Fenomena Sosial Masyarakat Desa Adat Legian Bali Sebagai Laboratorium Pendidikan

Authors

  • Akhiruddin Akhiruddin Universitas Negeri Makassar
  • Syamsu A Kamaruddin Universitas Negeri Makassar
  • Arlin Adam Universitas Mega Buana Palopo
  • Ahmadin Ahmadin Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7431

Keywords:

Fenomena Sosial, Desa Adat, Laboratorium Pendidikan, Sosiologi Pendidikan, Bali

Abstract

Masyarakat desa adat di Bali memiliki berbagai praktik sosial dan budaya yang mencerminkan nilai solidaritas, partisipasi, dan integrasi sosial yang kuat. Praktik-praktik sosial tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran kontekstual dalam pendidikan sosiologi. Salah satu komunitas yang memperlihatkan dinamika sosial tersebut adalah masyarakat Desa Adat Legian yang dikenal sebagai kawasan pariwisata dengan kehidupan sosial budaya yang masih terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena sosial masyarakat Desa Adat Legian sebagai laboratorium pendidikan dalam pembelajaran sosiologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam dinamika kehidupan sosial masyarakat desa adat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada februari 2026. Informan penelitian meliputi bendesa adat, tokoh masyarakat, pengurus banjar, pelaku pariwisata lokal, serta warga masyarakat yang terlibat dalam aktivitas sosial desa adat. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa fenomena sosial utama dalam kehidupan masyarakat Desa Adat Legian, yaitu tradisi ngayah sebagai bentuk solidaritas sosial, keberadaan banjar sebagai ruang interaksi dan partisipasi masyarakat, ritual adat sebagai sarana integrasi sosial, serta perkembangan pariwisata yang mempengaruhi perubahan struktur sosial dan ekonomi masyarakat. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa berbagai praktik sosial tersebut memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai laboratorium pendidikan dalam pembelajaran sosiologi. Melalui pemanfaatan fenomena sosial masyarakat sebagai sumber belajar, peserta didik dapat memahami konsep-konsep sosiologi secara lebih kontekstual dan relevan dengan realitas kehidupan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akhiruddin, A., Nur, M. K., Yunus, M. Y., & Suhaeb, F. W. (2025). From Functional to Aesthetic: Capitalism, Consumerism, and the Formation of Social Identity in the Campus Environment-A Literature Review. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(3), 7932-7941.

Akhiruddin, A., & Amir, A. (2022). Sociology teaching materials development based on the inside out circle model to espouse learners’ multiliteracies. Cypriot Journal of Educational Sciences, 17(12), 4424-4436.

Akhiruddin, A., & Syukur, M. (2025). Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Melalui Model Pembelajaran Berbasis Proyek di Era Digital. Jurnal Pendidikan Dan Kewirausahaan, 13(1), 239–253.

Ballantine, J. H., & Spade, J. Z. (2015). Schools and society: A sociological approach to education. Sage Publications.

Biesta, G. (2010). Good education in an age of measurement. Routledge.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage.

Cohen, E. (2011). Tourism and cultural change. Tourism Recreation Research, 36(3), 213–220.

https://doi.org/10.1080/02508281.2011.11081670

Cole, S. (2012). A political ecology of water equity and tourism: A case study from Bali. Annals of Tourism Research, 39(2), 1221–1241. https://doi.org/10.1016/j.annals.2012.01.003

Hampton, M. P., & Jeyacheya, J. (2015). Power, ownership and tourism in small islands: Evidence from Indonesia. World Development, 70, 481–495. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2014.12.007

Hazirun, H., Akhiruddin, A., & Salemuddin, M. R. (2025). MAKNA TRADISI MANGARU BAGI PEMUDA (Studi di Desa Mone Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah). Journal of Learning and Mind Development, 2(1), 12-26.

Johnson, E. B. (2014). Contextual teaching and learning. Corwin Press.

Jalal, J., Akhiruddin, A., Salemuddin, M. R., Iskandar, A. M., Sriwahyuni, S., & Kasim, H. (2024). Social Construction for Maintaining Local Wisdom: Study of Kajang Community, South Sulawesi, Indonesia. Jurnal Sosiologi Walisongo, 8(1), 95–110.

Kolb, D. A. (2015). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Pearson Education.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage.

Putra, I. N. D. (2019). The roles of desa adat in Bali tourism development. Journal of Tourism and Cultural Change, 17(3), 310–325. https://doi.org/10.1080/14766825.2018.1515722

Putra, I. N. D. (2019). The roles of desa adat in Bali tourism development. Journal of Tourism and Cultural Change, 17(3), 310–325. https://doi.org/10.1080/14766825.2018.1515722

Ritzer, G., & Stepnisky, J. (2017). Modern sociological theory. Sage.

Warren, C. (2012). Adat and the governance of Bali. Asian Journal of Social Science, 40(5–6), 653–674.

https://doi.org/10.1163/15685314-12341238

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage.

Downloads

Published

17-03-2026

How to Cite

[1]
A. Akhiruddin, S. A. Kamaruddin, A. Adam, and A. Ahmadin, “Fenomena Sosial Masyarakat Desa Adat Legian Bali Sebagai Laboratorium Pendidikan”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 8818–8827, Mar. 2026.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>