Pendidikan Inklusif dan Aksesibilitas Indonedia dan Negara Lain
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5087Keywords:
Pendidikan Inklusif, Aksesibilitas Pendidikan, Kebijakan Pendidikan, Negara Maju, Negara BerkembangAbstract
Pendidikan inklusif merupakan pendekatan strategis dalam menjamin hak belajar seluruh peserta didik tanpa diskriminasi, termasuk anak berkebutuhan khusus, kelompok marginal, serta peserta didik dengan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan implementasi pendidikan inklusif dan aksesibilitas pendidikan antara negara maju dan negara berkembang, dengan fokus pada kebijakan, kurikulum, kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, serta pendanaan pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan dengan menganalisis buku ilmiah, artikel jurnal bereputasi, laporan lembaga internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan nasional dan global. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis konten untuk mengidentifikasi pola, persamaan, dan perbedaan praktik pendidikan inklusif antarnegara. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju memiliki sistem pendidikan inklusif yang terintegrasi secara sistemik, didukung kebijakan yang kuat, pendanaan berkelanjutan, kurikulum adaptif, serta pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan. Sebaliknya, negara berkembang masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur ramah disabilitas, kesenjangan kompetensi pendidik, distribusi sumber daya yang belum merata, serta kesenjangan akses teknologi pembelajaran. Di Indonesia, meskipun kebijakan pendidikan inklusif telah dikembangkan melalui Kurikulum Merdeka, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural dan kontekstual, khususnya di wilayah terpencil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kebijakan pendidikan inklusif, peningkatan kompetensi guru, optimalisasi teknologi pendidikan adaptif, serta pendanaan yang berkeadilan merupakan kunci utama dalam mewujudkan sistem pendidikan inklusif yang berkelanjutan dan berkeadilan sosial.
Downloads
References
Abdullah, R. (2020). Educational reform and curriculum flexibility in developing nations. Educational Review Journal, 18(2), 55–67.
Ainscow, M. (2021). Promoting inclusion and equity in education: Lessons from international experiences. Routledge.
European Agency for Special Needs and Inclusive Education. (2021). Inclusive education in action. Author.
European Commission. (2023). Education and training monitor 2023. Publications Office of the European Union.
Global Education Monitoring Report Team. (2020). Inclusion and education: All means all. UNESCO.
Kemendikbudristek. (2022). Kurikulum Merdeka: Kerangka dasar. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
OECD. (2022). Equity and quality in education: Supporting disadvantaged students and schools. OECD Publishing.
Slee, R. (2022). Inclusive education isn’t dead, it just smells funny. Routledge.
UNESCO. (2023). Global education monitoring report 2023: Technology in education. UNESCO Publishing.
UNICEF. (2022). Towards inclusive education: Global perspectives. UNICEF.
World Bank. (2021). Inclusive education and disability. World Bank Publications.
World Bank. (2021). Education financing in developing countries.
World Bank. (2022). Socioeconomic barriers to schooling.
Wulandari, S. (2022). Faktor ekonomi dalam pemerataan pendidikan. Jurnal Sosial Humaniora, 9(2), 122–138.
Williams, T. (2022). Global spending on education: Trends and outcomes. International Finance & Education, 22(2), 100–119.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Diyoba Azhar Fuadi, Farika Istiana, Eriyanto Eriyanto, Janes Kurnia Hadi, Adi Asmara, Kashardi Kashardi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















