Manajemen Konflik Digital dalam Perspektif SDGs 16: Studi Kasus Eskalasi dan Resolusi Konflik SEAblings vs KNetz
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.8543Keywords:
Manajemen Konflik Digital, SDG 16, Seablings, Knetz, Eskalasi Konflik, Resolusi KonflikAbstract
Konflik digital di media sosial semakin kompleks dan sulit dikendalikan, terutama ketika melibatkan perbedaan identitas budaya serta mekanisme algoritma yang mempercepat eskalasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola eskalasi konflik digital antara komunitas SEAblings dan KNetz, mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu konflik, serta menilai strategi penyelesaian yang digunakan dalam perspektif manajemen konflik dan Sustainable Development Goal (SDG) 16, berfokus pada perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dipadukan dengan netnografi. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif dan dokumentasi digital pada platform X (Twitter), TikTok, Instagram, dan Telegram selama periode puncak eskalasi konflik, yaitu tanggal 9 hingga 11 Februari 2026. Sumber data meliputi unggahan, komentar, dan tangkapan layar yang dianalisis menggunakan analisis tematik dari Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik SEAblings vs KNetz mengalami eskalasi dalam tiga fase cepat: fase pemicu, fase penyebaran viral, serta fase polarisasi dan aksi kolektif. Faktor-faktor yang memicu konflik meliputi identitas kelompok yang kuat, anonimitas di media sosial, algoritma platform yang memprioritaskan konten provokatif, serta keterbatasan mediasi lintas batas. Strategi resolusi yang muncul sangat terbatas dan didominasi oleh gaya kompetisi, sementara upaya rekonsiliasi seperti permintaan maaf tenggelam oleh banjir konten konflik. Dari perspektif SDG 16, konflik ini melanggar prinsip perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh karena menghasilkan kekerasan verbal tanpa sanksi, ketidakadilan prosedural, serta kegagalan platform digital dalam mencegah eskalasi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan mekanisme mediasi lintas platform dan lintas negara, serta reformasi algoritma yang mendorong rekonsiliasi agar target SDG 16 dapat tercapai di era digital.
Downloads
References
Ariani, D., & Triyanto. (2026). Konflik fandom dalam ruang publik digital... MIKHAYLA, 3(1), 20-27.
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2023). Laporan survei penetrasi internet Indonesia 2023. https://apjii.or.id
Berger, J., & Milkman, K. L. (2012). What makes online content viral? Journal of Marketing Research, 49(2), 192-205.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101.
Cass R. Sunstein. (2017). #Republic: Divided democracy in the age of social media. Princeton University Press.
Creswell, J. W. (2014). Research design (4th ed.). SAGE.
De Dreu, C. K. W., & Gelfand, M. J. (2008). The psychology of conflict. Lawrence Erlbaum.
Kozinets, R. V. (2015). Netnography: Redefined (2nd ed.). SAGE.
Manuel Castells. (2015). Networks of outrage and hope: Social movements in the Internet age (2nd ed.). Polity Press.
Pew Research Center. (2021). The state of online harassment. https://www.pewresearch.org
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational behavior (17th ed.). Pearson.
Siagian, N., dkk. (2026). Algoritma dan viralitas dalam era post-truth. Kopula, 8(1), 186-195.
Simmel, G. (1908). Soziologie. Duncker & Humblot.
Trilestari, L., Shovmayanti, N. A., Kurniawan, D., & Prakosa, F. A. (2024). Pemanfaatan Google Trends untuk menganalisis pola penggunaan media sosial di Indonesia. Jurnal Bincang Komunikasi
UNICEF. (2020). Cyberbullying: What is it and how to stop it. https://www.unicef.org.
United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development.
United Nations. (2024). Global Digital Compact.
We Are Social, & Kepios. (2024). Digital 2024: Global overview report. https://datareportal.com/reports/digital-2024-global-overview-report
Widuri, R. T., dkk. (2026). Regional digital citizenship caused by conflict. Politeknik Tempo.
Yin, R. K. (2018). Case study research (6th ed.). SAGE.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rahma Fitriyani, Vannisha Rafa Naura Harina, Yusrotul Widad Sugiyanto, Herdiyanto Fransiskus Samosir, Revienda Anita Fitrie, Nuh Krama Hadianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















