Filsafat Sejarah Melayu: Dari Hikayat ke Negara Bangsa Modern

Authors

  • Siti Nurfatimah Department of Tarbiyah
  • Muhammad Rizal Akbar Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5184

Keywords:

filsafat sejarah, historiografi Melayu, Hikayat, Negara Bangsa, Identitas Historis

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis filsafat sejarah Melayu yang termanifestasi dalam tradisi hikayat serta menelaah transformasinya dalam konteks pembentukan negara bangsa modern. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui penelaahan mendalam terhadap teks-teks klasik hikayat Melayu, karya historiografi modern, serta literatur akademik yang membahas historiografi Melayu, filsafat sejarah, identitas kultural, dan konstruksi negara bangsa. Proses analisis dilakukan dengan teknik analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi karakter ontologis, epistemologis, dan teleologis sejarah Melayu, sekaligus memetakan pergeseran paradigma historiografis yang muncul seiring dengan masuknya modernisasi dan rasionalisasi sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hikayat tidak semata berfungsi sebagai narasi masa lalu, melainkan sebagai medium simbolik yang menyatukan kekuasaan politik, legitimasi religius, nilai moral, serta kosmologi masyarakat Melayu, di mana kebenaran sejarah ditentukan oleh makna, fungsi sosial, dan legitimasi kolektif, bukan oleh verifikasi faktual semata. Dalam negara bangsa modern, tradisi historiografi Melayu mengalami transformasi signifikan, yakni pergeseran dari sejarah sebagai praksis makna dan narasi sakral-komunal menuju sejarah sebagai instrumen institusional yang bersifat rasional, administratif, dan nasionalistik. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan bahwa filsafat sejarah Melayu tidak sepenuhnya tereduksi oleh positivisme sejarah modern, melainkan tetap menyimpan potensi reflektif dan kritis yang penting, khususnya sebagai landasan alternatif dalam memahami sejarah sebagai ruang etis, simbolik, dan identitas kultural dalam diskursus historiografi kontemporer.

Downloads

Download data is not yet available.

References

H. Sitanggang, Fatonah, Nurhayati, Y. Pardede, and D. Defrianti, “The Role of Malay Customs in Building Cultural Identity,” Pros. Semin. Nas. Hum., vol. 3, pp. 16–25, 2023, [Online]. Available: https://www.conference.unja.ac.id/SNH

A. A. Fajarul, L. Pratiwi, A. T. Haqqul Yaqqin, I. Humayroh, and A. Saputra, “Analisis Hikayat Sebagai Sumber Historiografi Islam di Indonesia,” Al-Isnad J. Islam. Civiliz. Hist. Humanit., vol. 5, no. 02, pp. 35–51, 2024, doi: 10.22515/isnad.v5i02.9693.

P. P. Komunikasi, F. P. Antarabangsa, and U. Nihon, “SIAPAKAH MELAYU ? ANALISIS NARATIF IDENTITI ORANG MELAYU DI MEDAN , SUMATERA UTARA ( WHO IS MALAY ? NARRATIVE ANALYSIS OF MALAY PEOPLE IN MEDAN , NORTH SUMATRA ) yang menggunakan sekurangnya 50 perkataan yang mirip dengan bahasa Melayu .,” Quantum J. Soc. Sci. Humanit., vol. 5, no. 1, pp. 82–95, 2024.

R. Handayani, “Sastra, Perempuan, dan Istana Dalam Kronik Melayu Sulalatus Salatin,” Bul. Al-Turas, vol. 26, no. 1, pp. 103–120, 2020, doi: 10.15408/bat.v26i1.14410.

A. Prayogi, “Paradigma Positivisme dan Idealisme dalam Ilmu Sejarah: Tinjauan Reflektif Terhadap Posisi Sejarah Sebagai Ilmu,” Tamaddun J. Kebud. dan Sastra Islam, vol. 21, no. 1, pp. 75–90, 1970, doi: 10.19109/tamaddun.v21i1.8732.

B. Melayu, D. I. Nusantara, M. R. Alfarizi, C. A. Wulandari, and N. Maharani, “Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang,” J. Multidisipliner Kapalamada, vol. 2, no. 4, pp. 217–226, 2023.

