Aswaja dan Prinsip Kehati-Hatian Dalam Pemeriksaan Penunjang Medis: Upaya Mengurangi Over-Testing Melalui Pendekatan Mashlahah

Authors

  • Ferdian Yanuar Universitas Islam Nusantara
  • Nunul Kristianti Universitas Islam Nusantara
  • Mega Amanda Putri Universitas Islam Nusantara
  • Deden Ardiansyah Universitas Islam Nusantara
  • Parman Parman Universitas Islam Nusantara
  • Faiz Karim Fatkhullah Universitas Islam Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5248

Keywords:

Aswaja, Mashlahah, Pemeriksaan Penunjang Medis, Over-Testing, Etika Medis

Abstract

Praktik over-testing atau pemeriksaan penunjang medis yang dilakukan secara berlebihan merupakan persoalan serius dalam sistem pelayanan kesehatan modern. Selain meningkatkan pembiayaan kesehatan, praktik ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif bagi pasien, seperti paparan radiasi yang tidak perlu, overdiagnosis, overtreatment, serta kecemasan psikologis akibat temuan insidental yang tidak bermakna secara klinis. Dalam konteks sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), over-testing juga berkontribusi terhadap pemborosan sumber daya kesehatan dan berpotensi mengganggu prinsip efisiensi serta keadilan distributif dalam pelayanan kesehatan. Meskipun isu over-testing telah banyak dibahas dalam perspektif klinis dan manajerial, kajian yang menempatkannya dalam kerangka etik dan nilai lokal masih relatif terbatas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dalam prinsip kehati-hatian pemeriksaan penunjang medis sebagai upaya normatif dan kontekstual untuk mengurangi praktik over-testing. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan filosofis, yang didukung oleh kajian literatur ilmiah akses terbuka dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja—khususnya prinsip mashlahah, tawassuth, tawazun, dan i’tidal—memiliki kesesuaian yang kuat dengan prinsip kehati-hatian, etika medis modern, serta hukum kesehatan. Integrasi nilai Aswaja dalam pengambilan keputusan klinis dapat berfungsi sebagai kerangka etik-yuridis yang kontekstual untuk membatasi pemeriksaan penunjang bernilai klinis rendah, meningkatkan keselamatan pasien, memperkuat akuntabilitas tenaga kesehatan, serta mewujudkan pelayanan kesehatan yang adil dan bermartabat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Brady, Z., Cain, T. M., Johnston, P. N., & McNeil, J. J. (2021). Radiation risk and medical imaging: A critical review. Radiography, 27(4), 1234–1241.

https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1078817421000900

Brownlee, S., Chalkidou, K., Doust, J., Elshaug, A. G., Glasziou, P., Heath, I., & Korenstein, D. (2021). Evidence for overuse of medical services around the world. The Lancet, 390(10090), 156–168.

https://www.thelancet.com/article/S0140-6736(21)00301-4

Elshaug, A. G., Watt, A. M., Mundy, L., & Willis, C. D. (2019). Over 150 potentially low-value health care practices: An Australian study. Medical Journal of Australia, 210(2), 74–80.

https://www.mja.com.au/journal/2019

Glasziou, P., Straus, S., Brownlee, S., Trevena, L., Dans, L., Guyatt, G., & Elshaug, A. G. (2017). Evidence for underuse of effective medical services. The Lancet, 390(10090), 169–177.

https://www.thelancet.com

Kamali, M. H. (2021). Maqasid al-Shariah and public interest: Implications for policy and governance. Islam and Civilisational Renewal, 12(2), 195–214.

https://icrjournal.org/index.php/icr/article/view/259

Kjellé, E., Andersen, E. R., Sørensen, M., & Olerud, H. M. (2021). Interventions to reduce low-value imaging: A systematic review. BMC Health Services Research, 21(1), 1–13.

https://bmchealthservres.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12913-021-06231-0

Levinson, W., Kallewaard, M., Bhatia, R. S., Wolfson, D., Shortt, S., & Kerr, E. A. (2021). Choosing Wisely: A decade of progress. BMJ, 372, m4900.

https://www.bmj.com/content/372/bmj.m4900

Müskens, J. L. J. M., Kool, R. B., van Dulmen, S., & Westert, G. P. (2022). Overuse of diagnostic testing in healthcare: A systematic review. BMJ Quality & Safety, 31(1), 54–73.

https://qualitysafety.bmj.com/content/31/1/54

World Health Organization. (2021). Patient safety and diagnostic stewardship. WHO Press.

https://www.who.int/publications/i/item/WHO-UCN-PS-2021

World Health Organization. (2019). WHO global patient safety action plan 2021–2030. WHO Press.

https://www.who.int

Wahid, A. (2023). Implementasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam kehidupan sosial keagamaan. Jurnal Ilmu Sosial dan Keagamaan, 7(2), 145–160.

https://ejournal.unwahas.ac.id/index.php/jisk/article/view/4572

Beauchamp, T. L., & Childress, J. F. (2019). Principles of biomedical ethics (8th ed.). Oxford University Press.

Emanuel, E. J., Navathe, A. S., & Fuchs, V. R. (2016). The problem of low-value care. JAMA, 315(7), 667–668.

https://jamanetwork.com

Kassirer, J. P. (2018). Our stubborn quest for diagnostic certainty. New England Journal of Medicine, 378(5), 393–395.

https://www.nejm.org

OECD. (2017). Tackling wasteful spending on health. OECD Publishing.

https://www.oecd.org

Downloads

Published

09-01-2026

How to Cite

[1]
F. Yanuar, N. Kristianti, M. A. Putri, D. Ardiansyah, P. Parman, and F. K. Fatkhullah, “Aswaja dan Prinsip Kehati-Hatian Dalam Pemeriksaan Penunjang Medis: Upaya Mengurangi Over-Testing Melalui Pendekatan Mashlahah”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 10097–10104, Jan. 2026.