Analisis Praktik Sistem Bagi Hasil Pertanian Bawang Merah antara Petani dan Pemodal di Desa Kadingeh, Kec. Baraka, Kab. Enrekang
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.8814Keywords:
Sistem Bagi Hasil, Pertanian Bawang Merah, Petani Dan Pemodal, Kerja Sama PetaniAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik sistem bagi hasil pertanian bawang merah antara petani dan pemodal di Desa Kadingeh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam mekanisme kerja sama, pembagian hasil, pembagian risiko, serta persepsi keadilan dalam sistem bagi hasil yang diterapkan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan petani, pemodal, dan aparat desa sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik sistem bagi hasil dilakukan berdasarkan kesepakatan lisan yang dilandasi rasa saling percaya dan hubungan kekeluargaan. Dalam kerja sama tersebut, pemodal menyediakan biaya produksi seperti bibit, pupuk, pestisida, dan kebutuhan operasional lainnya, sedangkan petani bertanggung jawab dalam pengelolaan lahan dan proses budidaya hingga panen. Pembagian hasil umumnya menggunakan pola 50:50 setelah modal produksi dikembalikan. Keberhasilan sistem bagi hasil dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kondisi cuaca, harga bawang merah di pasar, pengalaman petani, dan tingkat kepercayaan antara kedua pihak. Sistem ini membantu petani mengatasi keterbatasan modal dan menjaga keberlangsungan usaha tani bawang merah. Namun, praktik kerja sama yang masih bersifat informal menyebabkan kurangnya transparansi dalam pencatatan biaya dan pembagian hasil, sehingga berpotensi menimbulkan perbedaan persepsi dan ketidakadilan dalam pembagian risiko. Oleh karena itu, diperlukan perjanjian kerja sama yang lebih jelas dan transparan agar sistem bagi hasil dapat berjalan lebih efektif, adil, dan berkelanjutan.
Downloads
References
Astuti, A., Gani, N., & Anwar, N. (2021). Implementasi Profit and Loss Sharing Berbasis Al-adl Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani Bawang Merah (Di Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang). At Tawazun Jurnal ekonomi Islam, 77-93..
Ability, A., Suminah, S., Anantanyu, S., Suwarto, S., & Sugihardjo, S. (2023). The Influence of Empowerment towards Agricultural Business.
Amanda, D. (2024). Presfektif Ekonomi Islam ( Studi Kasus Di Desa Talang Bukit ). 2(1), 146–159. https://jurnal.aksaraglobal.co.id/index.php/jkpim/article/view/254/261
Amzeri, A., Khoiri, S., & Pawana, G. (2025). Pemberdayaan Kelompok Tani Padimas melalui Introduksi Varietas Bawang Merah dan Penguatan Kelembagaan. 23(01), 104–114. https://doi.org/10.33369/dr.v23i1.41051
Annisa, R. V., Agustina, T., Agribisnis, P. S., Pertanian, F., & Jember, U. (2024). analisis risiko usahatani Bawang Merah dan Perilaku petani dalam menghadapi risiko di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. 8, 1099–1111.
Ashofa, F., Santi, M., & Tulungagung, S. M. (2025). Analisis Sistem Bagi Hasil Pada Kerjasama Pertanian Padi Antara Pemilik Lahan Dan Penggarap Dalam Perspektif Ekonomi Syariah. 12(1). https://doi.org/10.54956/eksyar.v12i01.681
Astuti. (2020). Implementasi profit and loss sharing berbasis al-adl dalam meningkatkan kesejahteraan petani bawang merah di Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. https://repositori.uin-alauddin.ac.id/17978/1/Implmentasi profit and Loss Sharing Berbasis Al-adl Dalam.pdf
Baba, M. A. (2017). Analisis Data Penelitian.
Banggae, K., Masyarakat, P., & Petani, R. (2024). Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Respon Petani Bawang Merah Terhadap Model Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Majene Shallot Farmers ’ Response to the Community Empowerment Model in Majene Regency Suryani Dewi , Fitri *, Arman Amran Universitas Sulawesi Barat Jl . Prof . Baharuddin Lopa , SH , MH , Kabupaten Majene , Sulawesi Barat. 10, 2068–2078.
Barat, N. T. (2021). Analisis Transmisi Harga Bawang Merah di Provinsi Nusa Tenggara Barat. 8(1).
Barat, S., & Mulyadin, I. (2024). Pemanfaatan Modal Sosial dalam Memperkuat Kapasitas Kelembagaan Kelompok Tani ( Studi Kasus di Kelompok Tani Tumenggung 2 di Kabupaten. 7.
Bosna Trimanta, Rosnidar Sembiring, Z. (2022). Perjanjian Bagi Hasil Tanah Pertanian Antara Pemilik Sawah Dan Pengelola (Studi Di Desa Timbang Lawan Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat). 3(2), 368–392.
Damayanti, E. P. (2025). Analisis Produktivitas dan Pendapatan Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati. 18(1).
Desa kadingeh. (n.d.). Website Desa Kadingeh.
