Perspektif Budaya dan Medis: Keterkaitan Tradisi Potong Gigi dengan Risiko Karies Gigi pada Masyarakat Pedesaan Bali
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7440Keywords:
Tradisi Potong Gigi, Mepandes, Karies Gigi, Kesehatan Masyarakat, Budaya BaliAbstract
Tradisi potong gigi yang dikenal sebagai mepandes atau metatah merupakan salah satu ritual penting dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali yang menandai peralihan individu menuju kedewasaan. Ritual ini memiliki makna simbolik sebagai upaya pengendalian enam sifat negatif manusia (Sad Ripu) dan masih banyak dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat Bali. Namun, dari perspektif kesehatan, proses pengikisan gigi dalam ritual tersebut berpotensi mempengaruhi struktur enamel gigi yang dapat meningkatkan risiko karies apabila tidak dilakukan dengan prosedur yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara praktik tradisi potong gigi dengan risiko karies gigi pada masyarakat Desa Legian, Bali. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada Februari 2026. Penelitian melibatkan 15 informan yang terdiri atas masyarakat yang telah menjalani ritual potong gigi, tokoh adat, dan pelaku ritual (sangging). Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kesehatan gigi menggunakan indeks DMFT (Decayed, Missing, Filled Teeth), wawancara mendalam, serta observasi praktik ritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,7% informan memiliki tingkat karies sedang, 33,3% karies tinggi, dan 20% karies rendah. Faktor yang mempengaruhi risiko karies meliputi teknik pengikisan gigi tradisional, sterilisasi alat ritual yang kurang memadai, keterbatasan pengetahuan kesehatan gigi masyarakat, serta kebiasaan konsumsi makanan dan minuman manis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik budaya potong gigi memiliki implikasi terhadap kesehatan gigi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara pendekatan budaya dan kesehatan masyarakat melalui edukasi kesehatan gigi serta kolaborasi antara tokoh adat dan tenaga kesehatan untuk memastikan bahwa pelaksanaan tradisi tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek kesehatan masyarakat.
Downloads
References
Airhihenbuwa, C. O., Ford, C. L., & Iwelunmor, J. (2014). Why culture matters in health interventions: Lessons from public health. Global Health Promotion, 21(1), 78–85. https://doi.org/10.1002/9781118416495
Akhiruddin, A., & Syukur, M. (2025). Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Melalui Model Pembelajaran Berbasis Proyek di Era Digital. Jurnal Pendidikan Dan Kewirausahaan, 13(1), 239–253.
Akhiruddin, A., Nur, M. K., Yunus, M. Y., & Suhaeb, F. W. (2025). From Functional to Aesthetic: Capitalism, Consumerism, and the Formation of Social Identity in the Campus Environment-A Literature Review. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(3), 7932-7941.
Ardhana, I. K. (2017). Cultural identity and traditional rituals in Balinese society. Humaniora, 29(1), 1–10.
https://doi.org/10.22146/jh.22082
Braun, V., & Clarke, V. (2019). Reflecting on reflexive thematic analysis. Qualitative Research in Sport, Exercise and Health.https://doi.org/10.1080/2159676X.2019.1628806
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage Publications. https://doi.org/10.5539/elt.v12n5p40
Damayanti, N. W. E., Bhattacarya, W., & Ernawaty. (2023). Mesangih: Tradisi potong gigi masyarakat Hindu Bali (perspektif kesehatan gigi dan mulut). Jurnal Pendidikan Antropologi. https://doi.org/10.37329/jpah.v7i3.2493
Dwiastuti, S. A. P., & Ratih, I. A. D. K. (2023). Edukasi tentang potong gigi sesuai dengan kaidah kesehatan. Jurnal Kesehatan Gigi. https://doi.org/10.33992/jkg.v10i1.2380
Etikan, I., Musa, S. A., & Alkassim, R. S. (2016). Comparison of convenience sampling and purposive sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics.https://doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11
Fejerskov, O., & Kidd, E. (2015). Dental Caries: The Disease and Its Clinical Management.
https://doi.org/10.1002/9781118935828
Hazirun, H., Akhiruddin, A., & Salemuddin, M. R. (2025). Makna Tradisi Mangaru Bagi Pemuda (Studi di Desa Mone Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah). Journal of Learning and Mind Development, 2(1), 12-26.
Hosmer, D. W., Lemeshow, S., & Sturdivant, R. (2013). Applied Logistic Regression. Wiley. https://doi.org/10.1002/9781118548387
Jalal, J., Akhiruddin, A., Salemuddin, M. R., Iskandar, A. M., Sriwahyuni, S., & Kasim, H. (2024). Social Construction for Maintaining Local Wisdom: Study of Kajang Community, South Sulawesi, Indonesia. Jurnal Sosiologi Walisongo, 8(1), 95–110.
Kassebaum, N. J., Smith, A. G. C., Bernabé, E., Fleming, T. D., Reynolds, A. E., Vos, T., Murray, C. J. L., & Marcenes, W. (2017). Global burden of untreated caries: A systematic review and meta-regression. Journal of Dental Research, 96(4), 380–387. https://doi.org/10.1177/0022034517693566
Petersen, P. E., & Baez, R. (2013). Oral Health Surveys: Basic Methods (5th Edition). World Health Organization. https://doi.org/10.3109/00016357.2014.903204
Petersen, P. E., & Ogawa, H. (2012). The global burden of periodontal disease and dental caries. Community Dentistry and Oral Epidemiology. https://doi.org/10.1111/j.1600-0528.2012.00719.x
Selwitz, R. H., Ismail, A. I., & Pitts, N. B. (2007). Dental caries. The Lancet, 369(9555), 51–59.
https://doi.org/10.1016/S0140-6736(07)61659-6
Setia, M. S. (2016). Methodology series module 3: Cross-sectional studies. Indian Journal of Dermatology, 61(3), 261–264. https://doi.org/10.4103/0019-5154.182410
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zulkarnain Zulkarnain, Syamsu A Kamaruddin, Arlin Adam, Ahmadin Ahmadin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















