Pengetahuan Adat sebagai Epistemologi Budaya dan Orientasi Pendidikan Generasi Muda di Desa Adat Legian Bali

Authors

  • Rosmawati Taherong Universitas Muhammadiyah Buton
  • Syamsu A. Kamaruddin Universitas Negeri Makassar
  • Arlin Adam Universitas Mega Buana
  • Ahmadin Ahmadin Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7566

Keywords:

Pengetahuan adat, Epistemologi Budaya, Orientasi pendidikan, Generasi Muda, Desa Adat Legian

Abstract

Dalam konteks masyarakat Desa Adat Legian, pengetahuan adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai dasar dalam menentukan nilai, norma, dan kebenaran sosial yang mengatur kehidupan kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengetahuan adat berfungsi sebagai sistem epistemologis dalam membentuk orientasi pendidikan generasi muda di Desa Adat Legian. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan dominan dalam studi Sosiologi Pendidikan yang menempatkan pendidikan formal sebagai pusat produksi pengetahuan, sementara sistem pengetahuan lokal sering diposisikan sebagai pelengkap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi untuk memahami secara mendalam praktik sosial, nilai budaya, serta proses internalisasi pengetahuan adat dalam kehidupan masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi sebagai epistemologi kebenaran sosial yang menentukan legitimasi nilai dan norma dalam masyarakat. Struktur kelembagaan adat memiliki otoritas simbolik dalam memproduksi dan mereproduksi pengetahuan melalui mekanisme sosial yang dilegitimasi secara kolektif. Selain itu, proses internalisasi nilai budaya melalui praktik sosial yang berulang membentuk habitus generasi muda, yang memengaruhi cara mereka memaknai pendidikan formal. Temuan ini menegaskan bahwa orientasi pendidikan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh sistem pendidikan formal, tetapi juga oleh interaksi antara struktur adat dan disposisi habitus yang terbentuk secara kultural. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian pendidikan dengan menempatkan pengetahuan adat sebagai epistemologi budaya yang berperan signifikan dalam membentuk orientasi pendidikan dalam masyarakat adat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akhiruddin, A., & Syukur, M. (2025). Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Melalui Model Pembelajaran Berbasis Proyek di Era Digital. Jurnal Pendidikan dan Kewirausahaan, 13(1), 239-253.

Akhiruddin, A., & Wahira, W. (2025). Budaya Inovasi Melalui Pendekatan Komunitas dan Mentoring di SMA Amanah Nusantara Makassar: Suatu Kajian Literatur. EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial, 81-93.

Alsubaie, M. A. (2015). Hidden curriculum as one of current issue of curriculum. Journal of Education and Practice. https://doi.org/10.7176/JEP/6-33-02

Ardhana, I. K., et al. (2017). Bali and beyond: Explorations in the anthropology of tourism. Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-10-5946-2

Battiste, M. (2013). Decolonizing education: Nourishing the learning spirit. https://doi.org/10.1007/978-1-4020-8426-8

Bourdieu, P. (2010). Distinction: A social critique of the judgement of taste. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203853603

Dumais, S. A. (2015). Cultural capital and education. Sociology Compass, 9(5), 365–377. https://doi.org/10.1111/soc4.12239

Dumais, S. A. (2015). Cultural capital and education. Sociology Compass, 9(5). https://doi.org/10.1111/soc4.12239

Hammersley, M., & Atkinson, P. (2019). Ethnography: Principles in practice. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315146027

Hazirun, H., Akhiruddin, A., & Salemuddin, M. R. (2025). MAKNA TRADISI MANGARU BAGI PEMUDA (Studi di Desa Mone Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah). Journal of Learning and Mind Development, 2(1), 12-26.

Levinson, B. A., & Holland, D. (2011). The cultural production of the educated person. Anthropology & Education Quarterly. https://doi.org/10.1111/j.1548-1492.2011.01119.x

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis. SAGE. https://doi.org/10.4135/9781506335093

Raihani. (2012). Report on multicultural education in Indonesia. Compare. https://doi.org/10.1080/03057925.2012.672255

Reay, D. (2010). Identity making in schools. British Journal of Sociology of Education. https://doi.org/10.1080/01425692.2010.515110

Syahird, A., Syarif, A. M. A., Syukri, S., Syahruddin, A. N., Jalal, J., Akhiruddin, A., & Aruni, F. (2025). SOSIALISASI DAMPAK HUKUM DAN SOSIAL KEBIJAKAN ADMINISTRASI DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP. Jubaedah: Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Indonesian Journal of Community Services and School Education), 5(3), 1463-1470.

Young, M., & Muller, J. (2013). On the powers of powerful knowledge. Review of Education. https://doi.org/10.1002/rev3.3017

Downloads

Published

31-03-2026

How to Cite

[1]
R. Taherong, S. A. Kamaruddin, A. Adam, and A. Ahmadin, “Pengetahuan Adat sebagai Epistemologi Budaya dan Orientasi Pendidikan Generasi Muda di Desa Adat Legian Bali”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 10610–10616, Mar. 2026.

Most read articles by the same author(s)