Fajrin, N. A., Gimnastiar, A., Andayani, S. A., & Umyati, S. (2024). efesiensi Alokatif Penggunaan faktor Produksi Dalam Usahatani Bawang Merah (allium ascalonicum L.) di Kecamatan Agrapura. 3(1), 27–32.
Ghufron, M. O. H. I. (2022). Jurnal keadaban. 4(1), 49–64.
Hamidi, L., Ma, S., & Adam, I. T. (2023). Land Profit Sharing for Increasing Productivity. 2(2), 1003–1012.
Hasbuddin & abdillah. (2021). Sistem Bagi Hasil Partelon Petani Padi Di Palengaan Kabupaten Pamekasan Perspektif Hukum Islam Dan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, 81–94. https://doi.org/10.35961/teraju.v3i02.295
Ichsan, N. (2020). Muzara ’ ah Dalam Sistem Pertanian Islam Muzara ’ ah.
Irmayani, hasmawati, N. (2021). Analisis Marjin dan Efisiensi Saluran Pemasaran Produksi Bawang Merah ( Allium ascolanicum L .) Di Desa Banti Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. 21, 338–347. https://doi.org/10.35965/eco.v21i2.1107
Ischak, B. & zulfiayu. (2019). Teknik pengumpulan data.
Meing, R. D. A. Da, & Setiaji, J. (2024). Analisis Efesiensi Produksi Usahatani Bawang merah di Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu. 24(3), 79–86.
Mukshinun. (2017). Evaluasi Manajemen Risiko Produk Mudharabah dan Musyarakah dalam Meminimalisir Risiko Pembiayaan Bagi Hasil. 1, 41–61.
Munfariah&saka. (2020). Implementasi Teknik Bagi Hasil Pada Kerjasama Antara Petani Bawang Merah Dengan Pekerja Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam. 4(2).
Mustamin, S. W., & Mansyur, S. (2021). Analisi Sistem Bagi Hasil Antara Pemilik Modal Tombolo Pao Kabupaten Gowa. 12(1), 1–15.
Natasia & Efendi. (2025). Model Pembagian Hasil dalam Aqad Mukhabarah: Studi Kasus Dua Pemilik Lahan di Padang Lawas Utara Putri Natassia 1)* , Rahmad Efendi 2) 1,2. 6.
Nisa, F. (2022). Modal Sosial Petani Penggarap Bawang Merah dalam Penerapan Sistem Persenan Di Probolinggo The Social Capital of Shallot Cultivating Farmers in the Application of the Percent System in Probolinggo. 4(1), 25–34. https://doi.org/10.51486/jbo.v4i1.63
Prihantini, C. I., Berlian, M., Yarda, V., Jafar, R., Lontoh, R., & Anam, M. K. (2025). Sistem Bagi Hasil pada Usahatani Padi Sawah di Desa Lalonggolosua Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka Sharecropping System in Rice Farming in Lalonggolosua Village , Tanggetada District , Kolaka Regency. 11, 3044–3051.
Putra, C. A. (2023). Analisis manajemen risiko dalam pengembangan usa hatani bawan g merah di d esa bant i kecamatan baraka kabupaten enrekang.
Rahman, D. (2024). Strategi Pemberdayaan Petani dalam Pembangunan Agribisnis Inklusif. 7618–7627.
Rangtuki, Nurhayati, T. (2021). Bimbingan Teknis Manajemen Keuangan Sederhana Bagi Petugas Balai Penyuluhan Pertanian. 03(02), 322–326.
Ridwan. (2024). Pengaruh Biaya produksi dan harga jual terhadap pendapatan usahatani bawang merah di Desa Kadingeh, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang. Skripsi.
Roidah, I. S., Syah, M. A., Prasekti, Y. H., & Putri, A. R. (2025). Dampak Efisiensi Teknis Terhadap Produktivitas Usahatani Bawang Merah The Impact Technical Efficiency on the Shallot Farming Productivity. 13(2), 108–115.
Rosmiaini et al. (2022). Jurnal Sains Manajemen Nitro. 1, 131–139.
Sharing, P., Sharing, R., Kunci, K., Hasil, B., Perbankan, P., Syari, B., Mu, B., Tamwil-salman, B., Gusti, K. R., Ulama, M., Bank, L. B., Nasional, M., Mui, I. V, & Jakarta, H. S. (2014). Konsep bagi hasil dalam perbankan syariah. IV(1), 99–105.
Suherli, I. R., Ridwan, A. H., Yusup, D. K., & Hakim, S. Al. (2025). Amwaluna : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Implementation of the Principle of Profit Sharing of Mudharabah and Musyarakah in The Realm of Community Economic Development.
Sumarni. (2022). Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa praktik bagi hasil pada usahatani bawang merah di wilayah Enrekang umumnya berbasis akad tradisional (muzāra’ah/mudharabah) yang seringkali dijalankan secara informal dan lisan, sehingga rentan terhadap ketidakjelasa. Skripsi.
Swasti, R. (2025). Analisis Efektivitas Sistem Bagi Hasil Antara Pemilik Lahan Dan Petani. 3(1), 22–26.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pidya Rahmadani, Nasrullah Nasrullah, Indriana Indriana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















