Syaikh Haji Sulong (1895-1954): Jaringan Keilmuan Ulama Melayu Lintas Selat

Authors

  • Siti Nurfatimah Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai
  • Wiwid Hadi Sumitro Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5373

Keywords:

Syaikh Haji Sulong, Trans-Strait Malay, Patani

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji biografi intelektual Syaikh Haji Sulong (1895-1954) melalui perannya dalam jaringan keilmuan ulama Melayu lintas Selat, terutama dalam penguatan identitas Islam Melayu dan respons terhadap tekanan politik negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan kepustakaan yang bersumber dari buku, artikel ilmiah, skripsi, dan dokumen sejarah yang relevan dengan sejarah Patani, ulama Melayu, dan dinamika sosial-keislaman di Thailand selatan. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, klasifikasi, dan interpretasi literatur dengan pendekatan historis-analitis untuk menelusuri proses pembentukan intelektual, jaringan keilmuan, serta praksis dakwah dan pendidikan Haji Sulong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan keulamaan Syaikh Haji Sulong dipengaruhi secara signifikan oleh lingkungan keluarga ulama, tradisi pendidikan pondok Patani, serta pengalaman intelektual transnasional di Haramain. Ketiga unsur tersebut disintesiskan dalam aktivitas dakwah, pengajaran, dan pembaruan pendidikan Islam melalui pendirian madrasah modern yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Jaringan keilmuan yang dimilikinya tidak hanya berfungsi sebagai sarana transmisi ilmu keislaman, tetapi juga sebagai basis legitimasi sosial, kepemimpinan moral, dan advokasi kultural dalam menghadapi marginalisasi politik terhadap masyarakat Muslim Melayu Patani. Haji Sulong tampil sebagai figur sentral dalam jaringan ulama Melayu lintas Selat sekaligus simbol perlawanan intelektual berbasis keilmuan yang menegaskan peran ulama sebagai agen transformasi sosial dan penjaga identitas kolektif umat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. C. Afsyor, “Jejak Arsitektur Islam di Asia Tenggara dan Identitas Keislaman Masyarakat Melayu Thailand Selatan,” vol. 2, no. November, 2025.

L. Xiaojia, M. H. Santosa, I. G. Budasi, N. Trianasari, Z. Ying, and Z. Tao, “Modelling the mediating system: The computational role of Green Technology in linking knowledge assets to sustainability in Yunnan hospitality sector,” Lex Localis - J. Local Self Gov., vol. 23, no. S6, pp. 617–632, 2025, doi: 10.52152/801841.

R. Riansiri, “Thailand selatan: Siapa Haji Sulong, pemimpin Muslim Thailand selatan yang dihilangkan paksa 66 tahun lalu,” BBC News. Accessed: Jan. 02, 2026. [Online]. Available: https://www.bbc.com/indonesia/dunia-53831094

S. Sangoh, “Teladan Ulama PATANI Selatan Thailand,” 2020.

Solahuddeen Chesueni, “Pembaharuan pendidikan Islam Haji Sulong di Patani 1927-1954,” vol. 2, pp. 37–52, 2015, [Online]. Available: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/16353/

K. Bustamam-Ahmad, “Cara Orang Aceh Naik Haji,” pp. 17–18, 2013.

I. Sukrin, “Metode, Halaqah, Pembelajaran PAI,” vol. 18, no. 2, pp. 113–125, 2020.

A. S. Saefullah, “Ragam Penelitian Kualitatif Berbasis Kepustakaan Pada Studi Agama dan Keberagamaan dalam Islam,” Al-Tarbiyah J. Ilmu Pendidik. Islam, vol. 2, no. 4, pp. 195–211, 2024, doi: 10.59059/al-tarbiyah.v2i4.1428.

S. Fatimah, H. Zen, and A. Fitrisia, “Literatur Riview dan Metodologi Ilmu Pengetahuan Khusus,” Innov. J. Soc. Sci. Res., vol. 5, no. 1, pp. 41–48, 2025.

A. Jeasae, Oleh ameen jeasae nim. 1730400025. 2021.

Christopher, “PATANI ’ S CREOLE AMBASSADORS,” vol. 2, no. 2, pp. 1–11, 2009.

D. K. Wafa, Alfian Fawaidil, “Thailand selatan: Siapa Haji Sulong, pemimpin Muslim Thailand selatan yang dihilangkan paksa 66 tahun lalu,” HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan.

I. S. Wekke, M. Ashrori, and B. Hamuddin, “Institutional Transformation of Madrasa of Muslim Minority in Thailand,” J. Pendidik. Islam, vol. 4, no. 1, pp. 15–26, 2018, doi: 10.15575/jpi.v4i1.1961.

J. Sombatpoonsiri, “Securing peace? Regime types and security sector reform in the Patani (Thailand) and Bangsamoro (the Philippines) peace processes, 2011–2016,” Strateg. Anal., vol. 42, no. 4, pp. 377–401, 2018, doi: 10.1080/09700161.2018.1482628.

S. Fikri and Y. Yusoh, “Kebangkitan Dakwah Islam di Patani Selatan Thailand,” TADBIR J. Manaj. Dakwah, vol. 2, no. 2, pp. 303–324, 2020, [Online]. Available: http://jurnal.iain-padangsidimpuan.ac.id/index.php/Tadbir/article/view/3290/2364

T. Aphornsuvan, “Origins of Malay Muslim Separatism,” Southeast Asian Stud., no. 32, pp. 1–50, 2004.

Downloads

Published

17-01-2026

How to Cite

[1]
S. Nurfatimah and W. H. Sumitro, “Syaikh Haji Sulong (1895-1954): Jaringan Keilmuan Ulama Melayu Lintas Selat”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 11795–11802, Jan. 2026.