Peran Kebesyukuran terhadap Kesejahteraan Subjektif Ibu Rumah Tangga yang Bekerja di Sektor Formal

Authors

  • Betania Denisa Noveli Maukh Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Suhadianto Suhadianto Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Herlan Pratikto Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5854

Keywords:

kebersyukuran, kesejahteraan subjektif, ibu rumah tangga, sektor formal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebersyukuran dan kesejahteraan subjektif pada ibu rumah tangga yang bekerja di sektor formal. Kesejahteraan subjektif dipahami sebagai evaluasi individu terhadap kualitas hidup yang mencakup kepuasan hidup serta keseimbangan antara emosi positif dan emosi negatif, sedangkan kebersyukuran dimaknai sebagai sikap apresiatif individu terhadap pengalaman hidup yang dialami. Ibu rumah tangga yang bekerja di sektor formal dihadapkan pada tuntutan peran ganda, yaitu tanggung jawab pekerjaan yang terstruktur dan regulatif serta kewajiban domestik, sehingga keberadaan sumber daya psikologis internal menjadi penting untuk menjaga kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 127 ibu rumah tangga yang bekerja di sektor formal di Indonesia, yang diperoleh melalui teknik insidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kebersyukuran dan skala kesejahteraan subjektif yang disusun untuk mengukur masing-masing variabel penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman’s Rho karena data penelitian tidak memenuhi asumsi distribusi normal. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kebersyukuran dan kesejahteraan subjektif (r = 0,604; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kebersyukuran yang dimiliki individu, semakin tinggi pula kesejahteraan subjektif yang dirasakan. Selain itu, hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa kebersyukuran memberikan sumbangan efektif sebesar 36,4% terhadap kesejahteraan subjektif. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa kebersyukuran berperan sebagai sumber daya psikologis internal yang penting dalam membantu ibu rumah tangga pekerja sektor formal mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan subjektif di tengah tuntutan peran ganda yang dihadapi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

R. A. D. Arindawanti, and U. A. Izzati, “Hubungan antara dukungan sosial dengan subjective well-being pada karyawan bagian produksi,” Character: Jurnal Penelitian Psikologi, vol. 8, no. 4, pp. 42–56, 2021.

Q. Ayun, M. Japar, T. Kasturi, and L. Ruhaena, “Peran kebersyukuran terhadap kepuasan hidup: Scoping review,” Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi, vol. 6, no. 2, pp. 85–100, 2025.

Y. Biyan, Ertin, and M. Azkia, “Gratitude dan dukungan sosial sebagai prediktor subjective well-being pada guru honorer,” Jurnal Phronesis, vol. 6, no. 1, pp. 1–12, 2024.

R. Damri, “Gratitude and self-regulation as predictors of fear of missing out (FoMO) in Generation Z in Indonesia,” Jurnal Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata, vol. 12, no. 2, pp. 15–22, 2024.

N. F. Dayatri, and M. D. Mustika, “Peran dukungan sosial terhadap work-family conflict dan employment-related guilt ibu bekerja di Indonesia,” Jurnal Psikologi Udayana, vol. 8, no. 2, pp. 72–84, 2021.

I. Faradilla, and Y. Viena, “Hubungan gratitude dengan subjective well-being pada dewasa awal yang melakukan frugal living,” SINERGI: Jurnal Riset Ilmiah, vol. 2, no. 7, pp. 3104–3111, 2025.

M. S. Haq, A. M. Diponegoro, and P. Purwadi, “Hubungan antara kebersyukuran dan subjective well-being pada perawat wanita dan bidan,” Psyche 165 Journal, pp. 148–152, 2021.

D. F. Hidayat, and M. A. Tohari, “Upaya ibu rumah tangga yang bekerja dalam mengatasi work-family conflict,” Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, vol. 1, no. 4, pp. 210–218, 2023.

A. Indriyani, A. R. Musslifah, and D. R. Putri, “Coping stress pada ibu rumah tangga yang bekerja,” Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial, vol. 10, no. 2, pp. 519–530, 2024.

Y. W. Kusuma, and R. M. Utami, “Peran kebersyukuran terhadap stres kerja dan kesejahteraan subjektif pada ibu bekerja,” Jurnal Psikologi Ulayat, vol. 8, no. 1, pp. 45–60, 2021.

R. Noviyanti, “Resiliensi dan subjective well-being pada ibu yang bekerja,” Jurnal Psikologi Talenta, vol. 8, no. 1, pp. 37–47, 2022.

S. A. Prahara, and R. Noviyanti, “Resiliensi dan subjective well-being pada ibu yang bekerja,” Jurnal Ilmiah Manajemen dan Psikologi Terapan, vol. 6, no. 1, pp. 120–127, 2023.

D. Rahmania, N. Wyandini, and Y. Nurendah, “Hubungan self-esteem dengan subjective well-being pada ibu bekerja,” Jurnal Psikologi Kontemporer, vol. 7, no. 2, pp. 78–89, 2023.

D. P. Rahayu, and L. I. Mariyati, “Rasa syukur meningkatkan kesejahteraan ibu-ibu pekerja pabrik di Indonesia,” Journal of Islamic Psychology, vol. 1, no. 1, pp. 11–20, 2024.

D. F. Simanjuntak, F. Wijayanti, N. P. Adhiningtyas, M. F. Yusuf, and J. Angel, “Pengaruh gratitude dan dukungan sosial terhadap psychological well-being pada ibu bekerja,” Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi (JPPP), vol. 14, no. 2, pp. 97–105, 2025.

Downloads

Published

29-01-2026

How to Cite

[1]
B. D. N. Maukh, S. Suhadianto, and H. Pratikto, “Peran Kebesyukuran terhadap Kesejahteraan Subjektif Ibu Rumah Tangga yang Bekerja di Sektor Formal”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 14896–14903, Jan. 2026.