Membangun Pengetahuan: Pendekatan Teori Beralasan untuk Memahami Filosofi Pendidikan
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v3i4.475Keywords:
Filosofi, Pengetahuan, Teori BeralasanAbstract
Penelitian ini mengeksplorasi filosofi pendidikan melalui pendekatan teori beralasan (grounded theory) untuk membangun pengetahuan yang lebih mendalam dan holistik. Penelitian menggunakan metodologi kualitatif, yaitu mengumpulkan data dari wawancara mendalam dengan para pendidik, analisis literatur, dan observasi di lingkungan pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa filosofi pendidikan bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter, nilai-nilai moral, dan pengembangan kemampuan berpikir kritis. Pendekatan teori beralasan memungkinkan untuk mengungkap berbagai perspektif yang mempengaruhi praktik pendidikan dan memberikan kerangka kerja yang lebih komprehensif untuk lebih memahami dan mengembangkan filosofi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Penelitian dengan menggunakan pendekatan yang lebih holistik dan adaptif diperlukan dalam pengembangan kurikulum dan strategi pengajaran, untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan efektif.
Downloads
References
(1) Bakker, J. I. (Hans). (2019). Grounded Theory Methodology and Grounded Theory Method: Introduction to the Special Issue. Sociological Focus, 52(2), 91–106. https://doi.org/10.1080/00380237.2019.1550592
(2) Dodi, I. (2019). Menggagas Pendidikan Nilai dalam Sistem Pendidikan Nasional. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 8(3), 109–122. https://jurnaldidaktika.org/contents/article/view/73
(3) Glaser, B. G. (2007). History of Grounded Theory based on Quantitative Methodology. Grounded Theory Review: An International Journal, November, 9–19.
(4) Kosasih, A. (2018). Pendekatan Grounded Theory (Grounded Theory Aproach) Sebuah Kajian Sejarah, Teori, Prinsip Dan Strategi Metodenya. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Dosen UNINDRA 2018, 5, 122–132.
(5) McCreaddie, M., & Payne, S. (2010). Evolving Grounded Theory Methodology: Towards a discursive approach. International Journal of Nursing Studies, 47(6), 781–793. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ijnurstu.2009.11.006
(6) Mustaghfiroh, S. (2020). Konsep “Merdeka Belajar” Perspektif Aliran Progresivisme John Dewey. Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran, 3(1), 141–147. https://doi.org/10.30605/jsgp.3.1.2020.248
(7) Nadeak, E. H., & Hidayat, D. (2017). Karakteristik Pendidikan yang Menebus di Suatu Sekolah Kristen [The Characteristics of Redemptive Education In a Christian School]. Polyglot: Jurnal Ilmiah, 13(2), 1. https://doi.org/10.19166/pji.v13i2.439
(8) Nasution, E. S. (2020). Gambaran Anak Dengan Retardasi Mental. Jurnal Psikologi Pendidikan Dan Pengembangan SDM, 9(2), 47–53.
(9) Oktaria, K., Agustina, R., Aliyah, J., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Grounded Theory Kurnia. Pendidikan Sains Dan Komputer, 3(1), 40–49.
(10) Purnamasari, I. (2015). Rekonstruksionisme Futuristik Dalam Pendidikan Di Indonesia. Jurnal Ilmiah CIVIS, V(2), 873. http://103.98.176.9/index.php/civis/article/view/902/820
(11) Rahayu, B. M., Hasani, A., & Nulhakim, L. (2023). Menyeimbangkan Perenialisme Dan Esensialisme Dalam Pendidikan. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran (JRPP), 6(4), 4414–4416.
(12) Ramalho, R., Adams, P., Huggard, P., & Hoare, K. (2015). Literature review and constructivist grounded theory methodology. Forum Qualitative Sozialforschung, 16(3).
(13) Ridwanudin, D. (2015). Filsafat Pendidikan Sebagai Basis Penguatan Profesionalisme Guru. Qathrunâ, 2(2), 57–74.
(14) Soo Sien, C. (2024). “Pendidikan Emosi” dan Kecerdasan Pelbagai-Perbincangan Pendidikan Holistik di Sekolah Rendah. International Research Journal of Education and Sciences (IRJES), 1(1), 2024.
(15) Susmita, N., Zaim, M., & Thahar, H. E. (2023). Tinjauan Filosofis: Membangun Landasan Etika dan Pengetahuan dalam Filsafat Pendidikan Kontemporer. Journal of Education Research, 4(4), 2461–2470. https://jer.or.id/index.php/jer/article/view/755
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Wahyu Kusumaningtyas; Andika Ari Saputra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