M. Mustado, R. Setyadiharjo, D. Irawan, and R. Patria, “Lipatan Alam Bahari di Dalam Pantun Melayu,” Edusiana J. Ilmu Pendidik., vol. 1, no. 2, 2023, doi: 10.70437/edusiana.v1i2.234.

C. Sigit Widyastuti, “Suatu Tinjauan Linguistik Historis Komparatif Indonesian as a Cultural Product and Part of Austronesian Languages: Historical Comparative Linguistic,” vol. 3, no. 1, pp. 1–13, 2024, [Online]. Available: https://online-journal.unja.ac.id/kal

D. I. Nusantara, “d0d0l,+Journal+manager,+2+Mugiyono (1),” pp. 23–45, 2016.

Lukmanul Hakim, “Teori kedatangan islam di melayu nusantara,” vol. 3798, p. 16, 2018.

I. S. Nor Asiah, Y. Mohd Othman, and K. Hafizah, “Persidangan antarabangsa pengajian islamiyyat kali ke-3 (irsyad2017) 3,” Persidang. antarabangsa Pengaj. Islam. kali ke-3, vol. 3, pp. 445–464, 2014, [Online]. Available: http://conference.kuis.edu.my/irsyad/images/eproceeding/2017/1015.pdf

M. Mahanum, “Tinjauan Kepustakaan,” ALACRITY J. Educ., vol. 1, no. 2, pp. 1–12, 2021, doi: 10.52121/alacrity.v1i2.20.

R. Muannif, A. Suhar, U. Bahrul, and M. Fauzi, “Pentingnya penerapan literature review pada penelitian ilmiah (The importance of application of literature review in scientific research),” J. Masohi, vol. 02, no. 01, pp. 42–51, 2021, [Online]. Available: http://journal.fdi.or.id/index.php/jmas/article/view/356

Yuli Azmi Rozali, “Analisis Konten Dan Analisis Tematik Forum Ilmiah ,” Direktori J. Elektron. Univ. Esa Unggul, vol. 19, no. 1, 2022.

F. F. Jambak, “FILSAFAT SEJARAH HAMKA: Refleksi Islam dalam Perjalanan Sejarah,” J. Theol., vol. 28, no. 2, pp. 255–272, 2018, doi: 10.21580/teo.2017.28.2.1877.

B. Darmawan, M. Al Huzaini, F. P. Azizah, Y. Riza, and A. T. Hidayat, “Kritik Terhadap Naskah Hikayat Masyhud Hakk Dalam Perspektif Ilmu Sejarah,” MALAY Stud. Hist. Cult. Civiliz., vol. 2, no. 2, pp. 1–10, 2023.

H. P. Agus Susilo, Yusuf Budi, M. Ari Kuwoto, “Pentingnya Kesadaran Sejarah dalam Membangun Identitas dan Karakter Bangsa,” SINDANG J. Pendidik. Sej. dan Kaji. Sej., vol. 7, no. 1, 2025.

A. Maulana, “Pengaruh Islam terhadap Pembentukan Identitas Budaya Masyarakat Melayu,” Nihayah J. Islam. Stud., vol. 1, no. 2, pp. 209–225, 2025, [Online]. Available: https://journal.an-nur.org/index.php/nihayah

Mamik Indrawati and Y. I. Sari, “Jurnal penelitian dan pendidikan IPS,” J. Penelit. dan Pendidik. ips, vol. 1, no. 18, pp. 40–48, 2024.

A. C. Jaya, “Ave at:,” pp. 68–84.

M. R. Akbar, "Communication Development People in the Revolutionary Era Industry 4.0 & Covid-19," L. Journal, “Communication Development People in the Revolutionary Era,” vol. 1, no. 1, pp. 11–22, 2023.

Downloads

Published

15-01-2026

How to Cite

[1]
S. Nurfatimah and M. R. Akbar, “Filsafat Sejarah Melayu: Dari Hikayat ke Negara Bangsa Modern”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 11050–11057, Jan. 2026.