Pengaruh Elektronik Word Of Mouth, Brand Image, Competitive Advantage Terhadap Repurchase Interest Produk Deodorant Rexona Roll On Studi Kasus Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.5683Keywords:
E-WOM, Brand Image, Competitive Advantage, Repurchase InterestAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Electronic Word of Mouth (E-WOM), Brand Image, dan Competitive Advantage terhadap minat beli ulang produk deodorant Rexona Roll On di Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo. Perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya penggunaan media digital mendorong konsumen untuk lebih aktif mencari serta membagikan informasi mengenai produk, sehingga E-WOM menjadi faktor penting dalam membentuk persepsi dan keputusan pembelian ulang. Selain itu, citra merek yang kuat serta keunggulan bersaing yang dimiliki perusahaan juga diyakini berperan dalam mempertahankan loyalitas konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 15.073 orang, dengan sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), dan uji simultan (uji F). Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi residual sebesar 0,200 (> 0,05), tidak terdapat gejala multikolinearitas dengan nilai Variance Inflation Factor (VIF) < 10 dan nilai tolerance > 0,1, serta tidak ditemukan gejala heteroskedastisitas. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa E-WOM, Brand Image, dan Competitive Advantage berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang produk Rexona Roll On, baik secara parsial maupun simultan. Dengan demikian, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan strategi pemasaran digital, memperkuat citra merek, serta mempertahankan keunggulan bersaing guna mendorong peningkatan minat beli ulang konsumen.
Downloads
References
Abad Amru Al Majid & Sumadi. (2022). Pengaruh eWOM dan Brand Image Terhadap Sikap dan Minat Beli Konsumen Pakaian Pada E-Commerce di Yogyakarta.
Akdon & Riduwan. (2010). Rumus dan Data dalam Analisis Statistika. Cet. 2. Bandung: Alfabeta.
Alfian, B. (2012). Pengaruh Citra Merek (Brand Image) Terhadap Pengambilan Keputusan Pembelian Mobil Toyota Kidjang Inova Pada PT. Hadji Kalla Cabang Polman Makasar: Skripsi Universitas Hasanuddin.
Brian & Kleiner. (2000). Competitive advantage in global industries. Management Research News, 23(7/8), 111-117.
Cheung & Thadani. (2012). The impact of electronic word-of-mouth communication: A literature analysis and integrative model. Decision support systems, 54(1), 461-470.
Cheung and Lee. (2012). What drives consumers to spread electronic word of mouth in online consumer opinion platform. Decision Support System 53, 218-225, Hongkong.
Ferdinand. (2014). Metode Penelitian Manajemen: Pedoman Penelitian untuk skripsi, Tesis dan Disertai Ilmu Manajemen. Semarang: Universitas Diponegoro.
Ghozali. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Goyette, I., Ricard, L., Bergeron, J., & Marticotte, F. (2010). E-WOM scale: Wordof-mouth measurement scale for e-services context. Canadian Journal of Administrative Sciences, 27(1), 5–23.
Hasan, Ali. (2013). Marketing dan Kasus-Kasus Pilihan, Analisis Perilaku Konsumen. Yogyakarta.
Hennig-Thurau. (2004). “Electronic Word-of-Mouth via Consumer-Opinion Platforms: What Motivates Consumers to Articulate Themselves on the Internet?”. Journal of Interactive Marketing, 18 (1): 38-52.
Jalilvand & Samiei. (2012). The effect of electronic word of mouth on citra merek and purchase intention, Marketing Intelegence and Planning, Vol.30/No 4, Januari, hal 460 - 476.
Kotler dan Keller. (2009). Manajemen Pemasaran. Alih Bahasa Molan.: Benyamin Edisi Keduabelas. Jilid 1. Cetakan Keempat. Jakarta: PT. Indeks.
Kotler. (2007). Manajemen Pemasaran. Millenium Edition. Alih Bahasa : Benyamin Molan. Edisi 12. Jakarta PT.Indeks.
Kowalski. (2011). Methodology and indicators of economy‐wide material flow accounting: State of the art and reliability across sources. Journal of Industrial Ecology, 15(6), 855-876.
Lidyawatie. (2008). Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta.
Newbert, S. L. (2008). Value, rareness, competitive advantage, and performance: a conceptual‐level empirical investigation of the resource‐based view of the firm. Strategic management journal, 29(7), 745-768.
Peteraf, M. A., & Barney, J. B. (2003). Unraveling the resource‐based tangle. Managerial and decision economics, 24(4), 309-323.
Riyandika. (2013). Analisa Pengaruh Electronic Word of Mouth, Argument Quality, Message Source Credibility Terhadap Brand Image Dan Dampaknya Pada Purchase Intention. Universitas Bima Nusantara.
Safin. (2016). Factors influencing purchasing intention of smartphone among university students. Procedia Economics and Finance, 37, 245-253.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : CV.Alfabeta.
Sumarwan. (2014). Perilaku Konsumen: Teori Dan Penerapannya Dalam Pemasaran (Kedua). Bogor: Ghalia.
Suryani, T. (2008). Perilaku Konsumen Implikasi Pada Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Suryani, T. (2013). Perilaku Konsumen di Era Internet. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Swastha & Irawan. (2006). Manajemen Pemasaran Modern. Liberty: Yogyakarta.
Wibowo, A. (2015). Pengaruh elektronik word of mouth dan brand image terhadap purchase intention pada konsumen smartphone samsung yang berbasis android. Jurnal Ilmu Manajemen, 12(1), 71-88.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ia Ninta Karina Br Ginting, Wan Rizca Amelia, Ahmad Rafiki

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















