Manajemen Konflik Sebagai Indikator Efektivitas Penguatan Diri: Perbedaan Antara Pola Pikir dalam Mengelola Emosional Antara Gen z dan Gen Milenial dalam Perspektif SDGs
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.8268Keywords:
Manajemen Konflik, Generasi Z, Corporate Governance, Pengolaan Emosi, SDGsAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya konflik interpersonal di era digital yang dipicu oleh tingginya intensitas interaksi daring serta adanya perbedaan pola pengelolaan emosi antar generasi, khususnya Generasi Z dan Milenial. Perkembangan teknologi komunikasi yang pesat turut memperluas ruang interaksi sosial, namun di sisi lain juga meningkatkan potensi kesalahpahaman dan konflik akibat keterbatasan ekspresi emosional dalam komunikasi digital. Permasalahan utama dalam penelitian ini terletak pada belum optimalnya pemahaman mengenai bagaimana kedua generasi tersebut mengelola konflik dan emosi dalam konteks sosial yang semakin kompleks dan dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen konflik dan kecerdasan emosional sebagai indikator penguatan diri, serta mengkaji perbedaan strategi yang digunakan oleh Generasi Z dan Milenial dalam perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan mental dan pembangunan masyarakat yang inklusif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, melalui teknik wawancara mendalam terhadap enam informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z cenderung menggunakan strategi menghindar serta regulasi emosi berbasis refleksi diri dalam menghadapi konflik. Sementara itu, Generasi Milenial lebih mengedepankan pendekatan kolaboratif dan komunikasi terbuka untuk menyelesaikan permasalahan interpersonal. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan dalam mengelola konflik dan emosi memiliki kontribusi signifikan terhadap kesehatan mental individu, peningkatan kohesi sosial, serta mendukung terciptanya masyarakat yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan sesuai dengan tujuan pembangunan global.
Downloads
References
Bencsik, A., & Machova, R. (2016). Knowledge Sharing Problems from the Viewpoint of
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Fauziyyah,S.N. &Rina,N. (2020). Literasi Media Digital: Efektivitas Akun Instagram @infobandungraya terhadapPemenuhan Kebutuhan Informasi Followers. Medialog:Jurnal IlmuKomunikasi, , 13-24,https://doi.org/https://doi.org/10.35326/medialog.v3i1.479
https://www.researchgate.net/publication/265565339_Thomas-
Intergeneration Management. In ICMLG2016 - 4th International Conference on Management, Leadership and Governance (pp. 42-50). Academic Conferences and Publishing Limited
Kilmann_conflict_MODE_instrument DOI : https://doi.org/10.1037/t0
Kvale, S., & Brinkmann, S. (2015). InterViews: Learning the craft of qualitative research interviewing (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Mannheim, K. (1928). The problem of generations. Essays on the Sociology of Knowledge.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Salovey, P., & Mayer, J. D. (1990). Emotional intelligence. Imagination, Cognition and Personality.
Shapiro, L. E. (2003). Mengajarkan Emotional Intelligence pada Anak. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Smith, J. A., Flowers, P., & Larkin, M. (2009). Interpretative phenomenological analysis: Theory, method and research. London: Sage Publications.
Thomas, K. W., & Kilmann, R. H. (1976).
Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument (Profile and Interpretive Report).
United Nations. (2015). Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Afifah Fatmala Nurlianti, Vella Elfanny Meisyacharis, Albaitul Khoiridah Fitriani, Hieronimus Febian Jona Hendrawan, Revienda Anita Fitrie, Nuh Krama Hadianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















