagai metode utama, bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana transformasi peran guru dapat diimplementasikan secara optimal di era kecerdasan buatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi peran guru memerlukan penguasaan keterampilan baru, seperti literasi digital, pemanfaatan AI sebagai media pembelajaran, serta keterampilan AI coaching untuk membimbing peserta didik dalam menggunakan teknologi secara bijak. Guru perlu melakukan strategi adaptasi melalui pemanfaatan platform pembelajaran berbasis AI, integrasi chatbot sebagai sarana konsultasi belajar, dan penggunaan analitik pembelajaran untuk memetakan capaian belajar peserta didik secara akurat. Di sisi lain, aspek humanis guru tetap menjadi unsur penting yang tidak dapat digantikan AI, karena guru berperan sebagai motivator, pembimbing moral, dan pendamping emosional peserta didik dalam proses pembelajaran.
Downloads
References
Hendayani, Y. (2021). Peran guru dalam pembelajaran abad 21 berbasis teknologi. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 4(2), 123–134.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Visi Merdeka Belajar: Pembelajaran Berpusat pada Peserta Didik. Jakarta: Kemdikbudristek.
Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Putri, S., & Lestari, R. (2022). Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah. Jurnal Teknologi Pendidikan, 8(1), 45–56.
Rahmah, S. (2020). Perubahan peran guru dalam era digital: Dari pengajar menjadi fasilitator. Jurnal Pendidikan Abad 21, 5(3), 210–221.
Sari, D., & Pratiwi, A. (2023). Pemanfaatan artificial intelligence dalam pembelajaran: Tantangan dan peluang. Jurnal Teknologi dan Pendidikan, 10(2), 98–110.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Susanti, E. (2023). Tantangan transformasi peran guru di era kecerdasan buatan. Jurnal Pendidikan Indonesia, 12(1), 67–78.
Suyanto, S. (2017). Guru di era digital: Peran dan tantangan. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 23(4), 457–468.
Utami, R. (2021). Literasi digital sebagai kompetensi wajib guru di era industri 4.0. Jurnal Ilmu Pendidikan, 17(2), 134–143.
Wahyuni, N. (2023). Aspek humanis dalam pendidikan: Peran guru di era teknologi. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(1), 45–59.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Isni Dwi Rahma, Rianti Rahmadania, Tri Rahayu Setya Ningrum, Yoni Edwar, Yogi Rizki Oktara, Tomi Hidayat, Rifa’i Rifa’i

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















