Hubungan Literasi Digital Dengan Perilaku Pencegahan Seks Pranikah Pada Remaja Di SMA Negeri 5 Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7010Keywords:
Literasi Digital, Perilaku Pencegahan, Seks Pranikah, RemajaAbstract
Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat memudahkan remaja dalam mengakses berbagai jenis konten digital, termasuk informasi terkait seksualitas yang tidak selalu sejalan dengan nilai kesehatan, norma sosial, dan budaya. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko perilaku seksual pranikah apabila tidak diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai. Literasi digital menjadi faktor penting yang membantu remaja dalam memilah, memahami, menganalisis, serta mengevaluasi informasi secara kritis sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dan mencegah perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi digital dengan perilaku pencegahan seks pranikah pada remaja di SMA Negeri 5 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X dan XI, dengan jumlah sampel sebanyak 281 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner literasi digital dan kuesioner perilaku pencegahan seks pranikah yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki literasi digital dalam kategori baik sebanyak 171 responden (61,2%) dan perilaku pencegahan seks pranikah dalam kategori tinggi sebanyak 159 responden (56,6%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara literasi digital dengan perilaku pencegahan seks pranikah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program literasi digital dan promosi kesehatan reproduksi berbasis media digital di lingkungan sekolah untuk mendukung perilaku preventif remaja.
Downloads
References
Afriani, R. (2022). Literasi digital remaja dalam menghadapi konten negatif di media sosial. Jakarta: Penerbit Media Edukasi.
Anisa, D., & Musniati, S. (2025). Perilaku seksual pranikah pada remaja: Faktor risiko dan pencegahan. Bandung: Pustaka Remaja.
BKKBN. (2022). Laporan status kesehatan reproduksi remaja Indonesia. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
Harefa, F., Sitorus, L., & Rahman, A. (2023). Pengaruh tingkat kelas terhadap pengetahuan dan perilaku kesehatan remaja. Jurnal Pendidikan dan Kesehatan, 12(1), 45-56.
Hildawati, S., Putri, L., & Kurniawan, D. (2024). Literasi digital dan pengaruhnya terhadap perilaku remaja. Jurnal Teknologi dan Pendidikan, 9(2), 112-125.
Hughes, P., Smith, J., & Patel, R. (2021). Gender differences in adolescent psychosocial responsiveness. Journal of Adolescent Research, 36(4), 457-472. https://doi.org/10.1177/0743558421993456
Irola, T. (2024). Perkembangan remaja: Psikologi, sosial, dan kesehatan. Surabaya: Pustaka Ilmu.
Iskandar, F., Maulana, R., & Fitriani, A. (2023). Desain penelitian cross-sectional dan aplikasinya dalam penelitian kuantitatif. Jurnal Penelitian Kesehatan, 14(3), 78-88.
Kemenkes RI. (2022). Profil kesehatan remaja Indonesia 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lestari, P., & Putri, N. (2023). Dampak perilaku seksual pranikah terhadap kesehatan fisik dan psikososial remaja. Jurnal Kesehatan Remaja, 8(1), 23-34.
Leung, S., Tan, W., & Lim, K. (2024). Adolescent sexual behavior and gender differences: A systematic review. International Journal of Adolescent Health, 15(2), 101-115.
Maesaroh, L., Rahmat, H., & Firmansyah, D. (2022). Pengaruh literasi digital terhadap kemampuan remaja dalam menyaring informasi di media sosial. Jurnal Teknologi Pendidikan, 8(1), 65-77.
Maulidia, R. (2022). Reliabilitas dan validitas instrumen literasi digital pada remaja. Pekanbaru: Universitas Islam Riau Press.
Magfirah, S., Hidayat, T., & Sari, N. (2025). Penguatan literasi digital sebagai strategi pencegahan perilaku berisiko pada remaja. Jurnal Psikologi dan Kesehatan Remaja, 10(1), 33-44.
Nisa, R. (2024). Literasi digital sebagai proteksi remaja terhadap konten negatif. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 11(2), 55-66.
Oriza Latifah, R., Rahmadani, I., & Linda Yarni, F. (2024). Perkembangan kognitif dan sosial remaja pada usia 15-17 tahun. Jurnal Psikologi Perkembangan, 7(3), 89-100.
Permata, D. (2017). Pengukuran perilaku pencegahan seks pranikah pada remaja. Yogyakarta: Pustaka Remaja.
Roza, A., Lestari, P., & Firmansyah, D. (2024). Edukasi kesehatan reproduksi dan perilaku seksual pranikah pada remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 77-89.
Sari, R., & Yuliana, M. (2020). Prevalensi perilaku seksual pranikah pada remaja di Pekanbaru. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(2), 101-110.
Sugeng, D., Hartono, B., & Indah, P. (2022). Literasi digital dan perilaku berisiko remaja di era media sosial. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 10(1), 44-56.
Sulaeman, F., Hidayat, T., & Prasetyo, R. (2022). Faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan seks pranikah pada remaja. Jurnal Kesehatan Remaja, 7(2), 66-78.
Suryani, L., Putri, A., & Wulandari, F. (2023). Pengaruh lingkungan belajar dan interaksi sosial terhadap perilaku remaja. Jurnal Pendidikan dan Perilaku, 5(1), 33-45.
Wardani, A., Rahmawati, D., & Sari, P. (2024). Program pencegahan perilaku seksual pranikah berdasarkan gender. Jurnal Kesehatan dan Pendidikan Remaja, 9(2), 101-115.
Trentini, C., Tambelli, R., & Maiorani, C. (2021). Gender differences in adolescent emotional empathy. Journal of Child and Adolescent Behavior, 9(4), 212-224.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lola Nur Awalia Rahmadani, Fitri Dyna, Deswinda Deswinda, Dini Maulinda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















